Harap Waspada Terhadap Pinjaman Online yang Menjerat

Cirebon,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kota Cirebon terus melakukan sosialisasi terkait pinjaman online (Pinjol) ilegal.

Budi Arief Wibisono, Kepala OJK Cirebon mengatakan secara nasional, OJK telah menutup sebanyak tiga ribuan pinjaman online ilegal. Namun, menurutnya, tutup satu tumbuh seribu.

“Kita tutup satu, besok bisa tumbuh seribu. Bahkan, sampai kemarin saja kita sudah menutup tiga ribuan pinjaman online secara nasional,” ujar Arief saat ditemui About Cirebon, Jumat (21/5/2021).

Menurut Budi, yang bisa dilakukan saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait pinjaman online ilegak kepada masyarakat. Termasuk, tambah Budi, yang legal pun harus tetap waspada.

BACA YUK:  Kenalkan Menu Brisket, Archipelago Food Festival 2022 Hadir di Aston Cirebon

“Yang legal pun kita harus tetap waspada. Kita harus perhitungkan kemampuan kita, suku bunganya hingga biayanya. Karena sekarang ini orang begitu mudahnya dapat pinjaman, tanpa memperhitungkan kemampuan,” ungkapnya.

Untuk wilayah Cirebon, kata Budi, pengaduan terkait pinjaman online di OJK Cirebon sudah cukup banyak.

“Laporan ke kita memang cukup banyak. Untuk yang sudah terjerat, saya berpesan untuk tidak menutup pinjaman lama dengan pinjaman baru,” katanya.

Terhadap pinjaman yang berizin pun, kata Budi, harus tetap waspada. Dalam arti, untuk meneliti terlebih dahulu suku bunganya berapa.

BACA YUK:  Disbudpar Kota Cirebon Akan Buat Museum Sejarah dan Budaya

“Bagi saya, kalau memang masih bisa untuk pinjam, lebih baik pinjam di bank konvensional maupun BPR. Tapi, tentunya, masyarakat ini tidak tahu butuhnya kapan dan banyak yang terjebak,” bebernya.

“Jadi ya memang harus waspada terhadap pinjaman online yang terdaftar, berizin, maupun yang sama sekali belum,” pungkasnya. (AC212)

(Dilihat: 8 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.