Minggu, 26 Januari 2020

Ini Larangan dan Sanksi Bila Melakukan di Lampu Merah

Populer

Geger Penemuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Jalan Wiratama Cirebon

Cirebon,- Mayat wanita tanpa busana ditemukan warga di Jalan Wiratama, Kecematana Kedawung, Kabupaten Cirebon, Minggu (19/1/2020) siang. Warga yang pertama...

NU-JEK Resmi Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Kini warga Cirebon mempunyai pilihan lagi saat hendak menggunakan transportasi online. Pasalnya, di Kota Cirebon kini telah hadir...

Dua Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Jalan Raya Pantura Gebang

Cirebon,- Kecelakaan Lalulintas terjadi di Jalan Raya Pantura Gebang Kulon, tepatnya di depan SPBU Gebang Kulon, Desa Gebang Kulon,...

Asyiknya Berwisata di Grand Maerakaca Semarang

Semarang,- Waktu tempuh dari Cirebon ke Semarang semakin cepat, baik menggunakan kereta api maupun menggunakan kendaraan mobil yang memakan...

Miliki Keahlian Karate, Perampok Ini Minta Ampun Kepada Korban

Cirebon,- Seorang perampok menyatroni rumah anggota Polisi Polda Jawa Barat di Dusun I, Desa Kepongpongan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon,...

Cirebon,- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon melakukan pemasangan plang larangan melakukan usaha dan mempekerjakan orang di beberapa lampu merah di Kota Cirebon.

Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan mengatakan plang larangan tersebut di pasang di titik-titik rawan PGOT (Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar).

1. Larangan dan Sanksi

Dalam plang tersebut bertuliskan Setiap Orang / Warga Dilarang

Loading...

A. Melakukan Usaha memperkerjakan orang lain dan atau kehendak sendiri sebagai pengemis / peminta-minta yang mengganggu lalu lintas.

B. Berada di tempat umum sebagi pengemis, gelandangan, atau sakit ingatan (gila)

Sanksi:

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diancam pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah)

“Pemasangan plang ini sesuai dengan Perda Kota Cirebon tentang Trantibum Nomor 9 tahun 2003,” ujar Andi  kepada About Cirebon melalui sambungan telpon, Jumat (25/1/2019).

Lanjut Andi, pemasangan plang larangan tersebut sudah dipasang di enam titik di Kota Cirebon diantaranya Kawasan BAT, Kejaksan, Lampu Merah Krucuk, lampu merah Gunung Sari, Kejaksan, dan Lampu Merah Pemuda- Sudarsono

2. Alasan Pemasangan Plang

Menurut Andi, alasan pmasangan plang larangan tersebut jelas dalam Perda Trantibum nomor 9 tahun 2003, sehingga pemasangan tersebut tidak asal terpasang saja.

“Kita hanya menjalankan amanat perda saja,” terangnya.

Kemudian, kata Andi, makin maraknya modus-modus yang dilakukan oleh PGOT, bahkan ada juga yang seolah-olah menjadi pengemis.

“Itu yang menjadi permasalahan saat ini,” kata Andi.

3. Modus Terbaru

Terkait dengan masalah tersebut, kata Andi, masih banyak modus-modus yang dilakukan oleh mereka (PGOT). Kalau dulu anak dibawa umur meminta-minta, sekarang modusnya adalah orang yang menjual produk.

“Dulu pernah ada modus seperi itu, dan sekarang terulang lagi menjual produk seperti tisu. Sementara, si pemilik modalnya mengawasi di tempat tersebut,” ungkapnya.

Plang Larangan di lampu merah Gunung Sari

“Kami tidak melihat barang jualannya, tapi larangannya di lampu merah tidak boleh untuk usaha atau berdagang,” tegasnya.

Pihaknya tidak bisa berhenti untuk melakukan penertiban di titik-titik rawan PGOT, karena lampu merah dibuat untuk kelancaran lalu lintas. Sehingga, kalau masih ada pengemis atau yang meminta-minta ditakutkan menjadi sebuah mata pencarian.

“Kalau sudah dikuasai oleh kelompok tertentu, nanti akan menjadi persaingan kedepannya dan menjadi repot. Jadi, kalau tidak dilakukan penertiban akan selalu ada mau siang, sore atau malam,”  jelasnya.

4. Antisipasi Tindak Kriminal

Penertiban PGOT, kata Andi, untuk menghindari dan mengantisipasi adanya kriminalitas seperti pengerusakan kendaraan bisa tidak diberi, seperti kejadian di kota-kota besar.

“Itu yang kita tidak mau terjadi di Cirebon,” ujarnya.

Pemasangan plang larangan, menurut Andi, pihaknya ingin melakukan penindakan, dan perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu.

“Walaupun perda sudah lama, tapi kadang kalau kita melakukan penegakan orang akan mudah mencari alasan, tidak tahu dan sebagainya,” beber Andi.

“Sehingga, kalau sudah dipasang dan melakukan penegakan, tidak bisa mengelak lagi,” imbuhnya.

5. Dilakukan Penjagaan 

Penegakan larangan PGOT juga, menurut Andi berkaitan dengan visi Kota Cirebon, yang menjadi kota pariwisata.

“Jangan sampai hal tersebut mengganggu merek-mereka yang datang  dari luar kota untuk tujuan wisata, kemudian dikotori hal seperti ini,” tandasnya. 

Selain itu, pihaknya terus melakukan patroli di titik-titik rawan PGOT, jika di salah satu titik sudah bersih akan berpindah di titik lainnya.

“Bahkan di titik-titik tersebut pun dijaga oleh petugas,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Ulang Tahun ke-25, ACE Hadirkan Program 25 Years Anniversary di Seluruh Indonesia

Jakarta,- ACE, pusat kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup terlengkap di Indonesia menyelenggarakan program 25 Years Anniversary yang berlangsung...

NU-JEK Resmi Hadir di Kota Cirebon

Cirebon,- Kini warga Cirebon mempunyai pilihan lagi saat hendak menggunakan transportasi online. Pasalnya, di Kota Cirebon kini telah hadir platform aplikasi terbaru yakni NU-JEK...

Vinotel Cirebon Optimis, Kunjungan Wisatawan di Tahun 2020 Meningkat

Cirebon,- Pelaku industri pariwisata di Kota Cirebon melihat prospek Cirebon kedepan masih cukup bagus. Apalagi ditunjang dengan akses jalan yang semakin mudah untuk ke...

Tekan Angka Malnutrisi, FFI Berikan Edukasi dan Sosialisasi Gizi #IndonesiaSIAP di Cirebon

Cirebon,- Frisian Flag Indonesia (FFI) sebagai produsen produk bernutrisi di Indonesia menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi gizi yang berlangsung di GOR Pesantren Kempek Cirebon,...

Akibat Hujan Disertai Angin, Rumah di Kejuden Cirebon Ambruk

Cirebon,- Akibat hujan disertai angin kencang, tiga rumah di Perumahan Taman Pelangi, Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, ambruk, Jumat (24/1/2020). Wakil Komandan Operasi Badan...

More Articles Like This