Himbauan Polres Cirebon Kota  untuk Angkutan Konvensional dan Angkutan Online

Cirebon, 16 Agustus 2017,- Aksi pemogokan massal supir angkutan umum di Kota Cirebon, terkait beroperasinya transportasi berbasis online mulai sejak kemarin Selasa (15/08/2017) dan berlanjut hingga hari ini.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid AB mengatakan, Polres Cirebon Kota telah menghimbau kepada kedua belah pihak untuk tetap menahan diri masing-masing sampai adanya kebijakan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, Polres Cirebon Kota mendukung sepenuhnya kebijakan Bapak Walikota Cirebon, artinya Walikota memberikan himbauan bahwa adanya penundaan beroperasi moda transportasi online di Kota Cirebon sampai adanya perijinan yang dikeluarkan dari Provinsi Jawa Barat.

BACA YUK:  Laporan Gaji JobStreet 2022: Strategi Untuk Mempertahankan Karyawan dan Mencari Karyawan Baru

“Apabila dari pihak online tetap beroperasi, Polres Cirebon Kota dan Dinas Pehubungan akan berkoordinasi untuk dilakukan penertiban terhadap online,” ujarnya, Rabu (16/08/2017).

Lanjut dia, kami juga sudah mengumpulkan teman-teman angkutan konvensional, bahwa ini suatu perkembangan teknologi yang tidak bisa dihalang-halangi, artinya marilah beradu dari segi pelayanan.

“Masing-masing tingkatkan pelayanan, tentunya untuk menentukan siapa yang akan digunakan oleh masyarakat, kembali lagi dari pelayanan yang diberikan. Kalau online bisa lebih maksimal pelayanannya, otomatis masyarakat beralih ke online. Tetapi, jika dari angkutan konvensional ini bisa meningkatkan pelayanan, pasti masyarakat beralih lagi,” jelasnya.

BACA YUK:  Opini : Solusi Jitu dan Tuntas Menyelesaikan Polemik Minyak Goreng

Selain itu, dengan maraknya terjadi benturan baik secara fisik dan ucapan, Polres Cirebon Kota akan siap menghadapi, kita sudah memberikan himbauan secara baik-baik kepada kedua belah pihak, tapi kalau mereka tidak mau mengindahkan, siap-siap berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Ia menambahkan, kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk ikut memantau, untuk memberikan informasi apabila terjadinya benturan fisik. Jadi, untuk masing-masing pihak bisa menahan diri dan menghindari kerumunan-kerumunan.

“Dengan adanya  mogok massal angkutan umum, kita juga masih menyiapkan armada dan bila masih terjadi hal seperti itu, mulai dari Kepolisian, Kodim, Arhanud, Brimob, Lanal, sudah menyiapkan armada untuk mengakut masyarakat,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 11 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.