Hasil Survei Indo Consulting Network, Pasangan Oke Ungguli Pasti

0
320

Cirebon,- Lembaga Survei dari Indo Consulting Network merilis Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon tahun 2018 dari 23 sampai 30 April 2018.

Survei dilakakuan di Pemilihan Daerah Kota Cirebon dari jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) 233.774 jiwa yang dipilih secara random dengan teknik multi- stage random sampling.

Aston Hotel

Wisnu Sentosa, selaku Direktur Indo Consulting Network mengatakan, dari total DPT tersebut diambil sampel sebanyak 600 responden secara acak dengan margin of error plus minus 4.0 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Sedangkan untuk Validasi gender diambil 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan dengan usia responden antara 30 sampai 49 tahun,” ujarnya, Jumat (11/5/2018).

Dilihat dari tingkat pendidikan, ia menjelaskan, bahwa sebagian besar yang diwawancarai dengan tamatan akademik/diploma sebesar 42,6 persen, sarjana 32,3 persen, SLTA 21,8 persen, tamat SLTP 2,5 persen, tamatan SD 0,3 persen, dan tidak tamat SD 0,3 persen, serta yang tidak pernah sekolah sebesar 0,3 persen.

Istana Kerang

Menurutnya, saat melakukan survei agenda prioritas untuk perbaikan Kota Cirebon dengan memberikan pertanyaan “faktor apa yang paling memengaruhi kinerja wali kota dan wakil wali kota periode sekarang?”

“Ada tiga prioritas yang harus dilakukan. Prioritas pertama yang diinginkan masyarakat Kota Cirebon adalah persoalan banjir, kesempatan kerja, pendidikan, subsidi golongan lemah, harga sembako, dan pelayanan kesehatan,” bebernya.

Prioritas kedua adalah tentang kemacetan, masalah sampah, keamanan, pelayanan birokrasi, dan pemberantasaan KKN. Prioritas ketiga yaitu listrik, kemudahan kridit pembangunan fisik, dan ruang terbuka hijau.

Lanjut dia, minat untuk memilih pada Juni 2018 yang akan datang, hampir semua responden menyatakan berminat untuk menggunakan hak pilih sebesar 99,8 persen. Lalu yang menyatakan cukup berminat sebesar 0,2 persen.

“Untuk elektabilitas kandidat Wali Kota Cirebon yang kami dapat adalah 59,6 persen untuk pasangan nomor urut satu dan pasangan nomor dua 40,3 persen,” jelasnya.

Mengenai popularitas pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon, lanjut dia, semua responden mengenali kedua pasangan calon sampai 100 persen.

Terkait dengan akseptabilitas, Pasangan Bamunanas lebih banyak disukai responden sebesar 55,4 persen, dibanding Azis dan Eti sebesar 43,4 persen.

Ia menambahkan, untuk kemantapan pilihan sebanyak 58,73 persen masyarakat menjawab sudah mantap dengan pilihannya, 41,10 persen menjawab masih mungkin berubah dan 0,17 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

Dari yang belum menyatakan mantap memilih, kata dia, ada 53,7 persen menyatakan mereka memastikan pilihan seminggu sebelum pemilihan dan 46,3 persen tidak memberikan jawaban atau menjawab tidak tahu.

“Alasan masih mungkin berubah pilihan, responden menjawab harus perhatian pada rakyatnya dan program kerjanya,” tambahnya.

Lalu, sebagian besar responden mempertimbangkan kejujuran dan kebersihan dari korupsi sebanyak 47,4 persen, berasal dari keluarga atau tokoh politik masyarakat 18,5 persen, memiliki hasil kerja nyata 7,3 persen, perhatian pada rakyat 4,3 persen, mempertimbangkan asal partai 0,3 persen, dan tidak memberikan jawaban atau tidak tahu 22,3 persen.

Terpopuler

Ini Dia Es Kepal Milo yang Berasa Sekali Milonya
Es Kepal Milo Viral Jeh Ramaikan Kuliner di Cirebon
Wow! Akan Ada Ice Skating Di Grage City Mall

“Harapan masyarakat kepada kandidat mendatang, sebagian besar responden 53,7 persen mengharapkan pasangan calon tidak korupsi, dan 46,1 persen menginginkan yang amanah dan 0,2 persen menginginkan wali kota dan wakilnya peduli,” tandasnya. (AC212)