Sabtu, 18 September 2021

Jelang Maulid Nabi Muhammad, Keraton Kasepuhan Gelar Tradisi Siraman Panjang dan Buka Bekasem

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon,- Jelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar tradisi siraman panjang dan tradisi buka bekasem, Jumat (23/10/2020).

Tradisi siraman panjang merupakan tradisi pencucian piring Wali yang dilaksanakan setiap tanggal 5 Maulud yang tahun ini jatuh pada tanggal 23 Oktober 2020.

Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Luqman Zulkaedin mengatakan dalam rangka memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, setiap tahunnya Keraton Kasepuhan menggelar tradisi siraman panjang dan juga buka bekasem.

Loading...

“Tradisi siraman panjang dilaksanakan setiap tanggal 5 Maulud setiap tahunnya dalam rangka Maulud Nabi Muhammad SAW,” ujar Luqman.

BACA YUK:  Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Kota Cirebon Bulan Agustus Mulai Menurun

Luqman menjelaskan, dalam siraman panjang tahun ini ada 7 piring Wali yang dicuci, karena tahun ini adalah tahun Jim Akhir. Namun, selain tahun Jim Akhir biasanya mengeluarkan 9 piring Wali.

“Setiap tahun Dal dan tahun Wawo maka 9 piring Wali dikeluarkan semua untuk dicuci. Selain tahun itu biasanya hanya 7 piring saja yang dicuci,” bebernya.

Pada acara tradisi siraman panjang tahun ini, ada 7 piring wali, 38 piring pengiring, 2 guci, dan 2 gelas. Menurut Luqman, piring-piring tersebut dihiasi kaligrafi nama Allah dan kalimat Toyibah.

“Piring-piring tersebut usianya sudah 700 tahun. Selama ini disimpan di museum pusaka,” jelasnya.

Sehingga, kata Luqman, rangkaian iring-iringan siraman panjang dimulai dari Museum Pusaka menuju ruang Gebyos melalui dalem arum. Kemudian acara siraman berlangsung di ruang Kaputren.

Makna dari siraman panjang ini, kata Luqman, setiap kita mulai kegiatan maupun ibadah harus bersuci terlebih dahulu.

“Setiap mulai kegiatan atau ibadah kita harus bersih, harus mandi, harus wudhu, agar kegiatan kita dan ibadah kita dalam keadaan bersih dan suci,” ungkapnya.

Karena dalam kondisi Pandemi dan anjuran pemerintah, Luqman menjelaskan bahwa tradisi siraman panjang dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan dilakukan secara terbatas.

BACA YUK:  Ratusan Peserta Lulus Mengikuti Pelatihan di Lembaga AR Learning Center

“Tradisi ini hanya dihadiri Wargi, para abdi dalem, kaum masjid agung, masyarakat Magersari dan lain-lain,” jelasnya.

Setelah prosesi siraman panjang, kegiatan dilanjut dengan tradisi membuka dua guci bekasem ikan yang dipimpin oleh RA Ratih Marlina.

Bekasem ikan merupakan ikan kakap yang diberi rempah dan dimasukan kedalam guci selama sebulan mulai tanggal 5 safar yang lalu sampai hari ini 5 Maulud.

“Bekasem ikan ini dicuci kemudian di jemur. Setelah itu dimasak di dapur Maulud bersama nasi jimat yang akan dihidangkan pada 12 Maulud,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Sampah di 2024

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk melakukan penanganan terkait sampah. Bahkan, Pemkab Cirebon menargetkan tahun 2024 wilayah Kabupaten...

Gandeng Punakawan, Sosialisasikan Pentingnya Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Cirebon,- Satpol PP Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Caranya dengan melibatkan tokoh pewayangan...

Wanita Cantik Asal Cirebon Ini Memiliki Segudang Prestasi Biliar

Cirebon,- Cantik dan pintar bermain biliar, itulah gambaran yang cocok bagi Nony Krystianti Andilah. Wanita berkulit putih asal Cirebon ini memiliki segudang prestasi di...

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan halaman Sempoa SIP) pada Jum’at,...

More Articles Like This