IKNB di Wilayah III Cirebon Meningkat, Didominasi Pembiayaan Motor, Mobil dan Permodalan Usaha

Cirebon,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) pada pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan dan modal ventura di wilayah kerja Kantor OJK Cirebon mencapai Rp 5,33 triliun. Capaian tersebut tercatat sampai Oktober 2021 yang didominasi pembiayaan motor, mobil, dan permodalan usaha.

Selain Perbankan, Perusahaan Pembiayaan juga merupakan salah satu industri yang cukup banyak melakukan restrukturisasi kredit/pembiayaan. Tercatat, data terakhir November 2021, relaksasi telah dilakukan terhadap 127.712 debitur dengan total pembiayaan yang direstrukturisasi sebesar Rp 3,44 triliun.

BACA YUK:  Aksi Aliansi BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Jakarta Berlangsung Damai

Kepala OJK Cirebon, Mohammad Fredly Nasution mengatakan pada industri asuransi, posisi Triwulan 3 – 2021 terdapat Rp 744,04 milyar premi pada asuransi jiwa dan Rp182,76 milyar pada asuransi umum dengan total klaim masing-masing sebanyak Rp538,08 milyar dan Rp66,61 milyar.

“Dari sektor Lembaga Keuangan Mikro (LKM), statistik menunjukan bahwa data sampai dengan bulan November 2021, dana pihak ketiga kelolaan LKM alami peningkatan sebesar Rp. 30,71 Milyar atau meningkat 10,65 persen yoy, dengan baki debit kredit atau pembiayaan sebesar Rp. 42,26 Milyar,” ujar Fredyl.

BACA YUK:  Satreskrim Polresta Cirebon Amankan Tiga Pelajar Terlibat Tawuran di Dukupuntang

Dana tersebut, kata Fredly, mencakup LKMS Gunung Jati, LKMS Talaga, LKM Kuningan, LKM BKD Cirebon, LKM BKD Mandiri Cirebon, LKM Mina Sumitra Indramayu, dan LKM BKD Indramayu. Selain LKM tersebut, kata Fredly, terdapat 2 LKM yang dibentuk pemerintah dengan tujuan khusus.

“2 LKM khusus yaitu LKMS Buntet Pesantren yang dikenal dengan nama Bank Wakaf Mikro Buntet Pesantren dan LKMS KHAS Kempek atau Bank Wakaf Mikro KHAS Kempek. LKMS ini fokus pada pemberdayaan masyarakat sekitar pesantren,” ungkapnya.

BACA YUK:  Pluang Semarakkan Lampung Crypto Expo 2022, Tingkatkan Potensi Cuan Melalui Berbagai Pilihan Aset Kripto

2 LKMS tersebut, menurut Fredly, mendapatkan dana kelolaan dari pemerintah yang disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan dan tidak diperkenankan untuk mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK).

“Kalau dari 2 LKMS ini, data November 2021 menunjukkan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 452 juta kepada 268 nasabah. Karena memang jumlah penyalurannya tidak besar,” tandasnya. (AC212)

(Dilihat: 10 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.