Ini Dia Pasar Digital Pertama Di Cirebon, Intip Yuk Ada Apa Aja

0
496
Soft Opening Pasar Tjengkir Gading (Foto : Boy Komarudin)

Cirebon,- Sebagai sarana untuk mempromosikan wisata di Kabupaten Cirebon, Komunitas GenPI (Generasi Pesona Indonesia) Cirebon meresmikan Pasar Digital Tjengkir Gading, Minggu (27/1/2019).

Pasar Digital pertama di Kabupaten Cirebon tersebut berlokasi di Jalan Nyi Ageng Serang, Kelurahan Kenanga, Kec. Sumber Kabupaten Cirebon.

Aston Hotel

Peresmian Pasar Tjengkir Gading dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon, H. Hartono dan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Cirebon, Sugeng Darsono.

1. Makanan hingga Permainan Tradisional

Pasar yang digagas oleh Komunitas GenPI Cirebon tersebut bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata dan juga mempromosikan hal-hal tradisional kepada anak muda millenial di wilayah Cirebon.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Di dalam pasar digital tersebut menghadirkan berbagai kuliner tradisional, souvenir khas Cirebon, dan dilengkapi dengan area taman serta permainan tradisional.

“Di sini hanya dijual makanan tradisional, souvenir khas Cirebon, dan permainan tradisional yang hampir punah, serta area taman yang instagramable,” ujar Agus Saefudin, Koordinator GenPI Cirebon, Minggu (27/1/2019).

“Sehingga, dengan hadirnya Pasar Digital ini anak muda sekarang bisa mengenal berbagai macam makanan tradisional, hingga permainan tradisional,” imbuhnya.

2. Diserbu Pengunjung

Walaupun belum rampung 100 persen, hari pertama pembukaan Pasar Digital Tjenhkir Gading langsung diserbu oleh pengunjung.

Para pengunjung yang datang langsung mencoba berbagai macam kuliner tradisional, ada yang mencoba permainan tradisional, hingga berfoto selfie.

“Alhamdulillah, antusiasnya sangat bagus sekali di hari pertama ini, apalagi masyarakat sekitar sini. Dulu kan disini ngga ada apa-apa, sekarang kita gali potensi di Kelurahan Kenanga ini,” ungkap Agus.

Komunitas Sepeda Onthel ikut meramaikan Pasar Tjengkir Gading (Foto Boy Komarudin)

3. Penjual Modern Tidak Bisa Masuk

Menurut Agus, karena aturan di Pasar Digital Tjengkir Gading berkonsep tradisional, para penjual modern tidak boleh masuk ke area pasar ini.

“Aturan dari GenPI dan Kementrian Pariwisata harus yang tradisional, sehingga penjual modern tidak bisa masuk ke sini,” kata Agus.

4. Sistem Pembayaran

Untuk sistem pembayaran di Pasar Digital Tjengkir Gading terbilang unik, setiap pengunjung yang ingin bertransaksi harus menukarkan uang terlebih dahulu dengan stik es krim.

“Pengunjung yang ingin membeli disini, harus ditukarkan dulu uangnya dengan stik es kirim,” terang Agus.

Lokasi sangat instagrammable (Foto Boy Komarudin)

5. Sebagai Percontohan

Sementara itu, Kadisbudparpora Kabupaten Cirebon, H. Hartono mengatakan pasar digital ini untuk para anak muda mempromosikan wisata dan juga menampung, serta mengeskplor minat dan bakatnya.

Pihaknya berharap, dengan hadirnya pasar digital pertama di Kabupaten Cirebon ini bisa menjadi contoh, sehingga akan muncul pasar-pasar digital lainnya.

“Artinya, ini bukan mematikan pasar-pasar lainnya seperti pasar tradisional, karena konsep disini untuk memasarkan produk wisata yang di dalamnya memasarkan kuliner dan souvenir khas Cirebon,” ujar Hartono.

6. Akan Didukung Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Hartono menegaskan bahwasanya Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon akan menyediakan WiFi di area pasar digital ini.

Pengunjung Pasar Tjengkir Gading (Foto Boy Komarudin)

“Dengan adanya internet, anak muda akan berkumpul, sehingga anak-anak muda ini dapat mengkreasikan diri dengan kegiatan yang positif tentunya,” ungkapnya.

Dalam kurun waktu dua bulan kedepan, kata Hartono, pasar digital ini dapat dimanfaatkan untuk sosialisasi pemasaran digital.

“Paling telatnya bulan April akan dilakukan grand opening oleh Kementerian Pariwisata. Mudah-mudahan Kabupaten Cirebon terpilih menjadi titik grand opening pasar digital,” harap Hartono. (AC212)