Senin, 18 November 2019

Jagakali Internasional Art Festival, Kampanyekan Lingkungan Hidup Melalui Seni Budaya

Populer

Andra & The Backbone Meriahkan Puncak HUT ke-5 RSIA Cahaya Bunda Cirebon

Cirebon,- Perayaan puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Bunda berlangsung meriah,...

Sebagai Icon Baru, PT. KAI Daop 3 Cirebon Resmikan Monumen Mesin Mekanik VDM 800 GS, Ini Bentuknya

Cirebon,- Bertepatan Hari Pahlawan yang jatuh tanggal 10 November 2019, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Oprasional (Daop) 3...

Cirebon Bangga, Indonesia Bangga, Claudia Juarai The Voice of Germany 2019

Cirebon - Penyanyi asal Cirebon Claudia Emmanuela Santoso akhirnya memenangi ajang pencarian bakat The Voice of Germany 2019. Pada...

Puluhan Kendaraan Roda Dua Knalpot Bising Terjaring Satlantas Polres Cirebon

Cirebon-, Maraknya kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot bising membuat Satuan Lalulintas Polres Cirebon melaksanakan penindakan pelanggaran dengan "hunting...

Tradisi Panjang Jimat Muncul Sejak Masa Pemerintahan Pangeran Cakrabuwana

Cirebon,- Tradisi Maulid Nabi Saw, merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Islamisasi di nusantara. Tradisi ini muncul...

Cirebon,- Event tahunan Jagakali Internasional Art Festival (JIAF) yang selalu mengangkat isu-isu lingkungan hidup kembali digelar di Kota Cirebon.

Pada tahun 2019 ini, Jagakali Internasional Art Festival ke-8 yang diselenggarakan di Cadas Ngampar, Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, akan berlangsung dari tanggal 25 sampai 27 Oktober 2019.

1. Konsep Cinta Sejati

Dengan mengusung tema “Cinta Sejati”, event Jagakali Internasional Art Festival selaku mengkampanyekan lingkungan hidup dalam kemasan Festival Budaya berskala Internasional, dan tetap menjaga nilai-nilai lokal untuk dipertahankan.

Loading...

Zaenal, selaku Ketua Pelaksana Jagakali Internasional Art Festival ke-8 mengatakan konsep Cinta Sejati diambil karena mengangkat banyaknya isu perselisihan antar agama, perbedaan pendapat, suku dan semacamnya yang memang sedang ramai. Seperti dari Papua, pemilihan Presiden, dan segala isu-isu lainnya yang ditarik sejak bulan Januari hingga sekarang.

“Isu-isu tersebut kita angkat dan kita cari titik permasalahannya apa, mungkin kita itu kurang Cinta Sejati itu. Makanya kita kurang menghargai perbedaan, kurang menghargai suatu pendapat orang lain, atau kita kurang terbuka terhadap suatu perbedaan,” ujarnya saat ditemui About Cirebon, Jumat (25/10/2019).

“Makanya konsep Cinta Sejati ini diambil. Sehingga kalau kita sudah mencintai Tuhan, pasti kita akan mencintai mahluk-mahluk Tuhan,” tambahnya.

2. Tujuan Jagakali

Tujuan diselenggarakannya Jagakali Internasional Art Festival, Zaenal menjelaskan bahwa event ini memiliki empat kata kunci, yakni Lingkungan Hidup, Seni Budaya, Komunitas, dan Pariwisata.

“Pariwisata masuk dalam kata kunci tersebut bisa saja ekonomi kreatif, pembangunan, atau juga hal-hal semacam seperti kolektif dari para komunitas,” terangnya.

“Dari empat hal tersebut, yang diutamakan adalah Lingkungan Hidup, kampanye dulu yang kita utamakan. Setelah tau apa yang kita kampanyekan, lalu bagaimana cara mengkampanyekannya, yaitu melalui seni budaya,” imbuhnya.

Seni Budaya dalam event ini, kata Zaenal, melalui Festival. Kenapa festival, karena satu-satunya bentuk acara yang dapat menigkatkan ekonomi kreatif, mengumpuli banyak orang, dan banyak pesan yang dapat disampaikan melalui festival.

“Ternyata dari Jagakali ini, mentrigger banyak orang-orang yang ingin mengadakan festival. Contohnya seperti Festival Pasawahan, Festival Paniis, Festival Intip tahun, dan ternyata kita bisa menjadi penyemangat teman-teman untuk menyelenggarakan festival,” terang Zaenal.

3. Diikuti 13 Negara

Dalam event Jagakali Internasional Art Festival ke-8 tahun 2019, terdapat 25 orang dari 13 negara yang ikut berpartisipasi.

“Sebenarnya, yang kita undang hanya 13 orang, sisanya mereka ingin datang dan bukan kita undang. Mereka yang mengajukan sendiri ingin datang ke acara ini,” ungkapnya.

Pada tahun ini, kata Zaenal, negara-negara yang hadir berasal dari negara Timur Tengah seperti Iran, Mesir, Persia, Iraq, Slovakia.

4. Fokus Lingkungan Hidup

Konsep Jagakali, menurut Zaenal, pada tahun 2006 dengan sistem kolektif dari komunitas, event ini muncul mulai resah bumi sudah mulai rentan, ingin hancur karena banyaknya sampah dan hal-hal lainnya.

“Dari hal tersebut kita angkat, makanya sejak tahun 2006 kita fokus kepada Ligkungan Hidup,” jelasnya.

Menurut Zaenal, tak sedikit orang yang mempertanyakan terkait keterlibatan seniman yang fokus terhadap lingkungan hidup.

“Karena seniman adalah satu-satunya orang yang menggunakan rasa yang paling banyak, makanya peka terhadap sekitar yaitu lingkungan. Seniman dan lingkungan itu berkaitan erat, ia akan merespon dengan segala bentuk yang ada di lingkungannya,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Ulang tahun ke-8 CSB Mall Berlangsung Meriah, Undian Mobil hingga Penampilan Project Pop

Cirebon,- Pusat perbelanjaan CSB Mall yang berlokasi di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon merayakan hari ulang tahun (HUT)...

ADV150 Urban Exploride, Ajak Konsumen dan Komunitas Kunjungi Tempat Bersejarah di Cirebon

Cirebon,- PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda Jawa Barat mengajak 100 bikers yang terdiri dari konsumen...

Cirebon Technopreneurship Kembali Gelar Seminar Nasional di Universitas Kuningan

Kuningan,- Revolusi industri 4.0 ada tantangan dan ada peluang yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan (Uniku) bekerja...

DAM Tawarkan Berbagai Program Spesial di Honda Premium Matic Day Cirebon

Cirebon,- PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat bekerja sama dengan PT Astra Honda...

Nasi Jamblang Hj. Lili Berdayakan Warga Sekitar, Urban Farming Hingga Sirup Kemon

Cirebon,- Nasi Jamblang Hj. Lili yang baru dibuka pada tanggal 9 November 2019 lalu mengusung konsep yang berbeda. Dengan konsep modern, kuliner khas Cirebon...

More Articles Like This