Inilah Refleksi 3 Tahun Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Cirebon

Cirebon,- Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., dan Wakil Walikota Cirebon Dra. Hj. Eti Herawati memasuki tahun ketiga kepemimpinan di Kota Cirebon. Azis dan Eti dilantik pada 12 Desember 2018 lalu oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung.

Refleksi kepemimpinan Azis-Eti menggelar pertemuan dengan awak media di lantai 3 Gedung Setda, Kota Cirebon, Senin (13/12/2021). Dalam kesempatan tersebut hadir Eti Herawati yang didampingi Sekretaris Daerah dan Asisten Pemerintahan dan Kesra.

Perjalanan tiga tahun bagi Azis-Eti tidaklah mudah. Pada tahun kedua kepemimpinan Azis-Eti harus menghadapi ujian besar, yaitu menghadapi Pandemi COVID-19. Wabah yang mendunia itu menghantam pula kota udang. Ribuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 tercatat selama 2020-2021.

Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Daerah Kota Cirebon di bawah kepemimpinan Azis-Eti guna melawan Pendemi yang turut merenggut ratusan nyawa warga Kota Cirebon. Mulai dari pencegahan, penanganan, hingga penanggulangan dampak pagebluk Covid-19.

BACA YUK:  Pemerintah Bolehkan Salat Tarawih Berjemaah, Wali Kota Cirebon: Tetap Jaga Protokol Kesehatan

Kebijakan anggaran yang berpihak pada percepatan untuk mengakhiri ujian berat itu ditempuh Pemda Kota Cirebon. Sekalipun berkonsekuensi pada pelambatan pembangunan.

Namun Azis-Eti menaruh penyelamatan nyawa warganya sebagai prioritas dan tidak bisa ditawar-tawar. Kesehatan warga Kota Cirebon menjadi yang terpenting untuk diutamakan.

Kini, Pandemi COVID-19 dirasakan bersama mulai melandai. Kota Cirebon berhasil melewati fase sulit dalam mengendalikan penyebaran virus Corona. Hampir dua tahun pergulatan melawan Pandemi membuat banyak program pembangunan, baik infrastruktur maupun Sumber Daya Manusia (SDM) terpaksa ditunda.

“Alhamdulillah berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, kita telah melalui ujian berat berupa pandemi Covid-19. Meski masih ada, tapi virus Corona saat ini penyebarannya sudah sangat minim,” ujar Azis dalam keterangan tertulis.

Secara khusus, ia berterima kasih dan mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang terlibat di garis terdepan penanganan Covid-19. Meski harus bertaruh nyawanya sendiri, namun para tenaga kesehatan secara sungguh-sungguh telah menyelamatkan banyak nyawa lain.

BACA YUK:  Sidak Lokasi Program Kotaku, Komisi II DPRD Kota Cirebon Dapat Keluhan dari Warga

“Tidak ada balasan yang terbaik, selain dari Allah, Tuhan yang Maha Kuasa,” kata Azis.

Azis menyadari, telah terjadi pelambatan dalam realisasi program-program kerja yang dicanangkannya, sebagai salah satu dampak Pandemi COVID-19. Pihaknya memohon maaf atas hal itu. Seiring dengan melandai kasus COVID-19, Azis menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk bangkit mengejar ketertinggalan tersebut.

“Kami ingin kejar ketertinggalan dalam realisasi program-program dalam visi dan misi SEHATI (Sehat, Hijau, Agamis, Tentram, dan Inovatif). Semaksimal mungkin kami memulainya pada tahun 2022. Kita bersama-sama harus bangkit dan lakukan percepatan,” tutur Azis.

Dalam mewujudkan percepatan realisasi program pasca-pandemi Covid-19, pihaknya mengajak seluruh SKPD di lingkungan Pemda Kota Cirebon untuk memacu kinerjanya secara berkolaborasi dan terintegrasi.

“Saya sudah mintakan semua SKPD memprioritaskan realisasi program yang berkaitan dengan visi SEHATI,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Eti Herawati mengatakan di sisa masa jabatan dua tahun dirinya bersama Wali Kota Azis, merupakan waktu yang harus dioptimalkan untuk mewujudkan program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cirebon 2018-2023.

BACA YUK:  Mengenal Gejala Hepatitis Misterius Akut, ini Penjelasan dr. Rusli Suhandi

“Di bawah kepemimpinan Pak Wali Kota, kami harus memulai percepatan pelaksanaan program yang sudah ditargetkan. Karena kita tahu semua, pandemi Covid-19 selama 2020 dan 2021 membuat banyak program tertunda. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat Kota Cirebon,” ujar Eti.

Dengan tagline Saatnya Bangkit dan Lakukan Percepatan, menurut Eti, tagline yang bentul-betul mengena saat ini. Karena kita bangkit dengan situasi hari ini yang sangat buat kita.

“Tapi saya bersama seluruh jajaran dan Walikota tentu tidak menyerah begitu saja. Disisa waktu dua tahun, Insyaallah target-target yang tertunda di tahun 2020-2021, mudah-mudahan tahun 2022 bisa tercover dilanjut 2023,” kata Eti. (AC212)

(Dilihat: 17 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.