Gubernur BI Apresiasi Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship

0
48

Semarang,- Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa di Semarang. Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 2 hingga 4 Mei 2018 ini merupakan pameran produk dan layanan syariah dari Mitra Bank Indonesia se-Pulau Jawa.

Termasuk Cirebon, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon yang mengirimkan Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship sebagai salah satu mitra unggulannya.

Aston Hotel

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengunjungi stand dari Pesantren Digitalpreneurship usai membuka acara. Dia bertanya beberapa hal terkait pesantren berbasis masjid ini, di antaranya terkait visi misi, prestasi, pencapaian, dan juga tentang kurikulum yang diajarkan.

Ketua Pesantren At-Taqwa Diginalpreneurship, Alif Ringga Persada menjawab pertanyaan tersebut dan disambut baik oleh Gubernur Bank Indonesia. Bahkan, Agus Martowardojo mengapresiasi adanya pesantren modern berbasis digital dan kewirausahaan.

Alif menjelaskan pesantren ini merupakan program belajar 6 bulan dan bisa menjadi pengusaha toko online. Pihaknya telah mewisuda puluhan santri yang kini sudah mandiri dan berpenghasilan puluhan juta rupiah per bulan.

Istana Kerang

“Pertanyaan Gubernur BI terkait visi misi kami yaitu mencetak 1000 pengusaha muda muslim dan pendakwah masa depan yang mandiri, cerdas, profesional dan berintegritas. Serta berorientasi pada pembentukan karakter (kepribadian islami) dan peningkatan life skill (kecakapan hidup) dalam bentuk kewirausahaan berbasis toko online,” jelasnya.

Selanjutnya, pertanyaan Gubernur BI terkait prestasi atau hasil yang telah dicapai, yaitu pesantren ini mengacu pada akhlak mulia dan rajin beribadah, mahir mengoperasikan sosial media marketing dan Search Engine Optimazation (SEO), memiliki dan dapat mengoperasikan toko online dengan penghasilan Rp 3 juta sampai Rp 10 juta per bulan, mampu menjual produk atau jasa dan menjalakan marketing plan, hafal Al-Quran minimal 1 juz plus surat-surat pilihan, mampu memberikan taushiyah, tabligh, kultum secara sistematis, bijak dan menarik, serta mampu mengembangkan dakwah tulisan dalam sosmed, dan mampu melakukan percakapan dasar dalam Bahasa Arab dan Inggris.

“Untuk kurikulum yang diajarkan oleh Pesantren At-Taqwa Digitalpreneurship, yaitu 80% praktik, dan 20% teori,” tambahnya.

Materi yang diberikan di antaranya yaitu bisnis. Bagaimana memiliki mindset sukses dan meraih semua mimpi, mendatangkan cerita sukses dari tokoh pebisnis, dan lainnya. Pihaknya juga sudah banyak bekerja sama dengan berbagai perusahaan jasa online seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lainnya.

Tidak hanya itu, terdapat pula materi pokok agama dan penunjang lainnya, seperti aqidah, akhlak, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan mengasah bakat yang dimiliki. Mereka juga diberikan metode ajar yang menarik, seperti lewat ceramah, tanya jawab, diskusi, brainstorming, cooperative learning, dan lainnya. (AC560)