Kamis, 5 Agustus 2021

“Hijab For Sister” Novel Best Seller yang Asik dan Penuh Makna

Populer

Tingkatkan Herd Immunity, Pemda Kota Cirebon Buka Central Vaksinasi

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi untuk terciptanya herd immunity. Di Kota Cirebon, capaian vaksinasi...

PKL Kota Cirebon Kibarkan Bendera Putih, Berharap Tidak Ada Perpanjangan PPKM Lagi

Cirebon,- Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Cirebon mengibarkan bendera putih. Pemasangan bendera putih tersebut sebagai bentuk menyerah dengan...

Polresta Cirebon Gelar Vaksinasi di Sejumlah Pasar Tradisional

Cirebon,- Jajaran Polresta Cirebon menggelar vaksinasi Covid-19 di sejumlah pasar tradisional. Vaksinasi yang dilaksanakan di Posko PPKM Pasar tersebut...

Ringankan Beban Pelaku Usaha dan Masyarakat, Pemkab Cirebon Hapus Sanksi Administrasi Denda Pajak

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon memberikan penghapusan sanksi administrasi denda Pajak Daerah kepada wajib pajak. Hal tersebut sesuai dengan...

Ini Tanggapan Ketua PP-PKL Kota Cirebon Terkait Pengibaran Bendera Putih

Cirebon,- Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di Kota Cirebon mengibarkan bendera putih sejak berapa hari lalu. Namun, dibalik pengibaran...

Cirebon – Novel berjudul ‘Hijab For Sister’ menjadi salah satu best seller di toko-toko buku. Novel ini merupakan karya Nimas Aksan yang menggunakan nama pena Anastasha Hardi (nama anak dari Nimas Aksan).⁣

Tidak hanya alur ceritanya yang menarik, Nimas juga memadukan unsur religi penuh makna di dalamnya. Novel ini terbit tahun 2018 lalu, dan sudah memasuki cetakan ulang ke-6 sepanjang dua tahun ini. Dia menceritakan sedikit sinopsis dari novel buatannya itu.⁣

“Hijab for Sister 1 ceritanya tentang dua santriwati di pesantren modern Kuningan, namanya Asha dan Khalda yang punya prestasi seimbang hingga keduanya menjadi kandidat beasiswa menuju Jerman. Hanya akan terpilih satu yg terbaik,” ungkap Nimas Kepada About Cirebon, Kamis (13/1/2021).⁣

Lalu Nimas mengatakan, untuk menyeleksi kedua kandidat itu, pihak pesantren akhirnya menurunkan mereka ke sekolah umum, SMA Negeri, yang muridnya heterogen. Siapa yang bertahan dan tetap berprestasi disana, itulah yang terpilih mendapatkan beasiswa ke Jerman.⁣

“Kalau Hijab For sister cetakan pertama, idenya ketika saya antar keponakan yang boarding di salah satu pesantren modern di Kuningan. Lalu muncul ide andai begini, begini begini, akhirnya saya buatkan novelnya,” jelas Nimas.⁣

Mengantar sukses yang pertama, di tahun 2019 Nimas membuat sekuelnya ‘Hijab For Sister, Kerudung Untuk Rasi’ yang juga akhirnya cetak ulang kedua. Masih cerita yang sama, kelanjutan kisah mengenai apakah Asha atau Khalda yang ke Jerman tapi juga dibumbui tokoh utama bernama Rasi, anak seorang selebritis yang hilang arah dan kepercayaan kepada orang tuanya.⁣

Kemudian, lanjut Nimas, Desember 2020 terbit yang ketiga dengan judul ‘Hijab For Sister 3, Stop Ngomongin Rain’. Novel ini berbeda karena tokohnya tidak berkaitan dengan tokoh di novel sebelumnya. Tentang Rain, selebgram yang dihukum karena kenakalannya. Masuk pesantren tradisional di Cirebon dimana semua serba sulit, tidak semudah yang dia dapatkan di rumah. ⁣

“Meski yang ke-3 ini berbeda dari alur cerita sebelumnya, tapi ada sisipan kisah lanjutan mengenai Asha dari Hijab 1 juga,” ungkapnya.⁣

Novel ketiga ini walaupaun baru sebulan terbit, penjualannya sudah lumayan bagus. Padahal diakui Nimas harganya Rp80.000, lebih mahal dibanding dua novel sebelumnya yang hanya Rp54.000 dan Rp64.000.⁣

