Kamis, 26 November 2020

Hingga 22 Maret 2020, RSD Gunung Jati Telah Menerima 66 Warga Pemeriksaan Diri Screening Covid-19

Populer

Mulai Besok, Pertamina Hadirkan Program Pertalite Harga Khusus di Cirebon

Cirebon,- Sebagai upaya mendukung kualitas udara yang lebih baik, PT Pertamina (Persero) memperluas kembali implementasi Program Langit Biru (PLB)...

MD 7 Hotel Hadir di Cirebon, Tawarkan Promo Menarik Hanya Rp. 187 ribu/Malam

Cirebon,- MD 7 Hotel merupakan hotel budget yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Hotel dengan 8 lantai ini...

Kementerian Kominfo Ajak Mahasiswa Universitas CIC Kembangkan Urban Farming Berbasis Teknologi

Cirebon,- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI menggelar acara pojok literasi yang berlangsung di Universitas Catur Insan Cendikia (UCIC)...

Ratusan Guru dan Nakes di Cirebon Manfaatkan Program Naik KA Gratis

Cirebon,- Sejak dihadirkannya program PT KAI Gratiskan Guru dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Naik Kereta Api sejak awal November 2020...

Terkonfirmasi Positif Covid-19, Wali Kota Cirebon Lakukan Isolasi Mandiri

Cirebon,- Walikota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini, dirinya tengah melakukan isolasi mandiri di rumah dinas...

Cirebon,- Berkenaan dengan upaya penanggulangan virus Corona atau Covid-19, Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ) Kota Cirebon telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan covid-19.

Menurut catatan RSD Gunung Jati, bahwa sampai dengan tanggal 22 Maret 2020 jam 21.00 WIB, pihaknya telah menerima 66 warga yang memeriksakan diri (skrining covid-19).

“Kami mengapresiasi kesadaran dan partisipasi warga dalam penanggulangan virus Corona (covid-19),” ujar Direktur RSD Gunung Jati Kota Cirebon, dr. Ismail Jamaludin saat pers Conference di Kantor Dinas Kesehatan Kota Cirebon, Senin (23/3/2020).

Loading...

Warga yang memeriksakan diri, lanjut Ismail, terbanyak dari Kabupaten Cirebon sebanyak 35,3 persen, diikuti Kota Cirebon 26,5 persen, Kuningan 7,4 persen, Majalengka 4,4 persen, Indramayu 2,9 persen, dan dari daerah lain sebanyak 23,5 persen. 7,4 persen diantarnya warga negara asing (WNA) yang berasal dari Tiongkok dan Filipina.

BACA YUK:  At-Taqwa Center Kota Cirebon Hadirkan Paket Wisata Religi Masjid Kuno

“Dari 66 orang yang telah memeriksakan diri, 22 orang tidak masuk kriteria kategori penderita covid-19. 35 orang kategori ODP (Orang dalam pemantauan), 8 orang kategori PDP (pasien dalam pengawasan) dan 1 orang terkonfirmasi positif,” bebernya.

“RSD Gunung Jati telah merujuk sebanyak 4 pasien ke rumah sakit lain, karena ruangan di RS Gunung Jati penuh,” tambahnya.

Lanjut Ismail, 1 orang pasien yang terkonfimasi positif (Corona) saat ini dalam kondisi sehat, tetapi tidak diperbolehkan pulang apabila hasil swab sebanyak dua kali menunjukan hasil negatif.

“Kalau kondisinya sudah membaik, tidak panas, tidak batu dan sudah tidak sesak. Tapi kita masih menunggu hasil swab pasien tersebut sampai dua kali dinyatakan negatif,” terangnya.

Dalam penanganan covid-19, RSD Gunung Jati Kota Cirebon memiliki ruang isolasi dengan kapasitas 6 tempat tidur, yang terdiri dari 4 tempat tidur untuk perawatan biasa dan dua tempat tidur untuk perawatan insentif.

BACA YUK:  Akhirnya, UMK Kota Cirebon Tahun 2021 Tetap Lampaui UMK Kabupaten Cirebon

“Untuk saat ini ruang isolasi penuh, ada 6 pasien yang sedang dirawat. Pasien yang memerlukan isolasi, untuk sementara ditempatkan di anteroom atau ruang tunggu, sebelum dirujuk ke rumah sakit lain,” bebernya.

Sejak beberapa hari yang lalu, tambah Ismail, RSD Gunung Jati berusaha menambah kapasitas sejumlah 29 tempat tidur. Ruang isolasi ini menggunakan ruang perawatan yang sebelumnya tidak digunakan.

“Kami juga masih akan terus menambah kapasitas tempat tidur dengan mengalih fungsikan ruang IPSRS dan rumah tangga menjadi ruang isolasi,” paparnya.

Pihak RSD Gunung Jati Kota Cirebon menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyebarkan berita yang dapat membentuk opini negatif masyarakat.

Sehingga, masyarakat enggan mendatangi fasyankes untuk melakukan skrining covid-19, justru kontraproduktif dengan upaya pemerintah dalam penanggulangan covid-19.

“Dukung kami, kuatkan kami dan doakan kami,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

UMK Kota Cirebon Sudah Ditetapkan Rp 2.271.201, Berlaku Mulai Januari 2021⁣

Cirebon,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menetapkan besaran Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) tahun 2021 di 27 Kota/Kabupaten di...

GOR Watubelah akan Digunakan sebagai Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Cirebon,- Gedung Olah Raga (GOR) Watubelah Sumber, Kabupaten Cirebon akan digunakan sebagai tempat isolasi warga yang terkonfirmasi positif covid 19. Penggunaan GOR ini, sebagai salah...

MD 7 Hotel Hadir di Cirebon, Tawarkan Promo Menarik Hanya Rp. 187 ribu/Malam

Cirebon,- MD 7 Hotel merupakan hotel budget yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. Hotel dengan 8 lantai ini memiliki138 kamar dengan tiga tipe. Tiga...

Ratusan Guru dan Nakes di Cirebon Manfaatkan Program Naik KA Gratis

Cirebon,- Sejak dihadirkannya program PT KAI Gratiskan Guru dan Tenaga Kesehatan (Nakes) Naik Kereta Api sejak awal November 2020 lalu, minat guru dan nakes...

More Articles Like This