Jajaran Forkopimda dan Nakes Kota Cirebon Ikuti Vaksinasi Tahap Pertama

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon menggelar vaksinasi Covid-19 secara serentak di 30 pelayanan kesehatan, Jumat (29/01/2021) pagi.

Secara simbolis vaksinasi tahap awal yang diikuti oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon berlangsung di halaman Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 juga diikuti oleh tenaga kesehatan (Nakes) yang tersebar di 30 pelayanan kesehatan di Kota Cirebon. Dari 30 pelayanan kesehatan, 22 diantaranya di Puskesmas, 7 Rumah Sakit, dan 1 klinik kesehatan Polres Cirebon Kota.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, dr. Edy Sugiarto mengatakan untuk tahap pertama pemberian vaksin Covid-19 untuk tenaga kesehatan sebanyak 2.300 orang dan akan dilakukan sebanyak dua kali setelah 14 hari.

BACA YUK:  Pemerintah Izinkan Lepas Masker, Ini 3 Tips dari Qoala Agar Tetap Terproteksi dari COVID-19

“Hari ini ada 2.300 tenaga kesehatan yang menerima vaksin Covid-19 yang tersebar di 22 Puskesmas, 7 rumah sakit, dan 1 klinik Polres Cirebon Kota,” ujar Edy saat ditemui About Cirebon, Jumat (29/01/2021).

Edy menjelaskan penduduk Kota Cirebon yang akan menerima Vaksin Covid-19 sebanyak kurang lebih 203.123 orang dengan menyiapkan 445 ribu dosis vaksin.

“Jadi 445 ribu vaksin harus disiapkan di Kota Cirebon secara bertahap. Insyaallah sampai April 2022,” ungkapnya.

Edy menjelaskan, penerima vaksin tahap pertama untuk tenaga kesehatan, kemudian untuk periode berikutnya diberikan kepada pelayanan publik seperti TNI, Polri, ASN dan lainnya.

BACA YUK:  Cordela Hotel Cirebon Tawarkan Paket Buka Puasa dengan Menu Berbeda Setiap Harinya

“Setelah pelayanan publik, vaksin akan diberikan untuk penduduk Kota Cirebon dan yang terakhir diberikan kepada komorbid dan lansia pada April 2022,” jelasnya.

Edy menambahkan vaksinasi ini bertujuan untuk membentuk kekebalan kelompok, menekan mobirditas dan mortalitas. Kemudian, kata Edy, karena ada vaksinasi ini laju pertumbuhan transmisi dihambat.

“Kemudian karena ada kekebalan antibodi di masyarakat, sehingga kegiatan sosial ekonomi bisa berjalan. Itu tujuannya,” bebernya.

Tenaga kesehatan di Kota Cirebon, kata Edy, totalnya ada 5.900 orang, namun untuk tahap awal sebanyak 2.300 tenaga kesehatan.

BACA YUK:  Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Naik, Harga Cabe Rawit Merah Tembus Rp93.750 Per Kilogram

“Sisanya nanti beberapa hari ke depan datang lagi setelah ini selesai. Karena supaya penyimpanannya bagus,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan yang merupakan orang kedua mendapatkan vaksin di Kota Cirebon sebelum Kepala Kejaksaan Negri Kota Cirebon mengaku belum merasakan efek setelah di vaksin.

“Alhamdulillah saya Kapolres Cirebon Kota sudah melaksanakan vaksin. Sampai saat ini saya masih sehat belum merasakan sesuatu hal dampak dari vaksin tersebut,” ujar Imron.

Imron mengaku sempat kaget ketika pertama kali jarum vaksin dimasukan. Rasanya, menurut Imron, tidak bisa dibayangkan.

“Rasanya tidak bisa dibayangkan, harus dicoba itu,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 4 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.