Kamis, 24 Juni 2021

Hasil Operasi Pekat, Polresta Cirebon Ungkap Kasus Perjudian Hingga Prostitusi Online

Populer

Polresta Cirebon Gelar Penyekatan Sejumlah Ruas Jalan di Kecamatan Sumber Demi Kebaikan Masyarakat

Cirebon,- Jajaran Polresta Cirebon melakukan penyekatan sejumlah ruas jalan di Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon, Selasa (22/6/2021). Kegiatan tersebut merupakan...

Kombes Pol Arif Budiman Pimpin Polresta Cirebon

Cirebon,- Kombes Pol Arif Budiman, resmi memimpin Polresta Cirebon menggantikan Kombes Pol M. Syahduddi. Acara pisah sambut Kapolresta Cirebon...

Bupati Cirebon : Santri Diminta Melanjutkan Pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi

Cirebon,- Bupati Cirebon, Drs.H. Imron, menghadiri acara haflah akhirussanah santri tingkat ibtidaiyah hingga aliyah di Pondok Pesantren An Nashuha,...

Inilah Tempat Ngopi di Majalengka yang Wajib Dikunjungi Para Penikmat Kopi⁣

Majalengka,- Siapa sih yang tidak suka dengan kopi? Hampir semua orang menyukai kopi. Mulai dari remaja hingga dewasa, laki-laki...

Karyawan Mall dan Pusat Perbelanjaan di Cirebon Jalani Vaksinasi

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon kembali menggelar vaksinasi Covid-19. Kali ini menyasar terhadap...

Cirebon,- Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon berhasil mengungkap sejumlah kasus dari hasil operasi penyakit masyarakat (pekat). Kasus yang diungkap dari mulai perjudian hingga prostitusi online.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddu mengatakan qkasus perjudian yang diungkap ialah togel di Desa Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Ada tiga tersangka berinisial HS (45) dan JL (30).

Menurutnya, HS merupakan pengeber judi togel tersebut dan JS adalah pemasangnya. Selain itu, sejumlah barang bukti juga turut diamankan. Di antaranya, uang tunai, handphone, kertas pasangan togel, dan lainnya.

Loading...

“Dari operasi pekat ini, kami juga mengamankan tiga tersangka kasus judi togel lainnya. Para tersangka berinisial AF (27), OH (18), dan TF (27),” ujar Syahduddi saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Selasa (20/4/2021).

BACA YUK:  Surat Edaran Wali Kota Terbaru : Mall Dibatasi Hingga Pukul 20.00 WIB

Ia mengatakan, kelima tersangka kasus perjudian tersebut dijerat Pasal 303 KUHP dan diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kasus selanjutnya yang berhasil diungkap tentang kepemilikan senjata tajam dari anggota geng motor berinisial RAW (19), NK (15), SN (16), dan MJ (16).

Mereka kedapatan membawa senjata tajam saat operasi antisipasi C3 petugas Polsek Babakan pada Minggu (11/4/2021) pukul 02.00 WIB. Dari tangan para tersangka, pihaknya menyita empat bilah senjata tajam yang panjangnya 70 cm – 90 cm, dua unit sepeda motor, dan dua buah gerinda.

Pihaknya juga mengamankan senjata tajam dari pemuda berusia 19 tahun berinisial MA. Tersangka kedapatan membawa sebilah pedang saat jatuh dari sepeda motornya di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, pada Minggu (18/4/2021) pukul 01.15 WIB.

“Seluruh tersangka yang kedapatan memiliki senjata tajam dijerat UU Darurat Nomor 17 Tahun 1951 dan diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tutur Syahduddi.

BACA YUK:  Komisi II DPRD Kota Cirebon Minta DPPKP Perbaiki Sistem Retribusi di TPI Kejawanan

Syahduddi menuturkan, Satreskrim Polresta Cirebon juga berhasil mengungkap kasus prostitusi online berkedok pijat plus-plus. Tersangka yang diamankan berinisial GMI (20) warga Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.

Adapun modus operandi praktek prostitusi online yang dilakukan tersangka adalah menggunakan aplikasi handphone android. GMI membuat akun di media sosial dengan memakai nama dan foto perempuan.

Bahkan, tersangka juga membuat status yang menawarkan jasa pijat plus-plus selama 1,5 jam dengan tarif Rp 250 ribu. Saat ada yang memesan, tersangka akan menjemput rekannya kemudian mengantarnya ke tempat yang telah dijanjikan untuk melayani konsumen.

“GMI berperan sebagai mucikari yang menyediakan jasa pijat plus-plus. Kami mendapat informasi adanya praktik prostitusi online dan langsung diamankan pada 5 April 2021 kira-kira pukul 15.30 WIB,” katanya.

Syahduddi mengatakan, sejumlah barang bukti juga turut diamankan jajarannya dari tangan tersangka. Di antaranya, ponsel, alat kontrasepsi, seprai, pelumas memijat, uang tunai Rp 1 juta, dan lainnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, GMI dijerat Pasal 21 jo Pasal 45 UU ITE dan atau Pasal 296 KUHP dan Pasal 506 KUHP dan diancam hukuman maksimal enam tahun penjara serta denda paling banyak Rp 1 miliar. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Zalora Big Fashion Sale untuk Penuhi Kebutuhan Fashion dan Gaya Hidupmu⁣

Jakarta,- ZALORA, destinasi online fashion, beauty, lifestyle utama di Asia kembali menghadirkan ZALORA Big Fashion Sale, menawarkan promosi terbesar...

Kapolresta Cirebon Pimpin Sertijab Kasat dan Kapolsek

Cirebon,- Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budikan memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) para Kasat dan Kapolsek jajaran, Rabu (23/6/2021). Upacara sertijab tersebut berlangsung...

Tingkatkan Kapasitas, HIPMI BPC Kota Cirebon Gelar Diklatcab

Cirebon,- Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Badan (BPC HIPMI) Kota Cirebon menggelar Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Diklatcab). Kegiatan tersebut berlangsung di Volte...

Surat Edaran Wali Kota Terbaru : Mall Dibatasi Hingga Pukul 20.00 WIB

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro. Dalam surat edaran (SE) Walikota Cirebon Nomor: 443/SE.54-PEM berlaku mulai...

More Articles Like This