Kamis, 28 Oktober 2021

Industri Batik Diminta Bersaing Hadapi MEA

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Delapan Pelaku Penganiayaan

Cirebon,- Jajaran Satreskrim Polresta Cirebon mengamankan delapan pelaku penganiayaan. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan dua korban...

Kecintaan Hariyani Prasetyaningtyas terhadap Dunia Perpustakaan Membuahkan Banyak Prestasi

Cirebon,- Kecintaan di bidang perpustakaan, dirasakan oleh Hariyani Prasetyaningtyas. Seorang librarian yang bekerja di BPK Penabur Cirebon sejak tahun...

BI Fast Payment Siap Diluncurkan, Biaya Transfer Antarbank Hanya Rp 2.500

Jakarta,- Pakai BI Fast Payment, transaksi antarbank untuk Rp 250 juta hanya dengan biaya Rp 2.500 per transaksi. Implementasi...

Inilah Tradisi Muludan Tiap Tahun Masyarakat Argasunya Kota Cirebon

Cirebon, — Ribuan santri dan warga ikut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Piderma, Sumur Loa, Kelurahan...

Jakarta, 22 September 2016,- Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memberikan peluang perluasan pasar bagi produk-produk unggulan Indonesia, termasuk produk industri batik yang terus berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini.

Dari keterangan pers yang diterima AboutCirebon, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah mendukung perkembangan industri batik Indonesia agar mampu bersaing secara global. Apalagi industri batik yang tersebar di berbagai daerah ini mampu menyerap ratusan ribu pekerja dari hulu sampai hilir.

BACA YUK:  Pemda Kota Cirebon Raih Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya

“Pemberlakukan MEA yang memperlancar arus barang, jasa, modal serta investasi di kawasan ASEAN menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri batik Indonesia dalam memasarkan produk-produknya,” kata Hanif di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Loading...

Pemerintah mengajak para pelaku industri batik terus mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Selain merupakan warisan tradisi budaya nusantara, industri batik baik yang bersifat tradisonal ataupun modern mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Dia menyebut batik menyerap puluhan bahkan ratusan ribu tenaga kerja yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari hulu sampai ke hilir. Dari pengusahanya, UMKM, para pengrajinnya, sampai pada karyawan dan penjualnya.

Saat ini batik Cirebon dan batik Pekalongan yang masih mengusai pasar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun, dalam menghadapi MEA diharapkan dukungan pemerintah dalam pengembangan Batik yang diharappkan bisa memikat pasar Negara-negara ASEAN. (AC250)

BACA YUK:  Gedung Baru PMI Kota Cirebon Diresmikan
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Lantik Tujuh Kepala Sekolah, Walikota Cirebon Pesan Lakukan Manajemen Pendidikan

Cirebon,- Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis melantik tujuh Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon....

Peringati Maulid Nabi, Masjid Al-Maksudhi Hadirkan Gus Miftah

Cirebon,- Masjid Al-Maksudhi yang berlokasi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon menggelar pengajian, Selasa (26/10/2021) malam. Kegiatan ini berkolaborasi...

DPW Partai Nasdem Jabar Calonkan Eti Herawati sebagai Wali Kota Cirebon 2024

Cirebon,- DPW Partai Nasdem Jawa Barat menargetkan meraih dua kursi DPR RI, dua kursi DPR Provinsi, tujuh kursi DPRD Kota Cirebon pada pemilu 2024....

UGJ Gelar Wisuda Sarjana dan Magister ke-60 dan 61 Tahun 2021

Cirebon,- Wisuda sarjana dan magister ke-60 dan 61 tahun 2021 Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon diselenggarakan di Hotel Swissbell Hotel Kota Cirebon, Selasa...

More Articles Like This