Minggu, 17 Oktober 2021

Inilah Sejarah Klenteng Talang di Cirebon

Populer

750 Tanaman Bonsai Nasional Dipamerkan di Cirebon

Cirebon,- Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Cirebon menggelar Pameran Bonsai Nasional dan Exibisi Adenium hingga 12 Oktober 2021....

Selama Pandemi COVID-19, Pecinta Bonsai di Tanah Air Meningkat 40 Persen

Cirebon,- Selama Pandemi COVID-19 banyak masyarakat memiliki waktu luang untuk beraktivitas dan menyalurkan hobi. Seperti halnya pecinta tanaman hias...

Kirab Merah Putih dari Balai Kota Cirebon Menuju Astana Gunung Jati

Cirebon,- Kirab Merah Putih dalam rangka HUT ke-76 TNI, membawa bendera pusaka dari Balai Kota Cirebon menuju Astana Gunung...

Tiga Atlet Asal Kota Cirebon Raih Medali di PON XX Papua

Cirebon,- Sebanyak 17 atlet asal Kota Cirebon memperkuat kontingen Jawa Barat dalam PON XX 2021 Papua. Dari 17 atlet...

Bangun Bisnis Industri Rumahan, Pasangan Suami Istri Ini Raup Omset Ratusan Juta Rupiah

Cirebon,- Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap penjualan para pelaku bisnis hingga UMKM. Namun, pandemi ini tidak berpengaruh terhadap usaha...

Cirebon,- Kota Cirebon merupakan kota yang memiliki banyak sejarah dan memiliki keanekaragaman budaya. Banyak juga bangunan-bangunan bersejarah yang hingga kini masih terjaga.

Salah satunya Klenteng Talang, yang hingga kini masih berdiri di Jalan Talang No. 2, Kecamatan Lemangwungkuk, Kota Cirebon.

Menurut penjaga Klenteng Talang, Yohanes mengatakan pada awalnya Klenteng Talang merupakan tempat ibadah muslim Tionghoa yang bermadzab Hanafi.

Loading...

“Klenteng ini dibangun oleh Tan Sam Cay atau yang biasa dipanggil Mohammad Syafei pada tahun 1450,” ujarnya kepada About Cirebon, Rabu (18/9/2019).

Lanjut Yoyo, sapaan akrab Yohanes, Mohammad Syafei merupakan satu-satunya warga keturunan Tionghoa yang mendapat anugerah dari Sultan Cirebon berupa gelar kepangkatan Tumenggung Aria Dipa Wiracula.

BACA YUK:  Pengidap "Cerebral Palsy" Asal Gempol Dirujuk ke RSHS Bandung

“Jadi dulu, Klenteng ini sebagai tempat ibadah muslim Tionghoa yang tinggal di Cirebon,” ungkapnya.

Namun, kata Yoyo, karena muslim Tionghoa semakin berkembang pada saat itu, maka tempat ibadah mereka dipindahkan ke Desa Sembung.

“Sementara, bangunan yang ditinggalkan ini, secara berangsur-angsur beralih fungsi menjadi sarana ibadah pengikut ajaran Khonghucu,” jelasnya.

Klenteng Talang, Lemahwungkuk Kota Cirebon.

Menurut bahasa Cina, tambah Yoyo, Talang yang menjadi nama Klenteng ini berasal dari kata Toa Lang yang berarti orang besar atau tuan besar.

“Sebutan itu ditunjuk kepada tiga orang laksamana besar utama Kaisar Mang yang mendarat di Cirebon pada abad ke-14,” ugkapnya.

“Tiga orang tersebut yakni Chengho (Chenghe), Fa Wan (Fa Xien), dan Khung Wu Fung, yang semuanya beragama Islam,” imbuhnya.

Selama di Cirebon, lanjut Yoyo, ketiga Laksamana ini membangun masjid dan bangunan lain yang digunakan untuk tempat berkumpul kaum muslim Tionghoa.

Sementara itu, Budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer menjelaskan bangunan itu kini jadi saksi toleransi keberagaman pada masa lalu. Keikhlasan masyarakat Islam etnis Tionghoa memberikan masjid Toalang kepada penganut Khonghucu untuk dijadikan rumah ibadah mereka.

BACA YUK:  Kini Penggemar Jazz di Cirebon Bisa Menikmati Kembali Jazz Night

“Memang, pada ada awalnya Klenteng Talang merupakan tempat ibadah muslim Tionghoa yang bemazhab Hanafi,” terangnya.

Dalam catatan sesepuh Tionghoa mendiang dr. Iwan Satibi, kata Nurdin, Klenteng Talang semula berfungsi sebagai sebuah “Rumah Abu”, pindahan dari Klenteng Tiao Kak Sie (kini Vihara Welas Asih) pada tahun 1848 dengan nama aslinya “Yi Chi”.

“Di tempat itu disimpan sekumpulan “Sien Chi” atau “Papan Arwah” dari para leluhur masyarakat Tionghoa di Cirebon yang telah meninggal dunia ratusan tahun yang lalu,” kata Nurdin. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

2 Kota Sekaligus! FIFGroup Fest Beri Kejuatan Promo di Samarinda dan Balikpapan

Samarinda,- FIFGROUP FEST kembali hadirkan event promo pertamanya di bulan Oktober dengan menyambangi 2 kota sekaligus, yaitu Kota Samarinda...

Musyawarah Nasional IMA Tetapkan Suparno Djasmin Sebagai President IMA Periode 2021-2023

Jakarta,- Seiring dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan Indonesia Marketing Association (IMA) periode 2019-2021, presidium IMA menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2021. Munas yang diselenggarakan tiap...

Sampaikan Aspirasi, Warga Cucimanah Kota Cirebon Dapat Bantuan Kursi Roda dan Tongkat

Cirebon,- Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati memberikan bantuan kursi roda dan tongkat kepada warga Cucimanah Kelurahan Jagasatru, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Sabtu (16/10/2021). Bantuan...

Warga RW 04 Surapandan Keluhkan Infrastruktur ke Wakil Ketua DPRD

Cirebon,- Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah S.Sos melakukan kegiatan reses di RW 04 Surapandan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (15/10/2021). Kegiatan reses...

More Articles Like This