Senin, 24 Januari 2022

Ini Kata Pempov Jabar Soal Larangan Transportasi Online

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Jakarta, 12 Oktober 2017,- Terkait pelarangan kegiatan transportasi online di Jawa Barat khususnya di Bandung Raya sejak awal pekan lalu. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat mengaku tidak pernah membekukan atau  melarang operasional transportasi online tersebut.

Menurut Kepala Balai Pengelolaan Lalu lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJ) Wilayah III Dishub Jabar, M Abduh Hamzah, pihaknya hanya melakukan sosialisasi himbauan untuk tidak beroperasi sementara.

BACA YUK:  Tahun 2021, Jumlah Investor Pasar Modal di Jawa Barat Naik 137,28 Persen

[Baca ya : Transportasi Online di Bandung Dilarang]

Loading...

“Sosialisasi terhadap angkutan online ini dengan alasan operasional mereka belum memiliki peraturan resmi untuk beroperasi pasca dibatalkannya Permenhub Nomor 26 Tahun 2017. Pemprov tidak mempunyai wewenang membekukan penyelenggaraan transportasi online karena itu kewenangan kementerian perhubungan,” ujar M Abdul Hamzah dalam rilis yang diterima About Cirebon, Kamis (12/10/2017).

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat pun sudah mengirimkan surat usulan kepada Presiden Joko Widodo yang berisi penyelenggaraan angkutan sewa khusus/taksi online dan peraturannya.

Adapun isi surat tersebut yang pertama meminta Menteri Perhubungan mengedepankan kesetaraan dan keadilan antara transportasi online dengan kendaraan bermotor umum yang sudah ada.

Kedua, mengusulkan Menteri Komunikasi dan Informasi untuk penataan aplikasi online. Dan ketiga memohon kepada aparat penegak hukum untuk mengawasi dan pengendalian angkutan online. (AC350)

BACA YUK:  Masuk PPKM Level 1, Kabupaten Cirebon Targetkan 207.852 Vaksin Anak untuk Usia 6-11 Tahun
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Peduli Banjir Waled, DPC PKB Kabupaten Cirebon Dirikan Posko

Cirebon,- Banjir yang menggenang di wilayah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu menyita banyak perhatian masyarakat, tak terkecuali...

Jaga Mimpi Pebasket Putri, GoBasket dan GMC Nyalakan Lagi Api Kompetisi

Cirebon,- Harapan menghidupkan kembali kompetisi basket putri di Indonesia belum pupus. GoBasket.id dan Generasi Muda Cirebon (GMC) berkolaborasi agar asa itu tetap menyala. Berbekal semangat...

Cegah Penyebaran Omicron, Goa Sunyaragi Perketat Protokol Kesehatan untuk WNA

Cirebon,- Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) memperketat wisatawan asing atau WNA yang hendak berkunjung ke objek wisata Goa Sunyaragi. Pengetatan turis asing...

Terus Kembangkan dan Lindungi UMKM, Batur Mba Wulan Gelar Acara “Ngopi”

Cirebon,- Sebagai wujud komitmen dan kepedulian akan pengembangan UMKM di Wilayah Cirebon, BMW (Batur Mba Wulan) menggelar diskusi bareng lewat Ngopi (Ngobrol Hepi) Bareng...

More Articles Like This