Senin, 17 Mei 2021

Inilah Sejarah Klenteng Talang di Cirebon

Populer

Kampung Sabin, Tawarkan Konsep Suasana Bali

Cirebon,- Ingin merasakan suasana seperti di Ubud Bali, kini tidak perlu jauh-jauh harus pergi ke Bali. Pasalnya, di Cirebon...

Pesona Curug Cigetruk yang Belum Banyak Orang Tahu dengan Ketinggian 27 Meter⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kecamatan Dukupuntang dikenal sebagai salah satu wilayah kecamatan penyangga pariwisata berbasis alam (Agrowisata) di Kabupaten Cirebon.⁣⁣⁣ ⁣⁣⁣ Terdapat berbagai sumber...

Serentak, PGRI Kota Cirebon Bagikan 3000 Takjil dan Nasi Kotak di 4 Kecamatan⁣

Cirebon,- Di penghujung Ramadan 1442 H ini, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Cirebon mengadakan kegiatan berbagi. Berbeda dengan...

RedBox Barbershop Ramai Pengunjung, Hari Lebaran Tetap Buka

Cirebon,- Jelang hari raya Idulfitri, jasa potong rambut atau barbershop ramai pengunjung. Hal ini menjadi berkah tersendiri bari para...

Cirebon,- Kota Cirebon merupakan kota yang memiliki banyak sejarah dan memiliki keanekaragaman budaya. Banyak juga bangunan-bangunan bersejarah yang hingga kini masih terjaga.

Salah satunya Klenteng Talang, yang hingga kini masih berdiri di Jalan Talang No. 2, Kecamatan Lemangwungkuk, Kota Cirebon.

Menurut penjaga Klenteng Talang, Yohanes mengatakan pada awalnya Klenteng Talang merupakan tempat ibadah muslim Tionghoa yang bermadzab Hanafi.

Loading...

“Klenteng ini dibangun oleh Tan Sam Cay atau yang biasa dipanggil Mohammad Syafei pada tahun 1450,” ujarnya kepada About Cirebon, Rabu (18/9/2019).

Lanjut Yoyo, sapaan akrab Yohanes, Mohammad Syafei merupakan satu-satunya warga keturunan Tionghoa yang mendapat anugerah dari Sultan Cirebon berupa gelar kepangkatan Tumenggung Aria Dipa Wiracula.

BACA YUK:  Arus Balik, Satlantas Polres Cirebon Kota Lakukan Penyekatan

“Jadi dulu, Klenteng ini sebagai tempat ibadah muslim Tionghoa yang tinggal di Cirebon,” ungkapnya.

Namun, kata Yoyo, karena muslim Tionghoa semakin berkembang pada saat itu, maka tempat ibadah mereka dipindahkan ke Desa Sembung.

“Sementara, bangunan yang ditinggalkan ini, secara berangsur-angsur beralih fungsi menjadi sarana ibadah pengikut ajaran Khonghucu,” jelasnya.

Klenteng Talang, Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Menurut bahasa Cina, tambah Yoyo, Talang yang menjadi nama Klenteng ini berasal dari kata Toa Lang yang berarti orang besar atau tuan besar.

“Sebutan itu ditunjuk kepada tiga orang laksamana besar utama Kaisar Mang yang mendarat di Cirebon pada abad ke-14,” ugkapnya.

“Tiga orang tersebut yakni Chengho (Chenghe), Fa Wan (Fa Xien), dan Khung Wu Fung, yang semuanya beragama Islam,” imbuhnya.

Selama di Cirebon, lanjut Yoyo, ketiga Laksamana ini membangun masjid dan bangunan lain yang digunakan untuk tempat berkumpul kaum muslim Tionghoa.

Sementara itu, Budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer menjelaskan bangunan itu kini jadi saksi toleransi keberagaman pada masa lalu. Keikhlasan masyarakat Islam etnis Tionghoa memberikan masjid Toalang kepada penganut Khonghucu untuk dijadikan rumah ibadah mereka.

BACA YUK:  Peringati Hari Kartini, Wakil Walikota Cirebon Berikan Dukungan dan Semangat Bagi Wanita Indonesia⁣ ⁣

“Memang, pada ada awalnya Klenteng Talang merupakan tempat ibadah muslim Tionghoa yang bemazhab Hanafi,” terangnya.

Dalam catatan sesepuh Tionghoa mendiang dr. Iwan Satibi, kata Nurdin, Klenteng Talang semula berfungsi sebagai sebuah “Rumah Abu”, pindahan dari Klenteng Tiao Kak Sie (kini Vihara Welas Asih) pada tahun 1848 dengan nama aslinya “Yi Chi”.

“Di tempat itu disimpan sekumpulan “Sien Chi” atau “Papan Arwah” dari para leluhur masyarakat Tionghoa di Cirebon yang telah meninggal dunia ratusan tahun yang lalu,” kata Nurdin. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Layanan KA Khusus Non-Mudik di Daop 3 Cirebon Berangkatkan 3.564 Penumpang

Cirebon,- Selama masa larangan mudik lebaran tahun 2021, PT KAI Daop 3 Cirebon telah melayani orang-orang yang dikecualikan sesuai...

Pasca Lebaran, Kepala Daerah Diminta Lakukan Uji Sampling Covid-19

Cirebon,- Pasca hari raya idul Fitri 1442 Hijriah, Presiden Joko Widodo saat Rakor Virtual mengintruksikan kepada Kepala Daerah untuk berhati-hati didalam menyikapi pasca mudik...

Alun-alun Kejaksan Akan Diterapkan Jam Operasional, ini Alasannya

Cirebon,- Jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon meningkat setelah resmi dibuka pada awal April 2021. Namun, masih banyak masyarakat yang...

Penyekatan Arus Balik di Kota Cirebon, Hasil Pemeriksaan Antigen Dinyatakan Negatif

Cirebon,- Petugas Polres Cirebon Kota bersama petugas gabungan melakukan penyekatan arus balik dan pemeriksaan tes cepat antigen di Pos PAM Kalijaga, Kota Cirebon, Senin...

More Articles Like This