Sabtu, 18 Januari 2020

Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara, Penyebabnya Bikin Ngeri

Populer

Sultan Sepuh XIV : Keraton Agung Sejagat Tidak Terdaftar Dalam FSKN

Cirebon,- Kemunculan Keraton Agung Sejagat yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo menggegerkan banyak pihak setelah...

Pasca Banjir di Cirebon, Petugas Gabungan Melakukan Pembersihan Lumpur

Cirebon,- Banjir yang terjadi di RT 7 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon pada Senin malam sudah...

Sungai Meluap, Ratusan Rumah Warga di RW 03 Kelurahan Kalijaga Kota Cirebon Terendam Banjir

Cirebon,- Ratusan rumah di RT 7 RW 03 Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon terendam banjir setinggi 50 sampai...

Satpol PP Kota Cirebon Kembali Tertibkan PKL di Kawasan Tertib Lalu Lintas

Cirebon,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Sudarsono, Kota...

Terdakwa Pembunuhan Santri di Cirebon Divonis 13 Tahun dan 10 Tahun, Serta Denda Rp. 1 Milyar

Cirebon,- Masih ingat dengan penusukan salah seorang santri yang terjadi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada bulan...

Cirebon – Bagi anda yang dalam waktu dekat merencanakan untuk mendaki Gunung Ciremai terpaksa harus menunda, hal ini dikarenakan jalur pendakian gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut masih ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Penutupan jalur pendakian tersebut menyusul kebakaran hutan di area puncak yang terjadi sejak Agustus lalu. Bahkan kondisi tersebut diperparah dengan adanya air bah dari puncak yang membawa material sisa kebakaran yang terjadi Rabu kemarin.

Dalam video yang diunggah akun @gunung_ciremai yang merupakan akun official Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) KLHK Kamis pagi, nampak air bah mengalir sangat deras dan berwarna kehitaman yang membawa material seperti lumpur dari abu dan arang sisa kebakaran hutan.

“Air ini membawa material lumpur dari abu dan arang bekas kebakaran hutan area puncak pada Agustus silam. Air bah sangat berbahaya bagi aktivitas pendakian,” tulis Admin akun Gunung Ciremai dalam video tersebut.

Loading...

Foto IG: @gunung_ciremai

Ditambahkan di dalam video tersebut, kondisi air bah tersebut yang membuat jalur pendakian ke puncak Gunung Ciremai dari 4 titik ditutup sementara.

“Kejadian air bah ini menjadi bahan pertimbangan jalur pendakian gunung Ciremai masih ditutup,” tulis mereka di akhir video tersebut.

Sebelumnya, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai bersama Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Linggarjati mengecak kondisi jalur pendakian via Linggarjati Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Sabtu (7/12/2019).

Dalam perjalanan tersebut, tim menemukan sejumlah jalur pendakian belum layak untuk dilalui seperti di Jalur Transit Shelter Sanggabuana hingga TC Batulingga.

“Ada bekas air bah di sekitar Transit Shelter Sanggabuana hingga TC Batulingga. Ini berbahaya. Karena saat hujan turun di area puncak, maka jalur pendakian menjadi sungai,” ungkap Dwi Suryana, Supervisor Jalur Linggarjati.

Tidak hanya jalur Linggarjati, petugas dan mitra masyarakat pun turut meninjau langsung tiga jalur lainnya yaitu Apuy, Palutungan dan Linggasana. Petugas yang naik dari empat jalur ini bertemu di puncak untuk menyampaikan kondisi jalur yang dilalui.

Tim mencatat selama perjalanan menuju puncak gunung nyaris tidak ada pepohonan, semak dan ilalang yang bisa menjadi stopper atau penahan air jika hujan turun di puncak. Kondisi tersebut diakui tim rentan menimbulkan air bah yang mengancam aktivitas pendakian saat hujan.

Foto IG: @gunung_ciremai

“Pada lereng sebagian kawasan puncak nyaris tidak ada lagi pepohonan, semak dan ilalang. Tanah sangat gembur dan mudah longsor saat diinjak. Sangat berbahaya,” ujar Harley Sastha, anggota tim.

Sementara, pihak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) membenarkan penutupan empat jalur pendakian ke puncak Gunung Ciremai. Meski saat ini kondisinya dalam masa pemulihan ekosistem namun pihaknya belum memastikan kapan jalur tersebut dibuka untuk umum.

“Di awal musim hujan ini beberapa flora seperti Cantigi (ericaceae), Edelweiss (Anaphalis Javanica) dan rumput mulai tumbuh kembali di area eks kebakaran puncak. Hal ini menandakan pemulihan ekosistem secara suksesi alami baru saja dimulai,” terang Kuswandoro, Koordinator Balai Taman Nasional Gunung Ciremai dalam siaran persnya.

Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.046 mdpl merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung ini kerap dijadikan area pendakian bagi pengunjung dari berbagai Kota di Indonesia, khususnya yang ingin merayakan tahun baru maupun 17 Agustus di puncak. (AC350)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jangkau Wilayah Remote, Kebutuhan BBM dan Pelumas Polda Jawa Barat Meningkat

Bandung,- PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) III melakukan penandatanganan kontrak Penyediaan BBM dan Pelumas dengan 27 satuan...

Kolaborasi “Talks@Telkomsel” Hadirkan “Millenials Career Talk”, Diskusikan Kesempatan Anak Muda untuk Era 4.0

Bandung,- Telkomsel kembali menggelar program talk show Talks@Telkomsel. Acara Talks@Telkomsel sendiri merupakan program talk show bulanan yang diadakan Telkomsel dengan tema-tema menarik sesuai budaya...

Instagram Dulu dan Kini Sudah Berubah, Ini Kata Praktisi Sosial Media

Cirebon,- Berkah Digital Sinergi kembali menggelar Seminar Session 7 Berkah Billionaire Class yang mengusung tema “Instagram Dulu dan Kini”, Sabtu (18/1/2020). Kegiatan yang berlangsung di...

Sasar Kaum Milenial, CSB Mall Akan Buka Opus Ware House Dengan Konsep Kekinian

Cirebon,- Awal tahun 2020, tenant yang ada di CSB Mall sudah mencapai 100 persen. Namun awal tahun ini, akan ada tenant terbaru hadir di...

Satreskrim Polres Cirebon Kota Tangkap Tersangka Spesialis Perampasan Handphone

Cirebon,- Petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota berhasil meringkus dua dari empat pelaku pencurian dengan kekerasan yang terjadi di jalan Mangga Raya...

More Articles Like This