Sabtu, 24 Oktober 2020

Ini yang Dilakukan Ponpes Husnul Khotimah Menyusul 46 Santri Positif Covid-19

Populer

39 Nakes Positif Covid-19, Layanan di RSD Gunung Jati Tutup Selama 6 Hari

Cirebon,- Rumah Sakis Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon kembali menutup sementara pelayanan mulai tanggal 22 sampai 27 Oktober 2020. Sebelumnya,...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga...

Nakes RSD Gunung Jati Positif Covid-19, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Cirebon,- Pihak Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon memberikan penjelasan terkait penutupan sementara sejumlah pelayanan. Penutupan sementara untuk...

Indonesia Fortuner Community Gelar Bakti Sosial di Objek Wisata Telaga Biru

Kuningan,- Indonesia Fortuner Community (IFC) menggelar bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako untuk warga Desa Kaduela Kecamatan Pasawahan Kabupaten...

Siswa MANU Putra Buntet Cirebon Lolos Parlemen Remaja DPR RI

Cirebon,- Siswa kelas XII Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putra Buntet Pesantren Cirebon, Alif Luqman Jayadi (18) lolos menjadi...

Kuningan,- Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khotimah yang berada di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan ditutup sementara mulai hari ini 25 September sampai batas yang belum ditentukan.

Penutupan sementara tersebut menyusul adanya 46 santri Ponpes Husnul Khotimah yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 melakukan isolasi mandiri.

Ketua Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH Mu’tamad mengatakan Pondok Pesantren Husnul Khotimah telah melakukan upaya penanganan pencegahan Covid-19 sebelum kedatangan santri.

Loading...

“Sebelum kedatangan santri kami melakukan persiapan sesuai persyaratan protokol kesehatan yang berkaitan dengan Pandemi Covid-19,” ujar KH Mu’tamad dalam keterangan resmi yang diterima About Cirebon, Jumat (25/9/2020).

BACA YUK:  Buntut Pindahan Warga Binaan dari Cipinang, Lapas Kesambi Gelar Swab Massal

Pihaknya menceritakan, kedatangan santri gelombang pertama pada tanggal 1-3 Agustus 2020 mensyaratkan untuk dilakukan pemeriksaan Rapid Test.

Pemeriksaan Rapid Test gelombang pertama dilakukan kepada 702 santri yang datang. Dari 702 santri yang di Rapid Test, 700 santri diantaranya non reaktif dan 2 santri reaktif.

“2 santri yang reaktif ini dipulangkan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan swab di asalnya masing-masing. Dan kami juga melakukan swab kepada 150 orang pegawai dengan hasil negatif semua,” ungkapnya.

Kemudian, pada tanggal 29-30 Agustus 2020, kedatangan santri gelombang kedua dilakukan pemeriksaan PCR di Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Pada gelombang kedua ini, menurut KH. Mu’tamad, santri yang datang sebanyak 1.350 santri. Dari 1.350 santri yang diperiksa PCR, ada 7 santri yang positif dan langsung dilakukan isolasi mandiri.

“Setelah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, 7 santri tersebut dilakukan pemeriksaan swab yang kedua dan Alhamdulillah hasilnya negatif,” bebernya.

Kedatangan gelombang ketiga pada tanggal 12-13 September 2020, pihak pondok pesantren kembali melakukan pemeriksaan swab untuk 1.200 santri. Hasilnya, 3 orang santri terkonfirmasi positif dan dilakukan isolasi mandiri.

BACA YUK:  Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon Libatkan MUI dalam Penanganan Jenazah Covid-19

“Kami terus memantau perkembangan santri yang positif. Setelah 14 hari kami melakukan Swab ulang dan Alhamdulillah hasilnya negatif,” jelasnya

Mulai tanggal 12-24 September 2020, kata KH. Mu’tamad, sebagian santri mengalami batuk, flu dan panas dan langsung melakukan penanganan dengan pemeriksaan swab.

“Dari pemeriksaan swab, ditemukan 46 santri yang terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini dalam proses isolasi mandiri,” ujar KH. Mu’tamad.

Adapun langkah-langkah yang telah dilakukan Pondok Pesantren Husnul Khotimah setelah santri berada di pondok pesantren yaitu dengan melakukan dan mendisiplinkan protokol kesehatan 3 M (Mencuci tangan, Memakai masker
dan Menjaga jarak).

Pihaknya juga memisahkan santri yang terkonfirmaai gejala Covid-19 dan dilakukan karantina, serta menambahkan menu makanan dan suplemen untuk meningkatkan imunitas.

“Kami juga melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan tim satgas covid Kabupaten untuk penanganan Covid-19 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah,” katanya.

Untuk itu kepada Bapak/Ibu Wali Santri, pihaknya mohon agar tetap tenang dan memperbanyak doa, semoga kami dapat melakukan penanganan yang terbaik dalam pencegahan wabah Covid-19 ini. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Warga Cirebon Budidaya Ikan Cupang Hingga Dijual ke Luar Negeri

Cirebon,- Budidaya ikan cupang kini semakin diminati di Indonesia. Pasalnya, bisnis ikan cupang ini sangat menjanjikan omset hingga ratusan...

Daop 3 Cirebon Mencatat Kenaikan Penumpang Sebesar 3 Persen di Bulan Oktober

Cirebon,- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon mencatat ada kenaikan volume penumpang sebesar 3 persen pada bulan Oktober 2020. Manager Humas...

Di Balik Profesi Sebagai Dokter Kandungan, dr. Yasmin Dermawan Punya Hobi Menantang

Cirebon,- Dikenal sebagai dokter spesialis kandung atau dokter Obgyn di Kota Cirebon, dr. Yasmin Dermawan, SpOG mempunyai tanggung jawab besar dalam menangani ibu hamil. Tak...

Bupati Cirebon Bolehkan Belajar Tatap Muka Bagi Kecamatan Zona Hijau

Cirebon,- Beberapa sekolah di Kabupaten Cirebon mulai memberlakukan belajar tatap muka. Bupati Cirebon, Drs. H. Imron meminta tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19. Menurut Imron, untuk...

More Articles Like This