Inilah Komitmen Telkomsel untuk Memaksimalkan Potensi Desa melalui Program Baktiku Negeriku

Purwakarta,- Selama dua hari, Telkomsel menurunkan 15 orang karyawannya untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam kerja sukarela melalui program Employee Volunteering di Desa Salem, Purwakarta.

Para relawan tersebut hadir untuk menularkan gerakan peduli lingkungan (green movement) serta memberikan edukasi kewirausahaan, literasi keuangan juga pemasaran digital, melalui pemanfaatan platform aplikasi digital yang diberi nama Baktiku Negeriku.

Masyarakat pun didukung dengan pembangunan fasilitas digital center yang berisi perangkat komputer beserta akses internetnya.

1. Program CSR Telkomsel

Baktiku Negeriku merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkomitmen dalam melakukan pendampingan wilayah pedesaan Indonesia melalui penyediaan akses informasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital.

Program ini memiliki tujuan pengembangan 4 aspek utama, yaitu stakeholder relationship, community development, employee involvement serta industrial relationship dengan mengkolaborasikan Corporate Management melalui keterlibatan Serikat Pekerja Telkomsel (SEPAKAT).

BACA YUK:  Alfamart Bagikan Ratusan Takjil di Jalan Siliwangi Kota Cirebon

General Manager Sales Regional Eastern Jabotabek Telkomsel, Badar mengatakan Telkomsel menyadari pentingnya edukasi dan sarana penunjang untuk mewujudkan Indonesia digital.

“Melalui program Baktiku Negeriku, kami hadir dalam membangun sinergi yang kuat antara masyarakat dan perangkat desa bersama mengangkat potensi desa di dunia digital,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima About Cirebon, Kamis (17/1/2019).

2. Target 17 Desa di Seluruh Indonesia

Pihaknya ingin mendukung terciptanya ekosistem digital desa, yakni dengan masyarakat juga bisa ikut memanfaatkan kemajuan teklnologi digital yang ada untuk hal yang positif dan mengangkat kemajuan ekonomi desa.

Menurut Badar, fase pertama dari program ini telah dituntaskan di delapan titik yang tersebar di seluruh Indonesia, pada tahun 2017 lalu.

Gelaran fase kedua berlanjut lagi pada akhir tahun 2018 dimulai dari Desa Gambung Ciwidey, kemudian bergeser ke Lembang-Bandung pada awal tahun 2019 dan berlanjut ke wilayah agrowisata desa Salem di Purwakarta.

BACA YUK:  Tingkat Partisipasi Pemilih Pada Pemilu 2024 di Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon Capai 85,95 Persen

“Telkomsel menargetkan total 14 Desa di seluruh Indonesia yang akan dimaksimalkan potensi daerahnya melalui program ini,” ungkapnya.

3. Alasan Angkat Desa Salem Program Baktiku Negeriku

Lanjut Badar, Desa Salem Purwakarta memiliki potensi yang menarik untuk diangkat sebagai lokasi program Baktiku Negeriku.

Desa ini memiliki potensi di bidang pertanian seperti padi, sektor perkebunan seperti kebun durian dan sayur-sayuran, budidaya jamur serta potensi peternakan jangkrik.

“Selain itu, desa ini juga punya potensi di bidang UMKM yang cukup besar khususnya dalam industri pengelolaan makanan dari hasil panen masyarakat setempat seperti pengolahan jahe dan kunyit bubuk, kripik bawang, dan sagon bakar serta pengelolaan makanan lainnya,” bebernya.

4. Sasar Komunitas Warga

Program Baktiku Negeriku, Telkomsel menyasar pada komunitas warga desa, seperti Karang Taruna dan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta para pelajar.

BACA YUK:  Kerja Sama dengan Cirebon Tiket, Sociamedic Clinic Berikan Harga Spesial Treatment Hemat

Disini, kata Badar, relawan karyawan Telkomsel ikut membaur berbagi ilmu agar masyarakat desa dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital secara efektif dan kreatif dalam memajukan ekonomi desa, sebagai bagian dari penerapan konsep smart people.

“Kami senang masyarakat desa Salem menyambut positif kegiatan Baktiku Negeriku ini. Kami harap melalui kegiatan ini dapat tercipta ekonomi desa yang lebih baik lagi, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital yang ada,” harapnya.

“Telkomsel hadir tidak hanya memberikan produk dan layanan terbaik untuk masyarakat, tetapi juga memastikan layanan tersebut dapat dimanfaatkan dengan positif dan maksimal, khususnya untuk mengangkat sektor ekonomi dan agrowisata seperti di desa Salem ini,” tutup Badar. (AC212)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *