Harga Bahan Baku Melonjak, Usaha Mikro Bawang Goreng Terhambat

Cirebon, 24 Maret 2015,- Melambungnya harga sembako seperti bawang merah membuat rumah produksi bawang goreng jenis bawang sumenep yang sudah berdiri sejak 1996 di Kebon Pring, Gg. Gajah Mada, RT 05 RW 05, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon sempat terhenti. 

 

Diakui pengelola usaha, Ibu Latikah yang saat ditemui sedang mengiris bawang-bawangnya, dampak kenaikan harga bawang yang merupakan bahan utama usahanya sangat dirasakan yaitu terhentinya produksi selama beberapa hari.

 

“Iya sempat ga produksi selama 2 hari, abisnya itu harga bawang makin mahal tapi yang pesen makin banyak jadi kita bingung.” Tutur Ibu Anah, pemilik rumah produksi bawang goreng.

BACA YUK:  Bantu Perekonomian Masyarakat, Pasar Malam 2 Kali Seminggu di Halaman Parkir Goa Sunyaragi

 

Dengan naiknya harga bawang merah, rumah produksi bawang ini menyiasatinya dengan mengurangi jumlah belanja, biasanya mereka membeli 1 kwintal, mereka kurangi dengan membeli 10 – 30 kilogram.

 

Hasil produksinya ini nanti akan diambil oleh pemesan dari restoran dan luar kota. (AC530)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *