Ikatan Alumni Seni Rupa ITB Bersama Seniman Cirebon Gelar Pameran di Gedung Negara

0
74
Wali Kota Cirebon membuka pameran Integrated Art Exhibition

Cirebon,- Ikatan Alumi Seni Rupa (IASR) ITB bersama Seniman Cirebon menggelar pameran Integrated Art Exhibition yang berlangsung di Gedung Negara mulai tanggal 16 – 30 Maret 2019.

Pameran Integrated Art Exhibition dimeriahkan dengan pameran lukisan, dialog budaya, lomba gambar, festival tari topeng, dan pasar kreatif.

Aston Hotel

1. Rangkaian Ulang Tahun Satu Abad ITB

Ketua Ikatan Alumni Seni Rupa ITB, Anwar Sanusi menjelasakan pameran Integrate Art Exhibition merupakan pameran yang pertama diselenggarakan di Kota Cirebon.

Lanjut Anwar, maksud dan tujuannya diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan Komunitas Alumni Seni Rupa dan juga dalam rangka menjelang peringatan ulang tahun ITB satu Abad pada tahun 2020 mendatang.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3
Pembukaan Pameran Integrated Art Exhibition

“Jadi, kita membuat rangkaian yang puncaknya nanti di tahun 2020,” ujarnya saat ditemui About Cirebon, Sabtu (16/3/2019).

2. Harus Banyak Digali

Anwar menjelaskan kenapa diselenggarakannya kegiatan ini, perlu diketahui bahwa Indonesia sebenarnya kaya dengan budaya, tradisi, dan salah satu komponennya adalah industri kreatif. 

“Sebenarnya masih banyak yang harus kita gali, kita eksplorasi lagi. Sehingga kehadiran kami dalam kegiatan ini untuk memotivasi masyarakat, terutama pegiat industri kreatif untuk menggalakkan itu dan berinovasi dengan background  yang kita miliki,” bebernya.

“Sehingga, kita tidak akan kehilangan jati diri sebagai bangsa, itu yang perlu ditekankan” tambah Anwar.

Wali Kota Cirebon saat melihat-lihat pameran Integrated Art Exhibition di Gedung Negara

Kemudian, kata Anwar, kita prihatin selama ini masyarakat dipenuhi dengan media-media yang sifatnya provokatif, terutama dalam masalah politik.

“Ini yang konsen kami juga, bagaimana kita mengembalikan kepribadian kita yang ramah, santun dan sebagainya. Apalagi tahun-tahun politik ini sangat terganggu sekali dan itu sangat berbahagia,” ungkapnya.

“Jadi, kita ingin mendorong supaya masyarakat harus dikembalikan kehidupannya ke kehidupan yang normal. Mereka tidak perlu takut dengan pemilu, pilpres, karena itu sudah pernah dilaksanakan dan tidak pernah ada apa-apa,” imbuh Anwar.

3. Terintegrasi 

Sesuai dengan tema yang diambil dalam pameran ini yaitu Integrated Art, Anwar memaparkan terintegrasinya dalam bidang industri kreatif ini menyatukan seni rupa dengan masyarakat, antara masyarakat penggiat industri kreatif khususnya yang ada di wilayah III Cirebon.

Pihaknya berharap, masyarakat tergerak dan kembali lagi kepada jati diri kita, tidak perlu takut dengan hingar bingar politik, kita harus bahagia dan kepentingan pemerintah harus mendukung dan memfasilitasi apa yang dilakukan oleh masyarakat pengiat industri kreatif.

“Itu harus didorong, karena kalau kita sadari, potensi itu yang bisa menjadikan kita kuat dan bisa berkompetisi di dunia internasional,” ugkapnya.

“Kalau teknologi mungkin kita banyak ketinggalan, tetapi yang namanya budaya, industri kreatif itu luar biasa, kita bisa menjadi kekuatan besar yang tidak bisa ditandingi oleh negara lain,” katanya.

4. Melibatkan Seniman Cirebon

Pada pameran tersebut, IASR ITB menghadirkan 95 seniman, yang diantaranya dari Alumni Seni Rupa IT dan juga melibatkan Seniman asal Cirebon.

“Untuk karya yang dipamerkan lebih dari 100 karya,” ujarnya.

Untuk jenis pamerannya, kata Anwar, ada grafis, seni lukis, patung, drawing, kemudian selama kegiatan akan dimeriahkan dengan workshop dan lomba-lomba.

“Jadi nanti ada workshop untuk drawing, membatik, lukis topeng, dan untuk lombanya ada dari tingkat TK sampai SMA,” terangnya.

5. Dari Seni Bisa Mengubah Dunia

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis mengatakan setelah membuka dan melihat-lihat pameran Integrated Art Exhibition IASR ITB, dirinya terbesit bahwa seni itu bisa mengubah dunia.

“Seni ini, merupakan sebuah ekspresi dari pembuat karya seni tersebut. Melalui seni bisa menyampaikan pesan terhadap masyarakat dunia,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Azis, pihaknya sangat bersyukur dan bergembira alumni dari IASR ITB menyelenggarakan bhaktiya yang ke 100 tahun di Kota Cirebon, melalui pameran karya seni.

“Ini harus ditangkap oleh pemerintah Cirebon melalui dinas terkaitnya untuk dijadikan sebuah kekuatan dalam menuju cirebon menjadi kota pariwisata,” kata Azis.

Wali Kota Cirebon secara simbolis membuka pameran Integrated Art Exhibition

Tentunya, lanjut Azis, dengan adanya pameran seni ini akan merangsang para seniman-seniman Cirebon untuk kemudian menunjukan dan mengekspresikan karya-karyanya.

“Mudah-mudaha, ini akan menjadi wadah bagi ekspresi para seniman. Karena melalui seni, bisa merubah dunia,” tandasnya. (AC212)