Sabtu, 24 Agustus 2019

Hana Nining Kurnia: Bhinneka Tunggal Ika Terpancar dari Gebyar 10.001 Merah Putih

Populer

Serunya Kebersamaan Warga RW 03 Widarasari di Peringatan HUT RI

Cirebon,- Peringatan Kemerdekaan RI yang ke-74 diperingati oleh berbagai lapisan masyarakat. Hal tersebut juga dilakukan sebagai agenda rutin setiap...

Menikmati Perjalanan Cirebon Menuju Solo

Cirebon,- Kota Surakarta, juga disebut Solo, adalah wilayah otonom dengan status kota yang berada di bawah Provinsi Jawa Tengah,...

Hari Kemerdekaan ke-74, Daop 3 Cirebon Bagikan 1945 Air Minum Kemasan dan Pesta Diskon Untuk Penumpang Argo Cheribon

Cirebon,- Sejalan dengan komitmen KAI untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh stakeholder yang ada, PT KAI Daop 3...

Seluruh Karyawan Cirebon Power Melaksanakan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Cirebon,- Karyawan dan pekerja di lingkungan pembangkit Cirebon Power turut melaksanakan upacara HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2019). Upacara...

Pererat Silaturahmi, CSB Mall Gelar Touring Bersama Tenant

Cirebon,- Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, CSB Mall menggelar touring bersama tenant-tenant CSB Mall, Senin (19/8/2019).Kegiatan touring motor tersebut...

Kuningan,- Dilahirkan dari darah pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, menjadikan Hana Nining Kurnia sangat menghargai betul makna merah putih dan juga sejarahnya. Kegigihan serta semangatnya membuat perubahan di Kuningan dengan menciptakan “Gebyar 10.001 Merah Putih” di Taman Gedung Naskah Perundingan Linggarjati Kabupaten Kuningan.

[Baca juga : Gedung Naskah Linggarjati Jadi Spot Foto Paling Hits Bulan Agustus #Gebyar10001MerahPutih]

Bukan serta merta ribuan bendera tertancap di Taman Gedung Naskah sepanjang bulan Agustus tersebut, namun wanita pecinta seni ini mengaku ide awalnya berasal dari suatu perjalanan yang dia alami, dan terpikir ingin memasang bendera yang sangat banyak.

“Waktu bulan Juli 2016, saya main ke lereng Gunung Ciremai, disana ada anak-anak gunung dan pemandangan bukit gundul. Kemudian saya berpikir kayanya bukit gundul itu bagus untuk ditanami bendera yang banyak,” ungkap Hana sembari membayangkannya.

Terbayang olehnya saat itu bahwa lahan gundul tersebut akan nampak indah dan berkesan ketika ditanami atau dipasang bendera yang sangat banyak. Akhirnya sepulang dari lereng Gunung Ciremai, membuatnya tak bisa tidur. Terbayang akan mimpi dan keinginannya itu.

“Yang jadi pertimbangan saya, mungkin gak semua orang bisa melihat keindahan bendera yang banyak secara langsung ke lereng Gunung Ciremai, karena jaraknya yang jauh,” simpul wanita kelahiran Kuningan, 18 November 1964.

Namun, kemudian terpikir untuk mewujudkan keinginannya tersebut di Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, mengingat nilai sejarah tak terlupakan pernah terjadi di sana, dan juga dirasa pas dengan penanaman bendera di tempat yang bersejarah. Maka tercetuslah ide “Gebyar 10.001 Merah Putih”.

Tidak sampai disitu, pada pertengahan Juli 2016, Hana melakukan perijinan kepada pengelola Gedung Naskah Linggarjati, membuat surat-surat bantuan sumbangan bendera dan lainnya. Karena memang saat itu Hana hanya memiliki modal bendera 1 buah yang selalu dibawanya di dalam dompet, kemanapun dia pergi.

Sampai akhirnya awal bulan Agustus tiba, Hana sempat kebingungan mencari tambahan bendera. Saat itu baru terkumpul beberapa ratus bendera, masih sangat kurang. Dia pun gencar melakukan promosi di media sosialnya.

“Ada kejadian haru yang saya alami. Waktu itu ada anak kecil yang membobrok celengannya, dan memberikan uang itu ke saya untuk dibelikan bendera. Gak banyak cuma Rp50 ribu, tapi itu sangat berarti bagi saya, karena perjuangan seorang anak kecil yang rela memberikan hasil tabungannya untuk beli bendera,” ucapnya.

Seorang nenek pun tak kalah semangatnya. Dia memiliki satu bendera yang sudah sedikit lusuh. Tapi dia ingin bendera miliknya ini terpasang di Gedung Naskah, menyumbangkannya untuk Gebyar 10.001 Merah Putih.

Rejeki tak terduga pun datang dari Facebook Hana. Ada relawan yang menyumbangkan bahan merah putih, dan dikirim ke alamat Hana. Dia sangat senang karena kain yang disumbangkan dalam jumlah yang sangat banyak. Hana beserta tim langsung menjahitnya dan memasang bendera tersebut.

“Tahun pertama memang butuh perjuangan. Saya pernah dicibir oleh orang-orang dengan ide gila saya ini. Tapi saya tetap berjuang, bagaimanapun 10.001 merah putih ini harus terealisasi,” tegasnya.

Dukungan serta relawan dari ormas atau warga sekitar menjadikannya lebih bersemangat. Hingga kini menginjak di tahun ke-3 Gebyar 10.001 Merah Putih. meski tetap ada saja rintangan dan hambatan, Hana mengaku senang dan menjalaninya dengan enjoy.

Dia berharap, pergerakannya akan diikuti oleh daerah lainnya di Indonesia. Dia ingin hari kemerdekaan ini tiap daerah bisa memerahputihkan lingkungannya masing-masing. Sebagai salah satu upaya mengenang jasa pahlawan. (AC560)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Turnamen Ping-pong Nge-Mall CSB Cup Diikuti Peserta dari Seluruh Indonesia

Cirebon,- Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon bekerja sama dengan CSB Mall kembali menggelar Turnamen Disdik Cup...

Gali Potensi Hasil Hutan, West Java Forest Festival 2019 Kembali Digelar di Cirebon

Cirebon,- Dalam rangka peningkatan wawasan masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan, produk hasil hutan unggulan, meningkatkan nilai tambah produk hasil hutan, serta pemanfaatan hasil hutan...

Hari Jadi Cirebon ke-650, Daop 3 Cirebon Berikan Diskon 10 Persen Untuk Pengguna KA Argo Cheribon, Ini Syaratnya

Cirebon,- Turut memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-650, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Oprasional (Daop) 3 Cirebon memberikan diskon 10 persen untuk pengguna KA...

Mudahkan Pelanggan JNE, Pembayaran Transaksi Bisa Dengan OVO

Jakarta,- OVO platform pembayaran, rewards, dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, mengumumkan kerja sama dengan JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik...

Ribuan Jamaah Padati Kuliah Umum dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Abdul Somad di UGJ

Cirebon,- Ribuan jamaah memadati acara Kuliah Umum dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) di halaman parkir Kampus I Universitas Gunung Jati (UGJ),...

More Articles Like This