Sabtu, 18 September 2021

Jaga Daya Beli Masyarakat, TPID Kota Cirebon Gelar Pasar Murah

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Cirebon,- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menggelar pasar murah, yang berlangsung di Jalan Siliwangi, depan Pasar Kramat, Kota Cirebon, Kamis (14/2/2019).

Kegiatan pasar murah yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari, berlangsung selama dua hari yakni hari Kamis dan Jumat (14-15 Februari 2019) mulai pukul 08.00 sampai dengan selesai.

1. Menekan Inflasi

Loading...

Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dengan digelarnya pasar murah bersama TPID Kota Cirebon.

“Kegiatan pasar murah ini untuk bisa menekan inflasi dan menekan harga kebutuhan pokok yang kian melambung,” ujar Eti.

Lanjut Eti, seperti kita ketahui bersama, inflasi Kota Cirebon pada hari ini dibawah inflasi Jawa Barat dan nasional.

BACA YUK:  Kajian Milenial Cirebon Gelar Berbagi Bersama Anak Yatim dan Luncurkan Warung Makan Sedekah

“Mudah-mudahan, kita bisa pertahankan inflasi, atau bisa lebih dari hari ini,” ungkapnya.

2. Rutin Diselenggarakan

Sementara itu, Kepala KPw BI Cirebon, M. Abdul Majid Ikram menambahkan kegiatan pasar murah merupakan agenda rutin yang diselenggarakan rutin di Kota Cirebon.

“Setelah kita memantau perkembangan harga, terutama di dua minggu pertama Februari 2019 ini beberapa komoditas pangan yang paling mencolok adalah beras, telur, dan daging sedikit mengalami peningkatan,” terang Majid.

Untuk itu, kata Majid, kita berusaha untuk terus memberikan alternatif referensi harga, bahwa ada barang-barang yang harganya relatif lebih murah dan terjangkau untuk masyarakat.

3. Jaga Demand

Selain menekan harga yang kian melambung, kegiatan pasar murah yang diselenggarakn oleh TPID Kota Cirebon dan Bank Indonesia bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat Kota Cirebon.

Pertumbuhan ekonomi nasional, kata Majid, sebesar 5,17 persen harus kita tetap jaga, salah satunya yaitu dengan menjaga harga-harga tidak bergejolak lebih tinggi.

BACA YUK:  Wah, Lampu Bondu Hiasi Sepanjang Jalan Tuparev untuk Daya Tarik Wisatawan

“Apalagi, kita melihat pemerintah Kota Cirebon menargetkan 2 juta kunjungan wisatawan,” kata Majid.

“2 juta wisatawan, secara sesional pada periode-periode tertentu akan terjadi lonjakan demand yang cukup tinggi. Ini yang kita jaga, jangan sampai pada saat demand tinggi permintaan dari resto dan hotel tinggi, masyarakat tidak dapat,” imbuhnya.

4. Perbedaan Harga sekitar lima persen

Warga yang berbondong-bondong mendatangi pasar murah, dapat membeli berbagai kebutuhan pokok yang rata-rata perbedaan dari harga pasaran sekitar lima persen.

Seperti harga beras medium yang dijual dipasaran seharga Rp. 9.800, namun di pasar murah ini hanya dijual Rp. 8.600/perkilogram, untuk beras premium seharga Rp. 12 ribu dijual dipasar murah hanya Rp. 10.300 perkilogram.

Kemudian, untuk telur dipasar murah dijual Rp. 20 ribu/perkilogram, minyak goreng Rp. 10 ribu/perkilogram, bawang merah Rp. 15 ribu/perkilogram, ayam Rp. 29 ribu/perkilogram, daging sapi Rp. 73 ribu/kilogram, cabe rawit merah Rp. 16 ribu/perkilogram, dan cabe rawit hijau Rp. 14 ribu/kilogram. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Revitalisasi Mangrove Pesisir Utara Jawa Perlu Dilakukan Bersama-sama

Cirebon,- Fungsi ekosistem mangrove di Pesisir Utara tidak hanya berhenti pada gerakan penanaman mangrove saja. Harus ditindaklanjuti dengan gerakan...

Dua Pengusaha Pengadaan Makanan Nakes, Minta Rekanan Kemenkes Segera Lunasi Tagihan Pembayaran

Cirebon,- Dua pengusaha minta rekanan Kementerian Kesehatan untuk segera membayar kekurangan tagihan pembayaran. Surat pernyataan yang ditandatangani tak kunjung dipatuhi. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun,...

Saat Uji Coba di Jalan Siliwangi Kota Cirebon, Petugas Masih Menemukan Kendaraan Parkir di Jalur Sepeda

Cirebon,- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon mulai melakukan uji coba jalur khusus sepeda di sepanjang Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (17/9/2021). Uji coba jalur...

Lewat Desa Wisata Pantai Tirta Ayu, Pertamina Bantu Gerakkan Ekonomi Desa di Masa Pandemi

Indramayu,- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat secara bertahap menghidupkan kembali potensi pariwisata di Desa Balongan, Indramayu. Melalui program DERMAYU atau Desa Wisata...

More Articles Like This