Kampus Unswagati Jadi Host Kegiatan Parade Riset Akuntansi IAI

0
57

Cirebon,- Fakultas Ekonomi Unswagati Cirebon menyelenggarakan Parade Riset Akuntansi Unswagati, Rabu (24/10/2018. 

Bertempat di Auditorium Kampus 1, Kegiatan tersebut mempresentasikan 128 paper dari 135 kampus di Indonesia.

Aston Hotel

Melalui tema “Peluang dan Tantangan Pendidikan Akuntansi Dalam Menghadapi Era Digitalisasi”, kegiatan yang berlangsung 2 hari tersebut dibuka langsung oleh Rektor Unswagati Cirebon, Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs. M. Si,.

“Sebagai perguruan tinggi, kita harus mengikuti metodologi pembelajaran yang aktual, mengikuti sitem student milenial, karena di negara-negara lain metode pembelajarannya sudah mengikuti skils dan pengetahuan yang modern,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan. 

Dia juga menilai bahwa kegiatan yang diadakan setahun sekali oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) ini merupakan momentum yang ditunggu-tunggu sebagai pengembangan keilmuan. 

Banyak pembelajaran serta pengetahuan berbasis riset yang seuai dengan kebutuhan di era digitalisasi ini.

Dalam kegiatan tersebut pula diadakan MOU antara kampus Unswagati dengan Universitas lainnya terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Ada pula MOU antara Kampus Unswagati denfan IAI perihal aspek kurikulum, dan lainnya. 

“Saat ini kan model-model pembelajaran sudah era digital dan masuk kedalam era 4.0, tentu tenaga pendidik dan aspek terkait lainnya harus mengikuti perkembangan tersebut,” bebernya.

Acara tersebut berlangsung selama 2 hari, dilanjutkan dengan workshop dan gala dinner, serta diskusi antar kaprodi di masing-masing kampus yang hadir dalam acara tersebut.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unswagati, Prof. Dr. Hj. Idah Rosnidah, mengaku diambilnya tema tersebut karena untuk menjawab tantangan dunia industri. 

“Tantangan jaman semakin berubah, artinya kebutuhan Sumber Daya Manusia atau SDM di berbagai industri baik di dalam maupun di luar negeri harus mengikuti perkembangan jaman tersebut. Sudah menjadi keharusan yang tidak bisa ditinggalkan,” paparnya. (AC560)