Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan Argasunya, Kec. Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau yang dikenal dengan muludan merupakan tradisi rutin setiap tahun, yang dipercayai memiliki berkah bagi yang mengikutinya, sekaligus menjadi momentum paling ditunggu oleh warga di Sumur Loa.

Di wilayah ini terdapat belasan pondok pesantren, dan disaat muludan pondok pesantren di Argasunya melangsungkan perayaan muludan dilakukan secara bergilir.

BACA YUK:  Tinjau Arus Balik, Wakapolri: Titik Kemacetan Terjadi di KM 72 sampai dengan KM 52

Pondok Pesantren Piderma mendapat kesempatan menjadi penyelenggara muludan hari ke 16. Hal tersebut dikatakan tokoh masyarakat, Badrus Salam.

“Ini adalah tradisi budaya, pasti dihadiri 4 sampai 5 ribu orang, setiap hari di setiap blok memiliki jadwalnya masing-masing, hari pertama di pondok pesantren di Benda Kerep dan terus akan berlanjut,” ujarnya.

Dalam tradisi tersebut, warga di setiap rumah akan membaca sholawat, kitab Al-barzanji, dan doa-doa, setelah itu pemilik rumah akan membagikan bingkisan berisi kebutuhan bahan-bahan pokok, seperti beras, minyak, dan lainnya.

BACA YUK:  Gelar Halal Bihalal, Politeknik Pariwisata Prima Internasional Promosikan Hasil Karya Mahasiswa

“Masih sama tradisinya, marhabanan, semuanya begitu berbagi jadi orang seneng, ada korona juga disini tidak ada yang berubah,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Pondok Pesantren Piderma yang akrab disapa Gus Haris mengatakan, tema yang diusung pada maulid tahun ini ialah guyub, rukun dalam satu wadah yaitu syafaat Rasulullah.

“Maulid yaitu berbicara tentang cinta kepada Rasulullah, mengekspresikan nya bisa melalui apa saja, rangkaian kegiatannya sederhana pembacaan tawasul, pembacaan maulid, dan makan,” katanya.

Ngalap berkah yang dimaksud oleh sebagian orang yang mengikuti kegiatan tersebut, menurut Gus Haris ialah mendapat kedamain dan berharap syafaat melalui doa yang dipanjatkan.

BACA YUK:  DPPPAPPKB Kota Cirebon : RW Layak Anak Diharapkan Bisa Bertambah di Tahun 2022

“Mulai dari masyarakat sekitar, ada juga dari masyarakat luar kota, yang merayakan satu kampung yang menghadiri beberapa kampung,” tukasnya.(*)

Artikel ini sebelumnya sudah tayang di arahpantura.id dengan judul “Tradisi Tiap Tahun, Masyarakat Argasunya Maknai Maulid Nabi Dengan Berbagi

(Dilihat: 31 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.