Inilah Kegiatan Sepanjang Ramadan di Keraton Kanoman

0
52
Muggahan di Keraton Kanoman

Cirebon,- Tradisi Ramadan ala Keraton Kanoman masih tetap dijaga dari tahun ke tahun. Pelestarian budaya leluhur menjadi tanggung jawab bagi penerus keluarga di masa yang akan datang.

Dimulai dari tradisi munggahan sebelum Ramadan, hingga malam takbiran nanti merupakan rentetan agenda yang harus dijalani. Hal inilah yang menjadi kerinduan dan kehangatan bagi keluarga Keraton Kanoman selama Ramadan.

“Keraton mempunyai tradisi yang khusus selama Ramadan dan menjelang lebaran. Keduanya ada perpaduan unsur budaya dan keagamaan yang melekat melalui doa-doa, tawasul untuk para leluhur dan untuk keselamatan umat,” ungkap Ratu Arimbi Nurtina.

Aston Hotel

Misalnya saja, yang pada 27 Ramadan diadakannya kegiatan pitu likuran yang memperingati malam ganjil Ramadan. Keluarga keraton Kanoman beserta warga sekitar dan perwakilan desa-desa bersilaturahmi, berdoa bersama, sekaligus bertawasul untuk para leluhur dan juga berdoa untuk keselamatan umat. Hal ini sudah dilakukan pada malam ganjil sebelumnya yakni 21, 23, dan 25 Ramadan untuk menyambut Lailatul Qodar.

Kagiatan tersebut diadakan sore hari ba’da ashar yang diadakan di Bangsal Paseban yang dipimpin langsung oleh Pangeran Patih Raja Muhammad Qodiran yang mewakili Sultan Raja Emirudin.

“Selain pitu likuran ada juga tradisi bakar damar di malam hari dengan pengharapan bahwa malam lailatul qodar lebih cerah, mendapatkan malam spesial di antara malam seribu bulan,” tambahnya.

Kegiatan lainnya secara umum sama dengan masyarakat lain. Seperti solat tarawih, tadarus dan juga khataman Al-Qur’an yang diadakan 2x selama Ramadan yaitu pada tanggal 17 Ramadan dan tanggal 27 Ramadan.

Ada lagi yang tak kalah penting dan menjadi tradisi khas Keraton Kanoman yaitu wukuf yang merupakan kegiatan menjaga atau merawat alat-alat peninggalan leluhur berupa keris, ambeng, dan lainnya. Dilakukan pengasapan yang menggunakan bahan tradisional wukuf dan kemenyan. Hal ini berguna untuk lebih mengawetkan dan mengusir rayap jika barang peninggalan tersebut terbuat dari kayu.

“Pertengahan Ramadan kami membuat lilin sendiri yang nantinya lilin itu digunakan pada tanggal 25 Ramadan untuk acara serenan lilin. Kami datang ke Astana Gunung Sembung dan meletakkan puluhan lilin di masing-masing makam leluhur sekaligus bedoa,” jelasnya.

Pada pertengahan Ramadan juga pihak keraton sudah disibukkan dengan membuat jamuan untuk menyambut tamu saat lebaran nanti. (AC560)

Bagikan:
Signup for the newsletter