Jelang Natal dan Tahun Baru, Satlantas Polresta Cirebon dan Dishub Sidak Perusahaan Bus

Cirebon,- Jelang Natal 2019 dan tahun Baru 2020, berbagai persiapan dilakukan petugas gabungan dari Satlantas Polresta Cirebon dan Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon dengan menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan bus, Rabu (18/12/2019).

Selain memeriksa kendaraan, petugas juga mengecek sarana penunjang keamanan lainnya mulai dari martil kaca, sabuk pengaman hingga alat pemadam api ringan atau Apar.

Kasatlantas Polresta Cirebon, AKP Elsie Fitria Angraini mengatakan cek kesehatan awak pengemudi dan uji kelayakan kendaraan ini merupakan agenda rutin setiap tahun dalam rangka menjelang Operasi Lilin Lodaya 2019 yang akan digelar mulai tanggal 23 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

“Untuk kesiapan tersebut, kita melakukan pengecekan terhadap perusahaan-perusahaan bus. Tidak hanya terhadap kendaraan, tapi juga terhadap pengemudi,” ujarnya kepada About Cirebon.

BACA YUK:  Kapolres Cirebon Kota: Aksi Unjuk Rasa di Kota Cirebon Berjalan Kondusif

Lanjut Elsie, pengecekan ini sangat penting sekali, karena pada saat libur natal dan tahun baru pasti ada beberapa masyarakat yang mudik menggunakan kendaraan umum seperti bus ataupun travel.

“Kalau misalnya tidak dicek kesiapan daripada perusahan bus ini akan membahayakan kepada penumpang,” terangnya.

Pada sidak tersebut, petugas menemukan Apar yang sudah kadaluarsa. Petugas pun menegur perusahan bus dan meminta untuj segera diganti dengan yang baik dan layak.

“Tadi kami sudah tegur, agar mengganti dengan yang baru. Walaupun kecil, Apar ini sangat besar pengaruhnya manakala terjadi sesuatu di kendaraan tersebut,” bebernya.

BACA YUK:  Arus Mudik dan Balik Lancar, KBO Satlantas Polresta Cirebon Diberi Penghargaan

Kecelakaan terjadi, kata Elsie, yang pertama karena faktor pengemudinya yang kurang fit seperti ngantuk, lapar, atau bisa jadi terindikasi narkoba. Kemudian dari faktor kendaraan mungkin karena tidak menguasai dan wawasan terhadap kendaraan tersebut kurang, atau bisa juga kendaraan tidak layak pakai.

“Secara kondisi bus yang kita cek saat ini layak pakai, dan untuk pengemudinya juga tidak ada temuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengujian Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, Eddy Suzendi menambahkan bahwa perawatan kendaraan senantiasa harus selalu dicek kembali setiap kali ritase, karena permasalahannya ketika dipakai akan terjadi kehausan.

“Kami dari pihak pengujian memberikan estimasi dalam kurun waktu enam bulan. Namun enam bulan ini bukan berati enam bulan harus layak jalan terus dan dijamin sama kami, tapi bagaimana perawatan daripada perusahaan tersebut bener-bener perawatannya,” ujarnya.

BACA YUK:  Perkuat Komitmen Akselerasi Ekosistem Digital Indonesia, Telkomsel Kenalkan Indico

Menurut Eddy, perusahaan bus harus memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) sendiri dan mereka harus mengacu pada Peraturan Menteri no 85 tahun 2018 tentang sistim menejemen keselamatan perusahaan angkutan umum.

“Jadi mereka harus selalu melihat kondisi kendaraan tersebut,” jelasnya.

Kemudian, faktor mempengaruhi keselamatan itu ada empat, yaitu jalan, kendaraan, manusia, dan lingkungan. Namun, lingkungan tidak bisa memprediksi dan ketiga lainnya harus jelas.

“Sehingga, jalannya harus layak lintas, kendaraannya layak jalan, dan manusianya layak operasi,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 14 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.