Kadisdik Jabar: Program Jabar Masagi pada Prinsipnya Sejalan dengan Penguatan Pendidikan Karakter dan Kurikulum 2013

0
11

Cirebon,- Program Jabar Masagi baru saja diluncurkan di Gedung Negara Cirebon, Rabu (5/12/2018) malam.

Program Jabar Masagi diluncurkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Jawa Barat.

Aston Hotel

Baca juga ya Gubernur Jabar Luncurkan Program Jabar Masagi, Ini Penjelasannya

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi mengatakan implementasi kurikulum program Jabar Masagi adalah seluruh program praktik baik di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat.

“Sehingga mampu menumbuhkan generasi muda di Jawa Barat sebagai manusia berbudaya yang memiliki kemampuan untuk bisa belajar merasakan (surti), belajar memahami (harti), belajar melakukan (bukti), belajar hidup bersama (bakti),” ujarnya.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Hadadi memastikan, implementasi program Jabar Masagi tidak akan menyulitkan guru dalam kurikulum, karena kuncinya adalah kemauan untuk menyentuh hati siswa, karena perubahan perilaku terjadi ketika hatinya tersentuh.

“Jadi, Jabar Masagi pada prinsipnya sejalan dengan penguatan pendidikan karakter (PPK) dan kurikulum 2013,” terangnya.

Masagi adalah filosofi Sunda yang singkat-padat. Tapi memiliki makna yang mendalam. ”Jelema Masagi” artinya orang yang memiliki banyak kemampuan dan tidak ada kekurangan. Masagi berasal dari kata pasagi (persegi) yang artinya menyerupai (bentuk) persegi.

”Jabar Masagi hanya berupaya ”membumikan” pendidikan karakter dalam konteks mulok budaya lokal sebagai akar untuk mengisi ruh pendidikan karakter agar tidak tercerabut dari akarnya,” pungkasnya.

Menurut Ridwan Kamil, filosofi ”Masagi” yaitu bagaimana berproses menjadi manusia yang memiliki pribadi yang kokoh, ajeg atau seimbang dalam berpikir, merasa, dan bertindak.

“Jabar Masagi menjadikan budaya lokal yang beragam adalah pondasi yang harus diletakan di awal karena menyangkut identitas dan warisan sejarah yang melekat pada kearifan lokal di masing-masing wilayah,” jelasnya. (AC212)