Ini yang Dilakukan OJK Cirebon Sepanjang Tahun 2018 Untuk Edukasi Keuangan

Cirebon,- Selama tahun 2018, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara nasional rutin melakukan kurang lebih 1200 kegiatan edukasi keuangan ke berbagai macam komunitas, melakukan peluncuran online Modul E-leaming untuk tingkat SD dan SMP.

Selain itu juga OJK telah melaksanakan bulan inklusi keuangan yang melibatkan 557 LJK yang dilaksanakan di 189 kota serta berhasil membuka 7,5 juta rekening baru.

Terkait perlindungan konsumen, OJK juga telah melakukan re-branding contact center yang sebelumya di nomor 1500-655 menjadi Kontak OJK 157, yang didukung dengan infrastruktur yang lebih handal dan layanan yang lebih cepat.

Kepala OJK Cirebon, M. Luthfi mengatakan OJK telah melakukan peluncuran Roadmap “Penguatan Mekanisme Penyelesaian Sengketa Melalui LAPS disektor Jasa Keuangan (2018-2022), serta rutin melakukan pengawasan Market Conduct.

BACA YUK:  Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta Masalah Kontrak Pasar Kanoman Diselesaikan

“Untuk meningkatkan literasi pasar modal sejak dini, Bursa Efek Indonesia didukung oleh OJK bekerja sama dengan perusahaan efek juga telah meresmikan Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia,” ujarnya kepada awak media saat Press Release akhir tahun di Kantor OJK Cirebon, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Kamis (27/12/2018).

Luthfi menjelaskan, Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia saat ini terdapat di Unswagati, IAIN Syekh Nurjati, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Wiralodra Indramayu, Universitas Majalengka, dan Universitas Kuningan.

Terkait fungsi Edukasi & Perlindungan Konsumen, pada tahun 2018 OJK Cirebon telah melakukan edukasi dan literasi keuangan sebanyak 42 kali dengan peserta mahasiswa dan pelajar, UMKM, Aparatur Sipil Negara, Pekerja Migran Indonesia, dan Umum.

BACA YUK:  Info Loker : Carsome Indonesia

“Pada pengukuran tingkat pemahaman materi, didapatkan hasil bahwa 82,59 persen materi yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami sehingga diharapkan dapat berperan dalam peningkatan indeks literasi keuangan di level nasional,” ungkapnya.

Selain melakukan edukasi literasi keuangan, lanjut Luthfi, pelayanan kepada masyarakat luas juga dilakukan melalui Sistem Layanan Konsumen Terintegrasi yang salah satunya berupa pemberian informasi debitur.

Sejak beralihnya fungsi layanan informasi debitur dari Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia kepada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK pada 1 Januari 2018, Kantor OJK Cirebon telah melayani 2.819 permintaan informasi debitur dari masyarakat.

Selain itu, di tahun 2018 OJK Cirebon telah memberikan pelayanan pengaduan konsumen baik secara walk-in dan via surat dengan jumlah total sebanyak 458 konsumen.

BACA YUK:  Opini : Peranan Pemuda Dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Globalisasi Melalui Pemahaman Wawasan Nusantara

“Selain pada perlindungan konsumen sektor jasa keuangan, OJK Cirebon juga berperan aktif pada tim kerja satuan tugas waspada investasi Cirebon,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2018, kata Luthfi, Satgas Waspada Investasi Cirebon telah melakukan edukasi bersama diantaranya dengan Bank Indonesia, Kepolisian dan Dinas Koperasi.

“Selain edukasi langsung, OJK Cirebon juga telah membagikan seribu lembar sticker berisi himbauan dan tips menghindari investasi bodong kepada agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (LAKU PANDAI) yang tersebar di desa-desa di wilayah 3 Cirebon,” tutupnya. (AC212)

(Dilihat: 9 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.