ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus
ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus
ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus
ASWITA Tours - Biro Perjalanan Umrah & Haji Plus

Jakarta, 10 Oktober 2017, – Maraknya aksi unjuk rasa yang meminta adanya pembatasan jumlah armada transportasi online di sejumlah daerah, sedang dibahas Kementerian Perhubungan terkait revisi Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26/2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan hingga saat ini belum ada kesepatakan dari para perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi online soal rencana pembatasan jumlah taksi atau ojek online yang beroperasi.

“Soal Pembatasan Belum, karena mereka (pengusaha jasa aplikasi transportasi online) belum kompak. Kita sedang revisi ini ada beberapa poin dihaluskan dan ditoleransi. Nanti pembahasan finalnya 17 Oktober 2017,” ujar Budi Karya kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Sedangkan revisi kebijakan Permenhub soal transportasi online dilakukan untuk tetap mengatur jasa transportasi online sehingga ada keadilan bagi jasa transportasi konvensional.

[Baca ya : Inilah Hasil Kesepakatan Transportasi Konvensional dan Transportasi Online di Kota Cirebon]

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan setuju dengan aturan pembatasan transportasi online. Karena dikhawatirkan jumlah unit transportasi online yang ada jauh lebih banyak ketimbang kebutuhan.

“Di Jawa Timur saja sudah 36 ribu, di Jakarta katanya sampai 1 juta. Jangan sampai over supply, nanti semua mati,” tegasnya. (AC350)

How you feel for this post?
7
2
2
1
0
1
0
1
0
Bagikan:
loading...