Rabu, 29 September 2021

Kabupaten Cirebon Targetkan 2024 Bebas dari Perilaku ODF

Populer

Gangguan Kelistrikan Wilayah Karawang dan Cirebon, PLN Minta Maaf dan Terus Upayakan Perbaikan

Bandung,- Telah terjadi Gangguan Listrik pukul 17:53 WIB di Sebagian wilayah Karawang & Cirebon. Sampai dengan saat ini PLN...

Kampoeng Photography dan Videography (KPV) Merayakan Anniversary yang Kedua

Cirebon,- Kampung Photographer adalah sebutan dari Komunitas Photography dan Videography (KPV) yang terletak di Desa Gintung Kidul Kecamatan Ciwaringin...

Telusur Tajug Tua Kota Cirebon Lewat Lawang Sanga dan Kali Kriyan

Penulis : Syaeful Badar (Marbot Masjid Raya At Taqwa dan Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon) Cirebon,- Menyusuri sudut demi sudut...

KAI Buka Lowongan Kerja dan Tidak Dipungut Biaya

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini sedang membuka rekrutmen untuk berbagai formasi. Masyarakat yang ingin melamar dapat...

Karawang New Industry City (KNIC) Terpilih Menjadi Lokasi Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara

Karawang,- Karawang New Industry City (KNIC) menyambut pembangunan PT HKML Battery Indonesia, pabrik baterai kendaraan listrik (electric vehicle /...

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon menargetkan pada tahun 2024 Kabupaten Cirebon sudah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih saat acara Deklarasi Open Defecation Free (ODF) tingkat Kabupaten Cirebon di Taman Wisata Siwalk Desa Setu Patok Kecamatan Mundu, Selasa (20/4/2021) kemarin.

“Sekarang ada 122 desa dan kelurahan yang terdiri dari  116 desa dan enam kelurahan yang melakukan Deklarasi Open Defecation Free (ODF),” ujar Ayu, sapaan akrab Hj. Wahyu Tjiptaningsih.

Loading...

Ayu mengatakan dengan adanya deklarasi ODF ini diharapkan masyarakat Kabupaten Cirebon untuk tidak membuang air besar secara sembarangan.

“Kalau masyarakat sudah tidak buang air besar sembarangan akan berdampak meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebon,” katanya.

BACA YUK:  Tingkatkan Kesiapan Saat Tugas, Propam Polresta Cirebon Periksa Personel

Ia pun mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas, kecamatan dan desa maupun kelurahan yang sudah bekerjasa sama untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak membuang air besar sembarangan.

“Dengan  membuang air besar sembarangan dampaknya sangat besar sekali di antaranya banyaknya penyakit yang bisa terkena oleh masyarakat seperti Diare, DBD  dan penyakit lainnya,” ungkap Ayu.

Ayu menjelaskan nantinya pihak Pemkab Cirebon melalui pemdes akan membangun sejumlah WC maupun Jamban untuk kepentingan masyarakat.

“Untuk antisipasi warga yang tidak mempunyai WC atau Jamban nanti pihak desa melalui  anggaran desa akan membangun Jamban umum. oleh karenanya harus ada semangat dari pihak desa untuk bisa bagaimana desanya supaya masyarakat yang tidak membuang air besar sembarangan dan merubah perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat,” katanya.

Sementara itu, dari 412 desa dan 12 kelurahan di Kabupaten Cirebon baru 60 persen yang sudah membuang air besar secara tidak sembarangan.

BACA YUK:  Penyuluh KB Memiliki Andil Besar terhadap Kesadaran Keluarga Berencana Masyarakat

“Yang sudah 100 persen Open Defecation Free (ODF) ada di salah satu desa di Kecamatan Sedong dan Sendang. Semoga semua kecamatan ada desanya yang sudah 100 persen warganya yang tidak buang air besar sembarangan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni.

Eni mengatakan, untuk menciptakan masyarakat yang hidup sehat dan tidak BAB sembarangan dibutuhkan sinergitas semua pihak.

“Jadi ini komitmen semua yang ada di desa/ kelurahan dan kecamatan. Tentunya mereka tidak bisa kerja sendiri semua harus bersinergi untuk mendorong agar masyaraktnya bisa BAB ditempat jamban yang sehat,” katanya.

Enny menjelaskan, untuk akses Open Defecation Free (ODF) masyarakat  tidak harus mempunyai WC. Bahkan mereka yang tidak mempunyai lahan untuk membuat WC bisa mengunakan fasilitas WC atau Jamban yang sudah dibuat oleh pemerintah maupun desa.

“Mereka bisa ikut di WC sekolah bisa ikut di jamban komunal bisa ikut ketetangga maupun kesaudaranya yang penting mereka sudah berperilaku hidup sehat dan BAB di Jamban yang sehat,” ujarnya.

Selain itu, kata Eni, pemerintah desa setiap tahunnya sudah membangun jambanisasi untuk warganya dengan mengunakan anggaran desa.

“Setiap tahun ada 10 jamban yang dibangun oleh desa untuk membantu masyarakat yang belum mempunyai jamban sehat,” katanya.

BACA YUK:  AKBP Teguh Triwantoro Jabat Wakapolresta Cirebon

Ia mengungkapkan dengan acara Deklarasi Open Defecation Free (ODF) oleh para kuwu dan lurah ini diharapkan bisa mensosialisasikan kepada masyarakat tentang hidup sehat dengan tidak BAB sembarangan.

“Semoga tahun 2024 Kabupaten Cirebon bebas buang air besar sembarangan,” pungkas Eni. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Capaian Vaksinasi di Kabupaten Cirebon Masih Rendah, ini Kata Kadinkes

Cirebon,- Capaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Cirebon baru tercapai 23 persen. Target vaksinasi Kabupaten Cirebon harus mencapai 1.782.964 jiwa...

Rayakan Ulang Tahun ke-4 di Indonesia, Kredit Pintar Perluas Literasi Keuangan Bagi Masyarakat

Jakarta,- Kredit Pintar, sebuah platform fintech terdepan yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), merayakan tahun keempat aktif melayani kebutuhan finansial masyarakat...

Kabupaten Cirebon Kini Miliki Tim Akselerasi Pembangunan Daerah dan Segera Miliki Mal Pelayanan Publik

Cirebon,- Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyebutkan, Kabupaten Cirebon kini memiliki Tim Akselerasi Pembangunan Daerah (TAPD). Tim itu nantinya bergerak untuk merancang pembangunan, sehingga nantinya...

Anggota Komisi VIII DPR RI Nilai Pembentukan Provinsi Cirebon Raya Penting

Cirebon,- Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jabar IX, Maman Imanulhaq menilai pembentukan Provinsi Cirebon Raya sangatlah penting untuk tiga hal. Tiga hal tersebut,...

More Articles Like This