Senin, 25 Mei 2020

Jagakali Internasional Art Festival, Kampanyekan Lingkungan Hidup Melalui Seni Budaya

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Bila Masih Ditemukan Warga Mudik, Polresta Cirebon Akan Putar Balik Kendaraan

Cirebon,- Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini guna mencegah penyebaran virus...

PSBB Tahap Kedua, Pusat Perbelanjaan Boleh Buka Normal

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memutuskan untuk memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Cirebon mulai...

Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Sang Cipta Rasa Tidak Menggelar Salat Id

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memperpanjang masa PSBB tahap kedua selama 14 hari kedepan.PSBB tahap kedua sudah dimulai...

Cirebon,- Event tahunan Jagakali Internasional Art Festival (JIAF) yang selalu mengangkat isu-isu lingkungan hidup kembali digelar di Kota Cirebon.

Pada tahun 2019 ini, Jagakali Internasional Art Festival ke-8 yang diselenggarakan di Cadas Ngampar, Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, akan berlangsung dari tanggal 25 sampai 27 Oktober 2019.

1. Konsep Cinta Sejati

Dengan mengusung tema “Cinta Sejati”, event Jagakali Internasional Art Festival selaku mengkampanyekan lingkungan hidup dalam kemasan Festival Budaya berskala Internasional, dan tetap menjaga nilai-nilai lokal untuk dipertahankan.

Loading...

Zaenal, selaku Ketua Pelaksana Jagakali Internasional Art Festival ke-8 mengatakan konsep Cinta Sejati diambil karena mengangkat banyaknya isu perselisihan antar agama, perbedaan pendapat, suku dan semacamnya yang memang sedang ramai. Seperti dari Papua, pemilihan Presiden, dan segala isu-isu lainnya yang ditarik sejak bulan Januari hingga sekarang.

“Isu-isu tersebut kita angkat dan kita cari titik permasalahannya apa, mungkin kita itu kurang Cinta Sejati itu. Makanya kita kurang menghargai perbedaan, kurang menghargai suatu pendapat orang lain, atau kita kurang terbuka terhadap suatu perbedaan,” ujarnya saat ditemui About Cirebon, Jumat (25/10/2019).

“Makanya konsep Cinta Sejati ini diambil. Sehingga kalau kita sudah mencintai Tuhan, pasti kita akan mencintai mahluk-mahluk Tuhan,” tambahnya.

2. Tujuan Jagakali

Tujuan diselenggarakannya Jagakali Internasional Art Festival, Zaenal menjelaskan bahwa event ini memiliki empat kata kunci, yakni Lingkungan Hidup, Seni Budaya, Komunitas, dan Pariwisata.

“Pariwisata masuk dalam kata kunci tersebut bisa saja ekonomi kreatif, pembangunan, atau juga hal-hal semacam seperti kolektif dari para komunitas,” terangnya.

“Dari empat hal tersebut, yang diutamakan adalah Lingkungan Hidup, kampanye dulu yang kita utamakan. Setelah tau apa yang kita kampanyekan, lalu bagaimana cara mengkampanyekannya, yaitu melalui seni budaya,” imbuhnya.

Seni Budaya dalam event ini, kata Zaenal, melalui Festival. Kenapa festival, karena satu-satunya bentuk acara yang dapat menigkatkan ekonomi kreatif, mengumpuli banyak orang, dan banyak pesan yang dapat disampaikan melalui festival.

“Ternyata dari Jagakali ini, mentrigger banyak orang-orang yang ingin mengadakan festival. Contohnya seperti Festival Pasawahan, Festival Paniis, Festival Intip tahun, dan ternyata kita bisa menjadi penyemangat teman-teman untuk menyelenggarakan festival,” terang Zaenal.

3. Diikuti 13 Negara

Dalam event Jagakali Internasional Art Festival ke-8 tahun 2019, terdapat 25 orang dari 13 negara yang ikut berpartisipasi.

“Sebenarnya, yang kita undang hanya 13 orang, sisanya mereka ingin datang dan bukan kita undang. Mereka yang mengajukan sendiri ingin datang ke acara ini,” ungkapnya.

Pada tahun ini, kata Zaenal, negara-negara yang hadir berasal dari negara Timur Tengah seperti Iran, Mesir, Persia, Iraq, Slovakia.

4. Fokus Lingkungan Hidup

Konsep Jagakali, menurut Zaenal, pada tahun 2006 dengan sistem kolektif dari komunitas, event ini muncul mulai resah bumi sudah mulai rentan, ingin hancur karena banyaknya sampah dan hal-hal lainnya.

“Dari hal tersebut kita angkat, makanya sejak tahun 2006 kita fokus kepada Ligkungan Hidup,” jelasnya.

Menurut Zaenal, tak sedikit orang yang mempertanyakan terkait keterlibatan seniman yang fokus terhadap lingkungan hidup.

“Karena seniman adalah satu-satunya orang yang menggunakan rasa yang paling banyak, makanya peka terhadap sekitar yaitu lingkungan. Seniman dan lingkungan itu berkaitan erat, ia akan merespon dengan segala bentuk yang ada di lingkungannya,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Sembuh

Cirebon,- Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sembuh.Berdasarkan hasil...

Slamet Anak Sebatang Kara yang Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

Cirebon,- Slamet (15) asal Blok Singkil 2 RT 02 RW 07, Desa Astanajapuran Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kondisinya terlihat memperihatinkan.Pasalnya, Slamet merupakan anak yatim...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

Cirebon,- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan adanya penambahan satu pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020).Sehingga, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19...

H-2 Jelang Lebaran Idulfitri, Polresta Cirebon Terus Lakukan Penyekatan Selama 24 Jam

Cirebon,- H-2 jelang Hari Raya Idulfitri tahun 2020, jajaran Polresta Cirebon bersama dengan unsur lainnya terus melakukan penyekatan di wilayah Kabupaten Cirebon.Kapolresta Cirebon, Kombes...

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Minuman Keras Hasil Razia

Cirebon,- Polresta Cirebon memusnahkan barang bukti sepuluhan ribu botol minuman keras (miras) berbagai jenis hasil razia.Pemusnahan yang dihadiri Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten...

More Articles Like This