Rabu, 27 Oktober 2021

Inilah Upacara Adat Khitanan di Keraton Kacirebonan

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Cirebon,- Keraton Kacirebonan menggelar prosesi “Upacara Adat Khitanan Keraton Kacirebonan” putra dari Sultan Kacirebonan Abdul Gani Natadiningrat, yang berlangsung di Bangsal Prabayaksa Kesultanan Kacirebonan, Jalan Pulasaren, Kota Cirebon, Minggu (6/5/2018).

Elang Panji Jaya, salah satu kerabat Kasultanan Kacirebonan menjelaskan bahwa prosesi upacara adat khitanan ini merupakan salah satu Upacara Agung.

Sejak 80 tahun yang lalu, upacara adat khitanan ini sudah dilaksanakan di Kasultanan Cirebon. Pada tahun 1995, pernah dilaksanakan Khitanan Agung Keraton Cirebon.

Loading...

“Hari ini, adalah pengulangan kembali Prosesi Khitanan Agung di Keraton Cirebon,” ujarnya kepada About Cirebon.

Prosesi Khitanan Agung, bertujuan agar masyarakat Cirebon mengetahui upacara adat itu bermacam-macam di Kasultanan Cirebon. Salah satunya adalah Khitanan Agung, karena prosesinya dilaksanakan di Keraton Kacirebonan, maka untuk memperjelas dengan nama Khitanan Agung Kasultanan Kacirebonan.

BACA YUK:  Kisah dari Brebes : Mengharukan Pertemuan Ibu Kandung dan Anaknya , Setelah 40 Tahun Terpisah

Pantauan About Cirebon, Upacara Khitanan Agung di Kesultanan Kacirebonan diawali dengan Sultan Kacirebonan keluar dan menempati kursi agung bersama istri dan anak-anaknya. Kemudian dilanjut dengan sang putra Pangeran Muhammad Raja Kusuma Natadiningrat yang ingin dikhitan memohon ijin kepada orang tua.

“Untuk memhon ijin mempunyai dua syarat, yaitu harus khatam Al-Quran dan harus bisa menari. Setelah prosesi selesai maka boleh dikhitan,” katanya.

Setelah proses khataman dengan membaca Al-Quran, Putra Sultan kemudian mempersiapkan kembali untuk prosesi siraman Tawandari untuk menghilangkan kotor, dan menolak bala. Namun sebelum itu, dibawakan Kidung Jati Mulya dan Kidung Karahayuan kidung sari ayu.

Ki dalang Sanali menjelaskan, Kidung Jati Mulya adalah pengharapan doa melalui kidungan yang dibawakan oleh leluhurn Kanjeng Sunan Kalijaga untuk mendoakan supaya anak yang di upacara adat mendapatkan suatu kemulyaan, kerahayuan, keselamatan dunia sampai akhirat.

BACA YUK:  Kisah dari Brebes : Mengharukan Pertemuan Ibu Kandung dan Anaknya , Setelah 40 Tahun Terpisah

Setelah upacara siraman selesai, Putra Sultan kembali kepadeleman untuk berganti pakaian dan dilanjut dengan ziarah agung ke tungkak jati leluhur yaitu ke Sunan Gunung Jati atau yang disebut Guru Cipta Rengga. Tetapi, sebelum pelaksanaan ke sana dilakukan ritual, ritualnya adalah, kidung Jatimulya, lalu membacakan doa selamat. Setelah itu, Sultan Kacirebonan memberikan perintah kepada adiknya untuk mengawal persiapan untuk diperjalanan menuju ke astana agung cipta rengga.

Untuk menuju perjalanan, menggunakan garuda mina, kereta paksi naga liman, atau kereta kebesaran.

“Yang dikawal oleh prajurit panutra, prajurit surabraja, prajurit nyimas gandasari dan para abdi dalem,” ungkap Elang Panji Jaya.

Elang Panji Jaya Menambahakan, memaknai prosesi ini merupakan sudah sunnah rosul yakni pada ajaran Islam harus dikhitan. Lalu diberikan wejang-wejangan dari para sepuh agar kedepan anak ini menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

UGJ Gelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-60 dan 61 Tahun 2021

Cirebon,- Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon diselenggarakan di Hotel...

Kawasan Industri di Kota Cirebon Hanya 49,09 Hektar, Perlu Rencana Induk Pembangunan Industri Kota

Cirebon,- Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon menggelar Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana pembangunan industri di Kota Cirebon....

Edi Baredi Terpilih Menjadi Ketua Kadin Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Cirebon menggelar Musyawarah Kabupaten (Mukab) VII tahun 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu hotel Jalan Tuparev,...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun 1999 sampai dengan saat ini....

More Articles Like This