Jumlah halaman tiap novel tidak terlalu banyak yaitu sekitar 270 halaman, sehingga tetap ringan untuk dibaca. Novel ini diakuinya banyak dibeli dan dibaca oleh remaja, juga orang tua yang ingin belajar menjadi orang tua bagi anak milenial.⁣

“Menurut saya ada makna khusus di novel ini. Saya ingin menyiratkan bahwa Islam itu indah, mudah, dan bersahabat. Bahwa belajar agama itu ternyata menyenangkan, dan bagaimana sih remaja menyikapi kehidupan beragama itu semestinya, supaya lebih bangga dan lebih kuat iman sebagai remaja muslim muslimah,” bebernya.⁣

Novel ini memuat nasihat agama yang sama sekali tidak terkesan menggurui. Karena motivasi Nimas menulis cerita tentang religi ini, ingin memberi bacaan yang bermanfaat untuk menuntun remaja memahami islam.⁣

“Apalagi saya juga seorang ibu, saya ingin memiliki karya yang nggak hanya komersil tapi juga sarat akan makna, menjadi ladang pahala buat saya dan semua yang terlibat di dalam prosesnya,” lanjut Nimas.⁣

Selama proses pembuatan novel, Nimas mengatakan Hijab For Sister pertama cukup lama. Karena memang dibikin santai dan belum dikejar target. Sedangkan untuk yang kedua dan ketiga prosesnya sekitar tiga sampai empat bulanan sudah dengan riset dan editing. ⁣

“Di novel dua dan tiga itu dengan dibarengi diskusi sama editor sampai kita nemu yang pas untuk dituliskan,” imbuhnya.⁣

Untuk desain cover buku pertama dan kedua oleh Ulayya Nasution dann buku ketiga oleh Hani Wirdani. Novel ini disunting oleh Dion Rahman, yang juga menyunting sebagian besar novel Nimas Aksan. Buku ini pun menjadi best seller di Penerbit Elexmedia, yang artinya terjual baik melalui toko Gramedia online dan offline, atau toko buku lainnya. ⁣

“Alhamdulillah novel Hijab for Sister 1 selalu menjadi penjualan terbaik setiap bulannya dalam jajaran novel Elexmedia, meski di saat pandemi seperti sekarang,” ujarnya.⁣

Hijab for Sister ini merupakan novel ke-4 setelah Impian Demian, Arya Buaya, dan Asmara Bukan Ramayana. Dan buku lainnya setelah itu ada Memori Janji Es Krim yang tak kalah asik untuk dibaca. ⁣

“Novel ini diharapkan bisa menjadi tuntunan yang ringan dan menghibur namun sarat makna bagi pembaca remaja maupun orang tua. Diharapkan agar remaja mendapat asupan bacaan yang berkualitas seperti makna di dalamnya,” pungkasnya. (AC560)

BACA YUK:  PKL Kota Cirebon Kibarkan Bendera Putih, Berharap Tidak Ada Perpanjangan PPKM Lagi
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Alfacorp Mempersiapkan Fasilitas Isolasi Bagi Pasien Covid-19 di UBM Housing Jakarta

Jakarta,- AlfaCorp, kelompok perusahaan yang menaungi Alfamart, Alfamidi, DAN+DAN, Lawson, Alfaland Group, Omega Hotel Management (OHM) dan Universitas Bunda...

Rayakan HUT ke-40, Santika Indonesia Bagi-bagi Hadiah

Cirebon,- Memasuki bulan Agustus, Santika Indonesia Hotels & Resorts akan segera merayakan hari jadinya yang ke-40 di tanggal 22 Agustus 2021. Mengambil momen yang...

Tiga Ribu Anak di Kabupaten Cirebon Ditargetkan Divaksin Covid-19

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon menggelar Perayaan Hari Anak Nasional tahun 2021 dan launching vaksinasi untuk anak usia 12 sampai 17 tahun di GOR Ranggajati...

Bentuk Herd Immunity, OJK Cirebon Bersama Jasa Keuangan dan BI Gelar Vaksinasi Massal

Cirebon- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Forum Industri Jasa Keuangan (FIJK), dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) menggelar vaksinasi...

More Articles Like This