Ini yang Dilakukan Ponpes Husnul Khotimah Menyusul 46 Santri Positif Covid-19

Kuningan,- Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah yang berada di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan ditutup sementara mulai hari ini 25 September sampai batas yang belum ditentukan.

Penutupan sementara tersebut menyusul adanya 46 santri Ponpes Husnul Khotimah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri.

Ketua Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH Mu’tamad mengatakan Pondok Pesantren Husnul Khotimah telah melakukan upaya penanganan pencegahan Covid-19 sebelum kedatangan santri.

“Sebelum kedatangan santri kami melakukan persiapan sesuai persyaratan protokol kesehatan yang berkaitan dengan Pandemi Covid-19,” ujar KH Mu’tamad dalam keterangan resmi yang diterima About Cirebon, Jumat (25/9/2020).

Pihaknya menceritakan, kedatangan santri gelombang pertama pada tanggal 1-3 Agustus 2020 mensyaratkan untuk dilakukan pemeriksaan Rapid Test.

BACA YUK:  PT PNM Cabang Cirebon Targetkan 3.000 Nasabah PNM Mekar Miliki NIB

Pemeriksaan Rapid Test gelombang pertama dilakukan kepada 702 santri yang datang. Dari 702 santri yang di Rapid Test, 700 santri diantaranya non reaktif dan 2 santri reaktif.

“2 santri yang reaktif ini dipulangkan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan swab di asalnya masing-masing. Dan kami juga melakukan swab kepada 150 orang pegawai dengan hasil negatif semua,” ungkapnya.

Kemudian, pada tanggal 29-30 Agustus 2020, kedatangan santri gelombang kedua dilakukan pemeriksaan PCR di Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Pada gelombang kedua ini, menurut KH. Mu’tamad, santri yang datang sebanyak 1.350 santri. Dari 1.350 santri yang diperiksa PCR, ada 7 santri yang positif dan langsung dilakukan isolasi mandiri.

BACA YUK:  AWS dan PJI Inisiasi Steam for the Future Guna Siapkan Generasi Muda Indonesia untuk Pekerjaan Teknologi

“Setelah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, 7 santri tersebut dilakukan pemeriksaan swab yang kedua dan Alhamdulillah hasilnya negatif,” bebernya.

Kedatangan gelombang ketiga pada tanggal 12-13 September 2020, pihak pondok pesantren kembali melakukan pemeriksaan swab untuk 1.200 santri. Hasilnya, 3 orang santri terkonfirmasi positif dan dilakukan isolasi mandiri.

“Kami terus memantau perkembangan santri yang positif. Setelah 14 hari kami melakukan Swab ulang dan Alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya

Mulai tanggal 12-24 September 2020, kata KH. Mu’tamad, sebagian santri mengalami batuk, flu dan panas dan langsung melakukan penanganan dengan pemeriksaan swab.

“Dari pemeriksaan swab, ditemukan 46 santri yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini dalam proses isolasi mandiri,” ujar KH. Mu’tamad.

BACA YUK:  Tradisi Grebeg Syawal di Cirebon Dikenal Juga dengan Lebaran Ketupat sebagai Ungkapan Rasa Syukur

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan Pondok Pesantren Husnul Khotimah setelah santri berada di pondok pesantren yaitu dengan melakukan dan mendisiplinkan protokol kesehatan 3 M (Mencuci tangan, Memakai masker
dan Menjaga jarak).

Pihaknya juga memisahkan santri yang terkonfirmaai gejala Covid-19 dan dilakukan karantina, serta menambahkan menu makanan dan suplemen untuk meningkatkan imunitas.

“Kami juga melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan tim satgas covid Kabupaten untuk penanganan Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah,” katanya.

Untuk itu kepada Bapak/Ibu Wali Santri, pihaknya mohon agar tetap tenang dan memperbanyak doa, semoga kami dapat melakukan penanganan yang terbaik dalam pencegahan wabah Covid-19 ini. (AC212)

(Dilihat: 66 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.