Ibu, It’s Super Mom (Bagian Pertama)

Sonia

Sudah jadi pembicaraan hangat dimana-mana. Bahwa istri yang baik tidak hanya jadi Ratu Rumah Tangga saja namun juga jadi Ibu yang baik. Dan jadi Ibu yang baik di era sekarang ini, di era pembantu rumah tangga nyaris langka itu adalah sesuatu sekali.

 

Ibu masa kini adalah seorang sopir antar jemput, bahkan ada juga yang jadi tukang ojek. Dia juga harus jadi kurir yang cekatan, jika ada panggilan sms dari klien-nya (baca: anak) yang ketinggalan : buku PR / LKS nya , ketinggalan bekal makanannya sedangkan mereka sekolah sampai jam 3-an, ketinggalan baju olahraga-nya sementara jam olahraga adalah pelajaran pertama. Bayangkan dech.. baru saja pulang antar anak-anak sekolah, sudah harus balik lagi… Dan kalau mau dapat pahala, tentu saja hal itu dilakukan Ibu tak boleh sambil mengomel. Rugi kalau ngomel, cape dapat, pahala ga dapet… heheee…

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

 

Ibu juga mesti jadi guru les pelajaran dan pengawas yang baik. Syukur, kalo anak-anak udah les di luaran. Tapi , berdasarkan perhitungan ini itu , termasuk lebih puas kalau anak ditangani sendiri, tentu ini pun punya konsekuensi yang cukup tinggi. Ibu jadi harus rajin buka=buka buku pelajaran anak. Merangkum hal-hal yang penting, kalo perlu dijilid dech.. Untuk ini saya pernah punya pengalaman, rangkuman pelajaran buatan saya malah diminta oleh pihak sekolah.

Ibu juga harus mau mempelajari pelajaran matematika, yang lumayan rumit untuk anak-anak kita, sehingga kalau ditanya anak, kita bisa gagah menjawab, dan si anak ga perlu “lari” ke orang lain untuk menanyakan sesuatu. Mau nanya pelajaran ke gurunya, harus nunggu sampai ada lagi pelajaran yang dimaksud ? Belum lagi kalo si anak ga berani nanya. Maka Jadilah si Ibu “pahlawan” bagi anaknya.

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

Hikmah lain yang didapat, waktu si Ibu ga habis kebuang untuk nonton sinetron sehingga kelak jadi seperti kanak-kanak yang merengek pada ayahnya, eh suaminya… minta ini itu, pokoknya seperti yang di sinetron! Namun , kalau perhatiannya dialihkan untuk membimbing anak-anak dalam hal pelajaran, Insya Allah, keinginan nonton sinetron akan berkurang. (Aamiin ..)

 

Penulis : Sonia seorang budayawan, seniman sepatu lukis, owner Sonia Crb Gallery dan Humas Keraton Kacirebonan

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *