Ini Beda Es Dawet Ayu Asli Banjarnegara dengan Es Dawet Lainnya

Cirebon,- Siang bolong, cape, gerah abis? Minum dawet ayu aja yuk. Terbuat dari tepung beras dawet atau dalam bahasa Jawa ini cendol sangat lezat dinikmati siang hari loh.

Berwarna hijau muda yang diperoleh dari pewarna makanan hijau atau daun pandan. Dawet khas Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah ini, tentu miliki tekstur lembut.

Disiram santan dan gula merah bercampur nangka, es dawet memiliki penggemarnya sendiri baik dari kalangan bawah hingga menengah keatas.

Tapi tahukah kalian? Kalau es dawet Banjarnegara asli, tidak bercampur dengan cuing loh. Es dawet yang bercampur cuing sesungguhnya es dawet dari Desa Mirat Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka, sedangkan asli Banjarnegara hanya menggunakan dawet.

BACA YUK:  Serupa Tapi Tak Sama, Perbedaan Gado-gado dan Lotek

“Bukan es dawet Banjarnegara kalau pakai cuing mah,” kata salah satu pedagang Es Dawet.

Bahan yang digunakan dalam dawet Desa Mirat menggunakan tepung sagu sehingga lebih kenyal. Meskipun berbeda, kedua dawet tetap nikmat, terlebih saat panas menerpa.

Hanya dibandrol Rp. 6.000 per porsi, es dawet khas Banjarnegara dapat dinikmati baik dibungkus atau makan di tempat.

Adapun lokasi penjualan es dawet ayu khas Banjarnegara dapat ditemui sejumlah titik seperti Jalan Kebon Belimbing (tepatnya di sisi kanan dan kiri PGC), dan kawasan pusat perbelanjaan Asia Toserba.

BACA YUK:  22 Desa di Kabupaten Cirebon Resmi Ditetapkan sebagai Desa Wisata

Jam operasional penjual Es Dawet Ayu mulai pukul 10.00 – 17.00 atau sehabisnya. (SUB)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *