Senin, 25 Mei 2020

Hana Nining Kurnia: Bhinneka Tunggal Ika Terpancar dari Gebyar 10.001 Merah Putih

Populer

H-3 Lebaran Idulfitri Kendaraan Roda Dua Padati Jalur Pantura Cirebon

Cirebon,- H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri, Jalur Pantura Cirebon dipadati kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah,...

Tetap Dukung PSBB, Grage Mall dan Grage City Mall Memilih Buka Sehabis Lebaran

Cirebon,- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cirebon di perpanjang mulai hari ini tanggal 20 Mei - 2...

Bila Masih Ditemukan Warga Mudik, Polresta Cirebon Akan Putar Balik Kendaraan

Cirebon,- Pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik lebaran pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2020 ini guna mencegah penyebaran virus...

Masjid Raya At-Taqwa dan Masjid Sang Cipta Rasa Tidak Menggelar Salat Id

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kota Cirebon telah memperpanjang masa PSBB tahap kedua selama 14 hari kedepan.PSBB tahap kedua sudah dimulai...

Pemda Kabupaten Cirebon Lakukan Test Swab Massal di Pasar Sumber

Cirebon,- Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon kembali menjalani test massal Covid-19 menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau swab.Kali ini,...

Kuningan,- Dilahirkan dari darah pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, menjadikan Hana Nining Kurnia sangat menghargai betul makna merah putih dan juga sejarahnya. Kegigihan serta semangatnya membuat perubahan di Kuningan dengan menciptakan “Gebyar 10.001 Merah Putih” di Taman Gedung Naskah Perundingan Linggarjati Kabupaten Kuningan.

[Baca juga : Gedung Naskah Linggarjati Jadi Spot Foto Paling Hits Bulan Agustus #Gebyar10001MerahPutih]

Bukan serta merta ribuan bendera tertancap di Taman Gedung Naskah sepanjang bulan Agustus tersebut, namun wanita pecinta seni ini mengaku ide awalnya berasal dari suatu perjalanan yang dia alami, dan terpikir ingin memasang bendera yang sangat banyak.

“Waktu bulan Juli 2016, saya main ke lereng Gunung Ciremai, disana ada anak-anak gunung dan pemandangan bukit gundul. Kemudian saya berpikir kayanya bukit gundul itu bagus untuk ditanami bendera yang banyak,” ungkap Hana sembari membayangkannya.

Loading...

Terbayang olehnya saat itu bahwa lahan gundul tersebut akan nampak indah dan berkesan ketika ditanami atau dipasang bendera yang sangat banyak. Akhirnya sepulang dari lereng Gunung Ciremai, membuatnya tak bisa tidur. Terbayang akan mimpi dan keinginannya itu.

“Yang jadi pertimbangan saya, mungkin gak semua orang bisa melihat keindahan bendera yang banyak secara langsung ke lereng Gunung Ciremai, karena jaraknya yang jauh,” simpul wanita kelahiran Kuningan, 18 November 1964.

Namun, kemudian terpikir untuk mewujudkan keinginannya tersebut di Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, mengingat nilai sejarah tak terlupakan pernah terjadi di sana, dan juga dirasa pas dengan penanaman bendera di tempat yang bersejarah. Maka tercetuslah ide “Gebyar 10.001 Merah Putih”.

Tidak sampai disitu, pada pertengahan Juli 2016, Hana melakukan perijinan kepada pengelola Gedung Naskah Linggarjati, membuat surat-surat bantuan sumbangan bendera dan lainnya. Karena memang saat itu Hana hanya memiliki modal bendera 1 buah yang selalu dibawanya di dalam dompet, kemanapun dia pergi.

Sampai akhirnya awal bulan Agustus tiba, Hana sempat kebingungan mencari tambahan bendera. Saat itu baru terkumpul beberapa ratus bendera, masih sangat kurang. Dia pun gencar melakukan promosi di media sosialnya.

“Ada kejadian haru yang saya alami. Waktu itu ada anak kecil yang membobrok celengannya, dan memberikan uang itu ke saya untuk dibelikan bendera. Gak banyak cuma Rp50 ribu, tapi itu sangat berarti bagi saya, karena perjuangan seorang anak kecil yang rela memberikan hasil tabungannya untuk beli bendera,” ucapnya.

Seorang nenek pun tak kalah semangatnya. Dia memiliki satu bendera yang sudah sedikit lusuh. Tapi dia ingin bendera miliknya ini terpasang di Gedung Naskah, menyumbangkannya untuk Gebyar 10.001 Merah Putih.

Rejeki tak terduga pun datang dari Facebook Hana. Ada relawan yang menyumbangkan bahan merah putih, dan dikirim ke alamat Hana. Dia sangat senang karena kain yang disumbangkan dalam jumlah yang sangat banyak. Hana beserta tim langsung menjahitnya dan memasang bendera tersebut.

“Tahun pertama memang butuh perjuangan. Saya pernah dicibir oleh orang-orang dengan ide gila saya ini. Tapi saya tetap berjuang, bagaimanapun 10.001 merah putih ini harus terealisasi,” tegasnya.

Dukungan serta relawan dari ormas atau warga sekitar menjadikannya lebih bersemangat. Hingga kini menginjak di tahun ke-3 Gebyar 10.001 Merah Putih. meski tetap ada saja rintangan dan hambatan, Hana mengaku senang dan menjalaninya dengan enjoy.

Dia berharap, pergerakannya akan diikuti oleh daerah lainnya di Indonesia. Dia ingin hari kemerdekaan ini tiap daerah bisa memerahputihkan lingkungannya masing-masing. Sebagai salah satu upaya mengenang jasa pahlawan. (AC560)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Satu Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Sembuh

Cirebon,- Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon sembuh.Berdasarkan hasil...

Slamet Anak Sebatang Kara yang Tinggal di Rumah Hampir Ambruk

Cirebon,- Slamet (15) asal Blok Singkil 2 RT 02 RW 07, Desa Astanajapuran Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, kondisinya terlihat memperihatinkan.Pasalnya, Slamet merupakan anak yatim...

Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah Satu Lagi

Cirebon,- Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon mengumumkan adanya penambahan satu pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020).Sehingga, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19...

H-2 Jelang Lebaran Idulfitri, Polresta Cirebon Terus Lakukan Penyekatan Selama 24 Jam

Cirebon,- H-2 jelang Hari Raya Idulfitri tahun 2020, jajaran Polresta Cirebon bersama dengan unsur lainnya terus melakukan penyekatan di wilayah Kabupaten Cirebon.Kapolresta Cirebon, Kombes...

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Minuman Keras Hasil Razia

Cirebon,- Polresta Cirebon memusnahkan barang bukti sepuluhan ribu botol minuman keras (miras) berbagai jenis hasil razia.Pemusnahan yang dihadiri Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten...

More Articles Like This