Senin, 24 Januari 2022

Gubernur Jabar Luncurkan Program Jabar Masagi, Ini Penjelasannya

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Cirebon,- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Program Jabar Masagi, yang berlangsung di Gedung Negara, Kota Cirebon, Rabu (5/12/2018) malam.

Pada peluncuran program Jabar Masagi, dihadiri seluruh kepala daerah se-Jawa Barat, dan juga siswa-siswi perwakilan dari berbagai sekolah di Jawa Barat.

Program Jabar Masagi untuk membentengi masyarakat Jawa Barat dengan nilai-nilai baik yang selaras dengan cita-cita Jabar Juara Lahir Batin.

Loading...

Emil sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan masa depan ini makin rawan, masa depan ini makin ada arus-arus budaya, infromasi yang mengkhawatirkan.

“Media juga memonitor yah, kekerasan masih ada, orang juga kadang-kadang makin kasar di media sosial, sopan santun makin hilang, bela negara tidak dihapalkan, jauh dari agama dan sebagainya,” ujarnya kepada awak media usai peluncuran.

BACA YUK:  Kendalikan Harga, Mulai Hari ini Operasi Pasar Murah di Kota Cirebon Berlangsung Selama Tiga Hari

Emil mencontohkan, di Jawa Barat masih ada pemuda yang meminum oplosan misalkan, ada perkelahian antar gang motor di usia sekolah dan lain-lain.

Krisis-krisis inilah harus direspon oleh gagasan-gagasan besar, dan gagasan besar itu adalah menyiapkan cetak biru atau blue print manusia unggul Jawa Barat.

“Jadi pertanyaanya yang bagaimana manusia unggul Jawa Barat? Nah, akhirnya malam ini kita bersepakat manusia unggul Jawa Barat mempunyai 4 nilai, yaitu harus punya iman, punya ilmu, punya akhlak, dan punya karakter,” bebernya.

Untuk mencapai tadi, kata Emil, Jabar Masagi adalah menumbuhkan manusia Masagi Jawa Barat untuk belajar merasakan (surti/rasa), belajar memahami (harti/karsa), belajar melakukan (bukti/karsa), belajar hidup bersama (bakti/dumadi nyata) untuk melayani.

“Jadi, Program Jabar Masagi adalah fokus membangun manusia, bukan programnya,” ujar Emil.

Masagi adalah filosofi Sunda yang singkat-padat. Tapi memiliki makna yang mendalam. ”Jelema Masagi” artinya orang yang memiliki banyak kemampuan dan tidak ada kekurangan. Masagi berasal dari kata pasagi (persegi) yang artinya menyerupai (bentuk) persegi.

BACA YUK:  Pembelajaran Tatap Muka 100 Persen di Kota Cirebon Mulai 10 Januari 2022

Ridwan Kamil mengatakan, grand desain Jabar Masagi menekankan pada nilai pendidikan karakter. Mengembalikan pendidikan budi pekerti yang bisa berdampak pada akhlak sosial yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.

”Tentunya yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari masing-masing wilayah di Jawa Barat. Ini sebagai pijakan jati diri dengan keterampilan abad 21 untuk kemajuan generasi muda Jawa Barat ke depan,” jelasnya.

Dalam Jabar Masagi, setiap budaya lokal dihargai setara bukan untuk digantikan atau menggantikan. Tapi, satu sama lain hadir untuk saling melengkapi. Keragaman budaya lokal adalah kekuatan dari Jawa Barat.

“Mengakomodir tiga budaya di tiga wilayah. Yakni Sunda Priangan, Cirebonan, dan Betawi,” katanya.

Ia mengungkapkan, filosofi ”Masagi” yaitu bagaimana berproses menjadi manusia yang memiliki pribadi yang kokoh, ajeg atau seimbang dalam berpikir, merasa, dan bertindak.

“Jabar Masagi menjadikan budaya lokal yang beragam adalah pondasi yang harus diletakan di awal karena menyangkut identitas dan warisan sejarah yang melekat pada kearifan lokal di masing-masing wilayah,” tandasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Peduli Banjir Waled, DPC PKB Kabupaten Cirebon Dirikan Posko

Cirebon,- Banjir yang menggenang di wilayah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu menyita banyak perhatian masyarakat, tak terkecuali...

Cegah Penyebaran Omicron, Goa Sunyaragi Perketat Protokol Kesehatan untuk WNA

Cirebon,- Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) memperketat wisatawan asing atau WNA yang hendak berkunjung ke objek wisata Goa Sunyaragi. Pengetatan turis asing...

Terus Kembangkan dan Lindungi UMKM, Batur Mba Wulan Gelar Acara “Ngopi”

Cirebon,- Sebagai wujud komitmen dan kepedulian akan pengembangan UMKM di Wilayah Cirebon, BMW (Batur Mba Wulan) menggelar diskusi bareng lewat Ngopi (Ngobrol Hepi) Bareng...

Hujan Deras di Kota Cirebon, Tumbangkan Pohon dan Timpa Pengendara

Cirebon,- Hujan deras dan angin kencang melanda Kota Cirebon pada Minggu sore, (23/01/2022) mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Cipto Kota Cirebon dan menimpa pengendara...

More Articles Like This