Minggu, 17 Januari 2021

Ini Kata Menhub Soal Pembatasan Transportasi Online

Populer

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Beli Saporete Coffee, 10% Keuntungannya Untuk Membantu Anak Yatim⁣

Cirebon - Anda penikmat kopi? Bisa cicipi Saporete Coffee yang hadir dalam berbagai varian rasa. Membeli kopi berarti anda...

Paddi Cafe & Bistro, Tempat Ngopi Modern dengan Suasana Pinggir Sawah

⁣ Cirebon,- Mengusung konsep modern minimalis, Paddi Cafe & Bistro hadir meramaikan wisata kuliner di Jalan Ir. Soekarno, Desa Kecomberan,...

Inilah Tempat Wisata Kuliner di Talun Kabupaten Cirebon dengan Suasana Persawahan ⁣

Cirebon,- Kawasan Jalan Ir. Soekarno, Desa Kecomberan dan desa Sarwadadi Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon kini sudah menjadi tempat tujuan...

Bartemu Padukan Konsep Coffee Shop dan Barbershop ⁣

Cirebon,- Bartemu Coffee & Barber yang berada di Jalan Slamet Riyadi (Krucuk), Kota Cirebon mengusung konsep life style. Di...

Jakarta, 10 Oktober 2017, – Maraknya aksi unjuk rasa yang meminta adanya pembatasan jumlah armada transportasi online di sejumlah daerah, sedang dibahas Kementerian Perhubungan terkait revisi Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26/2017 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan hingga saat ini belum ada kesepatakan dari para perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi online soal rencana pembatasan jumlah taksi atau ojek online yang beroperasi.

BACA YUK:  Mulai Besok, Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tunjukkan Hasil Rapid Antigen

“Soal Pembatasan Belum, karena mereka (pengusaha jasa aplikasi transportasi online) belum kompak. Kita sedang revisi ini ada beberapa poin dihaluskan dan ditoleransi. Nanti pembahasan finalnya 17 Oktober 2017,” ujar Budi Karya kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Jakarta, Senin (9/10/2017).

Loading...

Sedangkan revisi kebijakan Permenhub soal transportasi online dilakukan untuk tetap mengatur jasa transportasi online sehingga ada keadilan bagi jasa transportasi konvensional.

[Baca ya : Inilah Hasil Kesepakatan Transportasi Konvensional dan Transportasi Online di Kota Cirebon]

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan setuju dengan aturan pembatasan transportasi online. Karena dikhawatirkan jumlah unit transportasi online yang ada jauh lebih banyak ketimbang kebutuhan.

“Di Jawa Timur saja sudah 36 ribu, di Jakarta katanya sampai 1 juta. Jangan sampai over supply, nanti semua mati,” tegasnya. (AC350)

BACA YUK:  Metland Hotel Cirebon Hadirkan Program Membuat Kerajinan Gerabah untuk Tamu
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dapur Kampung Kuliner Tawarkan Menu Enak Tapi Murah, Spesial Lele Bakar Kacang

Cirebon,- Berbicara tentang kuliner memang tidak ada habisnya. Apalagi Cirebon menjadi salah satu Kota dengan beraneka ragam kuliner. Banyak rumah...

Begini Cara Polwan Polresta Cirebon Sosialisasikan PPKM⁣

Cirebon,- Polwan Polresta Cirebon memberikan sosialisasi Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kepada pengguna jalan yang melintas di simpang empat Pasar Sumber dan Pos Penyekatan...

Inilah Tempat Wisata Kuliner di Talun Kabupaten Cirebon dengan Suasana Persawahan ⁣

Cirebon,- Kawasan Jalan Ir. Soekarno, Desa Kecomberan dan desa Sarwadadi Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon kini sudah menjadi tempat tujuan wisata kuliner.⁣ ⁣ Kawasan dengan hamparan sawah...

Kota Baru Keandra Tawarkan Cicilan Ringan⁣

Cirebon - Rumah merupakan kebutuhan primer bagi setiap orang. Apalagi untuk pasangan yang akan atau sudah berkeluarga, Kota Baru Keandra Sumber bisa jadi solusi...

More Articles Like This