Jumat, 14 Agustus 2020

Inilah Sejarah Klenteng Talang di Cirebon

Populer

Inilah Tambahan 16 Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 16 kasus baru. Penambahan baru tersebut merupakan kasus ke-79 sampai...

8 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali

Cirebon,- Delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cikopo - Palimanan (Cipali) KM 184.300, Senin...

Budidaya Ikan Dalam Ember Semakin Diminati di Tengah Pandemi⁣

Cirebon,- Budidaya ikan lele dan ikan patin merupakan salah satu peluang usaha dengan keuntungan yang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk...

Sentosa Live Seafood Market Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Sentosa Live Seafood Market by Kharisma hadir di Kota Cirebon. Restoran Seafood hidup pertama di Kota Cirebon ini...

Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon Tembus 106 Kasus ⁣

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah 6 kasus. Sehingga, kasus terkonfirmasi sampai hari ini, Rabu...

Cirebon,- Kota Cirebon merupakan kota yang memiliki banyak sejarah dan memiliki keanekaragaman budaya. Banyak juga bangunan-bangunan bersejarah yang hingga kini masih terjaga.

Salah satunya Klenteng Talang, yang hingga kini masih berdiri di Jalan Talang No. 2, Kecamatan Lemangwungkuk, Kota Cirebon.

Menurut penjaga Klenteng Talang, Yohanes mengatakan pada awalnya Klenteng Talang merupakan tempat ibadah muslim Tionghoa yang bermadzab Hanafi.

Loading...

“Klenteng ini dibangun oleh Tan Sam Cay atau yang biasa dipanggil Mohammad Syafei pada tahun 1450,” ujarnya kepada About Cirebon, Rabu (18/9/2019).

Lanjut Yoyo, sapaan akrab Yohanes, Mohammad Syafei merupakan satu-satunya warga keturunan Tionghoa yang mendapat anugerah dari Sultan Cirebon berupa gelar kepangkatan Tumenggung Aria Dipa Wiracula.

“Jadi dulu, Klenteng ini sebagai tempat ibadah muslim Tionghoa yang tinggal di Cirebon,” ungkapnya.

Namun, kata Yoyo, karena muslim Tionghoa semakin berkembang pada saat itu, maka tempat ibadah mereka dipindahkan ke Desa Sembung.

“Sementara, bangunan yang ditinggalkan ini, secara berangsur-angsur beralih fungsi menjadi sarana ibadah pengikut ajaran Khonghucu,” jelasnya.

Klenteng Talang, Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Menurut bahasa Cina, tambah Yoyo, Talang yang menjadi nama Klenteng ini berasal dari kata Toa Lang yang berarti orang besar atau tuan besar.

“Sebutan itu ditunjuk kepada tiga orang laksamana besar utama Kaisar Mang yang mendarat di Cirebon pada abad ke-14,” ugkapnya.

“Tiga orang tersebut yakni Chengho (Chenghe), Fa Wan (Fa Xien), dan Khung Wu Fung, yang semuanya beragama Islam,” imbuhnya.

Selama di Cirebon, lanjut Yoyo, ketiga Laksamana ini membangun masjid dan bangunan lain yang digunakan untuk tempat berkumpul kaum muslim Tionghoa.

Sementara itu, Budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer menjelaskan bangunan itu kini jadi saksi toleransi keberagaman pada masa lalu. Keikhlasan masyarakat Islam etnis Tionghoa memberikan masjid Toalang kepada penganut Khonghucu untuk dijadikan rumah ibadah mereka.

“Memang, pada ada awalnya Klenteng Talang merupakan tempat ibadah muslim Tionghoa yang bemazhab Hanafi,” terangnya.

Dalam catatan sesepuh Tionghoa mendiang dr. Iwan Satibi, kata Nurdin, Klenteng Talang semula berfungsi sebagai sebuah “Rumah Abu”, pindahan dari Klenteng Tiao Kak Sie (kini Vihara Welas Asih) pada tahun 1848 dengan nama aslinya “Yi Chi”.

“Di tempat itu disimpan sekumpulan “Sien Chi” atau “Papan Arwah” dari para leluhur masyarakat Tionghoa di Cirebon yang telah meninggal dunia ratusan tahun yang lalu,” kata Nurdin. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bupati Cirebon: Minta Masyarakat Terapkan Protokol Kesehatan

Cirebon,- Terus melonjaknya jumlah warga yang terkonfirmasi positif covid-19, membuat pemerintah pusat menekankan kepada pemerintah daerah, untuk tegas dalam...

Mobil Mikrobus yang Terlibat Kecelakaan di Tol Cipali Tidak Laik Jalan

Cirebon,- Mobil Mikrobus Elf yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Tol Cipali KM 184.300 yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia tersebut tidak laik jalan.Berdasarkan...

Sopir Elf Ditetapkan sebagai Tersangka Kecelakaan Lalu Lintas di Tol Cipali ⁣

Cirebon,- Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Tol Cipali KM 184.300 pada hari Senin (10/8) lalu, Satlantas Polresta Cirebon sudah menetapkan satu...

42 Orang Sembuh Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Cirebon,- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon kembali bertambah dua kasus. Sehingga, total keseluruhan sampai tanggal 13 Agustus 2020 mencapai 108 kasus terkonfirmasi.Dari...

Grab Cirebon Sosialisasi Layanan Grab Protect dari Kantor ke Kantor

Cirebon,- Di tengah pandemi, Grab terus melakukan inovasi-inovasi untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pelanggan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.Seperti yang dilakukan Grab Cirebon dengan...

More Articles Like This