Inilah Kisah Perjalanan Pria Asal Susukan Bersepeda dari Bangkok Menuju Cirebon

Cirebon,- Seorang pesepeda asal Cirebon melakukan perjalanan menggunakan sepeda dari Bangkok Thailand sejak tanggal 22 Desember 2022.

Pria bernama Bakhrul Ulum ini bersepeda dari negeri Gajah Putih menuju kampung halamannya di Dusun Karang Anyar Desa Bojong Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon.

Ia mengaku sudah menempuh perjalanan sejauh 2.182 Kilometer dan pada Sabtu (14/1/2023) sudah berada di Singapura untuk melanjutnya perjalanannya ke Kota Batam Kepulauan Riau.

Saat menuju Kuala Lumpur, Malaysia

“Kalau tidak ada kendala teknis, saya akan ambil KM Kelud tanggal 18 dari Batam ke (tanjung) Priok. Dan nantinya bersepeda ke Cirebon. Saya akan mengakhiri perjalanan di tanggal 22 Januari di Cirebon,” ujarnya kepada About Cirebon, Sabtu (14/1/2023).

Bakhrul Ulum yang merupakan lulusan SMK Negeri 1 Cirebon ini mendokumentasikan perjalanannya di akun instagram @Bykefulness.

BACA YUK:  Disdukcapil Kota Cirebon Terus Dorong Cakupan Kepemilikan KIA

“Bykefulness adalah sebuah projek bersepeda dari Bangkok menuju arah selatan. Mencoba mencapai kampung halaman di Cirebon,” katanya.

Ditambahkan Bayu sapaan akrabnya, misinya bersepeda dari Thailand menuju Cirebon ini sengaja dilakukan dengan membawa misi yakni isu lingkungan dan isu literasi di Indonesia.

Terkait isu lingkungan, Bayu membeberkan sebuah riset yang menunjukan jika satu orang yang melakukan perjalanan menggunakan pesawat komersil, maka ada sebanyak 250 Kg CO2 yang dihasilkan dari 1 jam perjalanannya.

“Untuk itu salah satu misi utama saya melakukan perjalanan ini adalah karena mempunyai waktu yang tepat melakukan kontribusi kecil untuk lingkungan tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, biasanya perjalanan menggunakan pesawat dari Bangkok menuju Jakarta dapat ditempuh dengan waktu 4 jam perjalanan dengan menghasilkan emisi sebanyak 1.000 Kg.

BACA YUK:  Grage Grand Business Hotel Cirebon Gelar Bukber Bersama Karyawan dan Juga Santunan Anak Yatim

“Maka dengan melakukan perjalanan dengan sepeda ini, saya memilih untuk tidak ikut serta memproduksi emisi sebanyak 1.000 Kg itu,” ujarnya

Selain isu lingkungan, menurut Bayu perjalananya ini juga memuat isu literasi, terutama terkait menaikan minat baca masyarakat Indonesia.

Ini menyusul data UNESCO yang menyebut minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, artinya dari 1.000 orang di Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca.

“Bersama perjalanan ini, saya sedang menyusun buku digital yang berisi foto-foto dan kisah-kisah perjalanan saya. Yang nantinya akan saya bagikan gratis kepada teman-teman follower Instagram saya, tapi dengan satu syarat,” ujar Bayu

Adapun syarat untuk mendapatkan buku digitalnya, menurut Bayu dengan menyumbangkan donasi kepada kelompok taman baca yang bernama Busa Pustaka.

BACA YUK:  Selama 2023, DPPPAPPKB Kota Cirebon Catat Ada 36 Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

“Taman Baca ini digerakkan di Lampung, dan mempunyai misi untuk menaikkan minat baca khususnya anak-anak,” tambahnya

Ia pun bekerja sama dengan laman Kitabisa untuk mendukung isu peningkatan literasi atau minat baca ini.

“Melalui halamankitabisa.com/campaign/dukungbusapustaka teman-teman saya bisa menyumbangkan uang di platform tersebut, dan nantinya akan saya siapkan formulir khusus untuk mengupload bukti donasi, untuk kemudian akan saya kirimkan buku tulisan saya,” tambahnya.

Bayu juga mengaku berterima kasih dengan berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan menggunakan sepeda dari Bangkok Thailand menuju ke Cirebon Jawa Barat.

“Langkah kecil yang semoga bisa diambil pelajaran untuk melakukan kontribusi dalam bentuk apapun, agar memberikan manfaat kepada isu-isu yang dianggap penting. Terima kasih telah mau menyebarkan pesan saya,” tutupnya. (ARD)

Bagikan:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *