Kamis, 24 Juni 2021

Ini Program Pemprov Jabar untuk Eksistensi Pesantren

Populer

Polresta Cirebon Gelar Penyekatan Sejumlah Ruas Jalan di Kecamatan Sumber Demi Kebaikan Masyarakat

Cirebon,- Jajaran Polresta Cirebon melakukan penyekatan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Selasa (22/6/2021). Kegiatan tersebut merupakan...

Kombes Pol Arif Budiman Pimpin Polresta Cirebon

Cirebon,- Kombes Pol Arif Budiman, resmi memimpin Polresta Cirebon menggantikan Kombes Pol M. Syahduddi. Acara pisah sambut Kapolresta Cirebon...

Bupati Cirebon : Santri Diminta Melanjutkan Pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi

Cirebon,- Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, menghadiri acara haflah akhirussanah santri tingkat ibtidaiyah hingga aliyah di Pondok Pesantren An Nashuha,...

Inilah Tempat Ngopi di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Para Penikmat Kopi⁣

Majalengka,- Siapa sih yang tidak suka dengan kopi? Hampir semua orang menyukai kopi. Mulai dari remaja hingga dewasa, laki-laki...

Karyawan Mall dan Pusat Perbelanjaan di Cirebon Jalani Vaksinasi

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon kembali menggelar vaksinasi Covid-19. Kali ini menyasar terhadap...

Cirebon,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memiliki program untuk mendorong pondok pesantren terus hadir dan eksis.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pihaknya sudah memiliki program Jabar Juara, yakni Jabar Juara adalah bidang keagamanan di dalamya ada pesantren.

“Yang pertama Trenmart, saya berusaha satu pesantren satu minimarket,” ujarnya saat ditemui di Keraton Kasepuhan sebelum membuka Festival Tajug, Sabtu (20/10/2018).

Loading...
BACA YUK:  Bantu Upaya Pemerintah Indonesia, Joyday Hadir Mendukung Vaksinasi di Jakarta⁣

Lanjut Uu, program yang kedua yaitu satu pesantren satu produk, apakah produk pertanian, atau apa saja.

“Yang jelas, pesantren harus punya usaha,” terangnya.

Uu mengamati, pesantren di Jawa Barat khususnya di Priangan Timur itu cepat sekali kalau kyai pendirinya meninggal, pesantrenya pun ikut surut. Karena, kehidupan pesantren adalah dari jumlah sumbangan infaq dan sodaqoh, bayaran santri.

“Kemudian, kalau kyainya berpengaruh, pesantrennya bisa berdiri, bisa berjalan dengan baik. Tapi, kalau kyainya sudah meninggal, anaknya belum menjadi tokoh, belum menjadi panutan masyarakat, kadang santri akan hilang dan habis pesantren,” ungkapnya.

Pesantren di Jawa Timur, kata Uu, kenapa bisa ada ratusan, karena memiliki sumber ekonomi yang kuat.

“Saya lihat, pesantren di Jawa Timur ada yang memiliki pabrik gula, rumah makan. Artinya, kami sebagai keluarga pondok pesantren harus berpikir supaya pesantren tumbuh dan tidak mati,” bebernya.

“Dan yang ketiga, yaitu program penyetaraan para lulusan atau keluaran pondok pesantren, agar setara dengan pendidikan ditingkat SMA atau sarjana,” tutupnya. (AC212)

BACA YUK:  Pengentasan Kemiskinan Perlu Adanya Sinergitas
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Zalora Big Fashion Sale untuk Penuhi Kebutuhan Fashion dan Gaya Hidupmu⁣

Jakarta,- ZALORA, destinasi online fashion, beauty, lifestyle utama di Asia kembali menghadirkan ZALORA Big Fashion Sale, menawarkan promosi terbesar...

Kapolresta Cirebon Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

Cirebon,- Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budikan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) para Kasat dan Kapolsek jajaran, Rabu (23/6/2021). Upacara sertijab tersebut berlangsung...

Komisi III DPRD Kota Cirebon Buka Layanan Pengaduan PPDB

Cirebon,- Guna memberikan pelayanan kepada calon peserta didik dan orang tua dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan sederajat, Komisi III DPRD Kota...

Tingkatkan Kapasitas, HIPMI BPC Kota Cirebon Gelar Diklatcab

Cirebon,- Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Badan (BPC HIPMI) Kota Cirebon menggelar Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab). Kegiatan tersebut berlangsung di Volte...

More Articles Like This