Kamis, 24 Juni 2021

Inilah Tradisi Saji Maleman yang Masih Dilakukan Keraton Kasepuhan

Populer

Polresta Cirebon Gelar Penyekatan Sejumlah Ruas Jalan di Kecamatan Sumber Demi Kebaikan Masyarakat

Cirebon,- Jajaran Polresta Cirebon melakukan penyekatan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Selasa (22/6/2021). Kegiatan tersebut merupakan...

Kombes Pol Arif Budiman Pimpin Polresta Cirebon

Cirebon,- Kombes Pol Arif Budiman, resmi memimpin Polresta Cirebon menggantikan Kombes Pol M. Syahduddi. Acara pisah sambut Kapolresta Cirebon...

Bupati Cirebon : Santri Diminta Melanjutkan Pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi

Cirebon,- Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, menghadiri acara haflah akhirussanah santri tingkat ibtidaiyah hingga aliyah di Pondok Pesantren An Nashuha,...

Inilah Tempat Ngopi di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Para Penikmat Kopi⁣

Majalengka,- Siapa sih yang tidak suka dengan kopi? Hampir semua orang menyukai kopi. Mulai dari remaja hingga dewasa, laki-laki...

Karyawan Mall dan Pusat Perbelanjaan di Cirebon Jalani Vaksinasi

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon kembali menggelar vaksinasi Covid-19. Kali ini menyasar terhadap...

Cirebon,- Tepat 20 Ramadan atau tanggal (5/6/2018) Keraton Kasepuhan Cirebon menggelar Tradisi Saji Maleman.

Permaisuri dan ibu-ibu Keraton Kasepuhan menyiapkan ukup, lilin, kapas, minyak kelapa, untuk dikirim ke Makam Sunan Gunung Jati Cirebon.

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, PRA. Arief Natadiningrat mengatakan tradisi Saji Maleman dalam rangka menyambut Malam Lailatul Qodar.

Loading...
BACA YUK:  Pemda Kota Cirebon dan Pemkab Cirebon akan Koordinasi terkait PPKM Mikro

“Kegiatan diawali dengan pembuatan ukup untuk wewangian ruangan yang dibakar di dalam dupa,” ujarnya, Selasa (5/6/2018).

Ia menjelaskan, ukup terbuat dari kayu-kayuan, akar-akaran yang wangi, kemudian dicacah dan disangrai dengan gula merah.

“Sedangkan, lilin dinyalakan setiap malam tanggal ganjil di Makam Sunan Gunung Jati sampai dengan makan Sultan Sepuh XIII,” jelasnya.

Selain itu, delepak terdiri dari kapas dan minyak kelapa yang dinyalakan setiap malam tanggal ganjil di pintu cungkup Makam Sunan Gunung Jati sampai dengan pintu cungkup makam Sultan Sepuh XIII.

“Tradisi likuran di setiap bulan Ramadan
adalah dalam rangka menyambut malam lailatul qodar, yakni turun ribuan malaikat ke bumi membawa keberkahan dan kemuliaan,” bebernya.

Sehingga, kata Sultan Sepuh XIV, untuk menyambut malam yang mulia tentu kita harus siap, harus wangi, bersih, melek, terang, dan tentunya dengan sholat, dzikir serta doa.

“Semoga, di bulan yang baik ini kita bisa bertemu dengan lailatul qadar, insyaallah,” tutupnya. (AC212)

BACA YUK:  Pemda Kota Cirebon dan Pemkab Cirebon akan Koordinasi terkait PPKM Mikro
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Zalora Big Fashion Sale untuk Penuhi Kebutuhan Fashion dan Gaya Hidupmu⁣

Jakarta,- ZALORA, destinasi online fashion, beauty, lifestyle utama di Asia kembali menghadirkan ZALORA Big Fashion Sale, menawarkan promosi terbesar...

Kapolresta Cirebon Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

Cirebon,- Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budikan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) para Kasat dan Kapolsek jajaran, Rabu (23/6/2021). Upacara sertijab tersebut berlangsung...

Komisi III DPRD Kota Cirebon Buka Layanan Pengaduan PPDB

Cirebon,- Guna memberikan pelayanan kepada calon peserta didik dan orang tua dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan sederajat, Komisi III DPRD Kota...

Tingkatkan Kapasitas, HIPMI BPC Kota Cirebon Gelar Diklatcab

Cirebon,- Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Badan (BPC HIPMI) Kota Cirebon menggelar Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab). Kegiatan tersebut berlangsung di Volte...

More Articles Like This