Jabatan Nashrudin Azis Berakhir, Gubernur Jabar Lantik Penjabat Wali Kota Cirebon

0
204
Pelantikan Penjabat Wali Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Cirebon,- Kepemimpnan Wali Kota Cirebon yang dijabat oleh Drs. Nashrudin Azis telah berakhir pada 16 April 2018. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menunjuk Dr. H. Dedi Taufik sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Cirebon.

Pelatikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 131.32.1467 tahun 2018 tentang Pengangkatan Penjabat Wali Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Sesuai dengan UU No. 10 tahun 2016, bahwa untuk mengisi kekosongan bupati atau wali kota, maka bisa diangkat penjabat bupati atau wali kota yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama sampai dengan pelantikan bupati atau wali kota terpilih sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Aston Hotel

Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan dalam sambutannya mengatakan, agar Penjabat Wali Kota yang baru saja dilantik untuk tetap bekerja profesional.

“Apalagi tahun ini merupakan tahun politik. Maka, saya mewanti-wanti agar tidak ada keberpihakan atau kecenderungan ASN terhadap salah satu pasangan calon yang memengaruhi kinerja,” ujarnya.

Menurutnya, patuhi arahan Menteri PAN dan RB, patuhi arahan Komisi ASN, dan patuhi arahan BKD. ASN provinsi harus jadi contoh wajah pemerintahan yang baik dan profesional.

“Dengan adanya contoh yang baik, maka diharapkan akan ada dampak yang baik pula,” ungkapnya.

Aher berpesan, agar Penjabat Wali Kota Cirebon yang baru bisa mengambil contoh penting yang baik dari pemimpin-pemimpin di Kota Cirebon sebelumnya.

“Ada Pak Subardi, Pak Azis, dan lainnya. Ambil yang baik, kembangkan terus dan berinovasi,” jelasn Aher.

Aher memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada wali kota sebelumnya, Drs. Nashrudin Azis, S.H., atas jasa dan pengabdiannya kepada masyarakat Kota Cirebon selama periode 2013-2018.

Pj. Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si, akan menjadi penjabat Wali Kota Cirebon hingga terpilihnya Wali Kota Cirebon yang baru hasil pilkada 2018.

“Lebih kurang hingga September,” ungkap Dedi.

Selama menjalankan tugas sebagai Penjabat Wali Kota Cirebon, pihaknya akan menjaga netralitas ASN pada Pilkada 2018. Karena, sesuai dengan undang-undang, ASN tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon.

“Saya akan mengawal dan memfasilitasi penyelenggaraan pilkada serentak tahun ini di Kota Cirebon. Terutama agar tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih naik menjadi 78 persen dari sebelumnya 69 persen,” tegasnya. (AC212)

Bagikan:
Signup for the newsletter