Ini Penyebab Cuaca Buruk di Cirebon Menurut BMKG

0
1411

Jakarta – Semakin meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin puting beliung, hujan es hingga kabut tebal di sejumlah wilayah di Cirebon dalam beberapa hari terakhir ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang sangat labil di wilayah Jawa khususnya di pesisir utara.

Kondisi ini dipicu oleh beragam fenomena, dari adanya pola angin baratan yang cukup kuat dan didukung adanya pola daerah pertemuan angin (konvergensi) hingga dipicu oleh skala atmosfer skala lokal maupun skala yang lebih luas di sekitar lokasi bencana serta kondisi uap air dan kelembaban udara yang cukup tinggi.

Dalam beberapa hari ke depan diperkirakan suplai uap air sebagai pendukung awan hujan di wilayah Jawa masih relatif tinggi sehingga potensi hujan masih akan terjadi.

Aston Hotel

[Baca ya : Hujan Es di Cirebon Dibenarkan BMKG, ini Katanya]

“Besarnya pengaruh lokal dan tingginya pemanasan dapat memicu peningkatan intensitas hujan lebat yang memungkinkan disertai kilat/petir dan angin kencang,” ujar Hary Tirto Djatmino, Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat dalam rilis yang diterima About Cirebon, Kamis (15/3/2018).

BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor.

“Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh. Tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/petir,” ditambahkan Hary.

Hary pun menambahkan masyarakat harus waspada dengan kenaikan tinggi gelombang serta waspada hujan lebat disertai angin kencang yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil. (AC350

Bagikan:
Signup for the newsletter