Gubernur Jabar Luncurkan Program Jabar Masagi, Ini Penjelasannya

0
114

Cirebon,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Program Jabar Masagi, yang berlangsung di Gedung Negara, Kota Cirebon, Rabu (5/12/2018) malam.

Pada peluncuran program Jabar Masagi, dihadiri seluruh kepala daerah se-Jawa Barat, dan juga siswa-siswi perwakilan dari berbagai sekolah di Jawa Barat.

Aston Hotel

Program Jabar Masagi untuk membentengi masyarakat Jawa Barat dengan nilai-nilai baik yang selaras dengan cita-cita Jabar Juara Lahir Batin.

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan masa depan ini makin rawan, masa depan ini makin ada arus-arus budaya, infromasi yang mengkhawatirkan.

“Media juga memonitor yah, kekerasan masih ada, orang juga kadang-kadang makin kasar di media sosial, sopan santun makin hilang, bela negara tidak dihapalkan, jauh dari agama dan sebagainya,” ujarnya kepada awak media usai peluncuran.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Emil mencontohkan, di Jawa Barat masih ada pemuda yang meminum oplosan misalkan, ada perkelahian antar gang motor di usia sekolah dan lain-lain.

Krisis-krisis inilah harus direspon oleh gagasan-gagasan besar, dan gagasan besar itu adalah menyiapkan cetak biru atau blue print manusia unggul Jawa Barat.

“Jadi pertanyaanya yang bagaimana manusia unggul Jawa Barat? Nah, akhirnya malam ini kita bersepakat manusia unggul Jawa Barat mempunyai 4 nilai, yaitu harus punya iman, punya ilmu, punya akhlak, dan punya karakter,” bebernya.

Untuk mencapai tadi, kata Emil, Jabar Masagi adalah menumbuhkan manusia Masagi Jawa Barat untuk belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti/karsa), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata) untuk melayani.

“Jadi, Program Jabar Masagi adalah fokus membangun manusia, bukan programnya,” ujar Emil.

Masagi adalah filosofi Sunda yang singkat-padat. Tapi memiliki makna yang mendalam. ”Jelema Masagi” artinya orang yang memiliki banyak kemampuan dan tidak ada kekurangan. Masagi berasal dari kata pasagi (persegi) yang artinya menyerupai (bentuk) persegi.

Ridwan Kamil mengatakan, grand desain Jabar Masagi menekankan pada nilai pendidikan karakter. Mengembalikan pendidikan budi pekerti yang bisa berdampak pada akhlak sosial yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.

”Tentunya yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari masing-masing wilayah di Jawa Barat. Ini sebagai pijakan jati diri dengan keterampilan abad 21 untuk kemajuan generasi muda Jawa Barat ke depan,” jelasnya.

Dalam Jabar Masagi, setiap budaya lokal dihargai setara bukan untuk digantikan atau menggantikan. Tapi, satu sama lain hadir untuk saling melengkapi. Keragaman budaya lokal adalah kekuatan dari Jawa Barat.

“Mengakomodir tiga budaya di tiga wilayah. Yakni Sunda Priangan, Cirebonan, dan Betawi,” katanya.

Ia mengungkapkan, filosofi ”Masagi” yaitu bagaimana berproses menjadi manusia yang memiliki pribadi yang kokoh, ajeg atau seimbang dalam berpikir, merasa, dan bertindak.

“Jabar Masagi menjadikan budaya lokal yang beragam adalah pondasi yang harus diletakan di awal karena menyangkut identitas dan warisan sejarah yang melekat pada kearifan lokal di masing-masing wilayah,” tandasnya. (AC212)