Selasa, 26 Oktober 2021

Gerak Puan UGJ Gelar Diskusi Bertema Lawan dan Cegah Kekerasan Seksual⁣

Populer

Nasabah BRI Cirebon Kartini Dapat Hadiah Mobil dari Panen Hadiah Simpedes

Cirebon,- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cirebon Kartini menggelar undian Panen Hadiah Simpedea (PHS) periode pertama tahun 2021....

Talaga Langit Milik Ustad Ujang Busthomi Hadirkan Museum Dukun Santet

Cirebon,- Setelah sukses membuka wisata Bukit Cinta Anti Galau, kini Ustad Ujang Busthomi kembali membuka objek wisata Talaga Langit....

Yayasan Wani Amal Cirebon Gelar Khitan Massal

Cirebon,- Sebanyak 30 anak mengikuti Khitan Massal 2021 yang digelar oleh Yayasan Wani Amal (YWA) Cirebon, Selasa (19/10/2021). Kegiatan...

Obim Village & Cafe Resto Tawarkan Suasana Pedesaan di Bawah Kaki Gunung Ciremai

Kuningan,- Obim Village & Cafe Resto menghadirkan konsep yang berbeda dari yang lain. Dengan pedesaan, Obim Village ini menyuguhkan...

Wagub Jabar Resmikan Wisata Talaga Langit Anti Galau

Cirebon,- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meresmikan Talaga Langit Wisata Anti Galau di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu,...

Cirebon,- Berawal dari forum kecil yang membicarakan berbagai isu perempuan, kini Gerak Puan Universitas Gunung Jati (UGJ) memiliki beragam kegiatan. Salah satunya, dalam peringatan Hari Perempuan Internasional, Gerak Puan UGJ mengadakan kegiatan diskusi bertema Lawan dan Cegah Kekerasan Seksual, Senin (8/3/2021).⁣

Kegiatan tersebut berlangsung di Baraja Coffee Cirebon, dengan mendatangkan pembicara yang mumpuni. Hal tersebut diungkapkan oleh Seha Nur Fani Ketua Umum Gerakan Perempuan UGJ, kegiatan ini kedepannya akan diadakan rutin setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda.⁣

“Bagi saya International Womans Day, sebagai refleksi bahwasannya perempuan terus bergerak dan melawan ketidakadilan gender. Apalagi dengan perkembangan IT yang semakin meluas, beragam pula cara kami berjuang dalam meraih keadilan bagi perempuan,” beber Seha kepada About Cirebon.⁣

Jika dulu berjuang dengan pergerakan dan aksi aksi nekat perlawanan, dia mengatakan hari ini perempuan bisa jihad dengan berbagai informasi dan membuka ruang-ruang pendidikan seksual agar semakin teredukasi. Sehingga dengan itu, bisa melawan stigma negatif untuk perempuan. ⁣

“Yang harus diingat, perlawanan harus tetap ada, kita harus terus bergerak tidak boleh berhenti. Perempuan bergerak, perempuan melawan,” tegasnya.⁣

BACA YUK:  Hasil Bebersih, Terkumpul 2 Ton Sampah di Pesisir Kesenden



Dalam peringatan international woman’s day kali ini pihaknya mendatangkan pakar dari praktisi kesehatan kespro, pendampingan korban kekerasan seksual dari Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis, dan pemahaman gender dan Islam. ⁣

Selain kegiatan ini, beragam kegiatan lain pun diadakan, diantaranya yaitu diskusi terkait peran perempuan di kampus, alpha female, mengenal anatomi tubuh khususnya bagian-bagian reproduksi, membuka platform women’s stories yang isinya adalah ruang aman untuk siapapun bisa bercerita tentang pengalaman kekerasan yang pernah dialaminya, tanpa harus khawatir akan dimention atau disebarluaskan identitasnya.⁣

Seha mengaku, saat ini gerak puan beranggotakan sekitar 50 orang lebih yang terdiri dari berbagai fakultas di UGJ. Aktif dalam berbagai kegiatan, seperti mengadakan rangkaian agenda diskusi tentang fakta sunat perempuan, sekolah dasar gender, dan lainnya.⁣

“Harapannya semoga ruang yang telah disediakan bisa sedikit banyaknya memberi edukasi kepada kita semua, semakin berkembangnya gerakan-gerakan positif ruang aman bagi semua orang, kampus ramah gender, gerak puan UGJ semakin bisa memberi ruang dan wadah bagi teman-teman yang ingin belajar gender dan kesetaraan perempuan dan laki-laki,” jelasnya.⁣

Sekilas tentang Gerakan Perempuan UGJ (Gerak Puan UGJ) yang berdiri 29 Oktober 2020 lalu. Organisasi ini bertujuan untuk memberikan ruang aman bagi siapapun yang ingin bercerita khususnya perempuan yang mengalami ketidakadilan gender.⁣

“Kami juga ingin menjadi ruang diskusi yang bisa mengedukasi tentang bagaimana kita harus belajar saling memahami mana yang kodrat dan mana yang konstruksi sosial, agar tidak terjadi ketimpangan antara perempuan dan laki laki dalam peran dan keterlibatannya di public space,” bebernya.⁣

Selain itu, Gerak Puan juga sebagai saluran bagi teman-teman yang sedang atau pernah mengalami kekerasan dalam hal psikis, medis dan hukum. Pihaknya disini sebagai penyalur atau penerima aduan yang nantinya akan diteruskan kepada yang lebih ahli di bidangnya, seperti yayasan pulih atau WCC sesuai dengan kebutuhan korban. (AC560)

BACA YUK:  Buka Toko ke-5 di Arjawinangun, Istana Meubel Hadirkan Konsep One Stop Living
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

“Bosch Virtual Chef” Tekankan 3 Kiat Kunci bagi UMKM Kuliner Indonesia untuk Menangkan Bisnis Pascapandemi

Jakarta,- UMKM kuliner menjadi kelompok sektor usaha yang paling terdampak pandemi COVID-19 di Indonesia. Survei “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap...

PCNU Kota Cirebon Resmi Dilantik, Wali Kota Cirebon Didaulat Jadi Mustasyar

Cirebon,- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon masa khidmat 2021-2026 resmi dilantik, Senin (25/10/2021). Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Islamic Center, Masjid Raya...

Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-41 Digelar di Gegesik Cirebon

Cirebon,- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke- 41 di Desa Jagapura Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Senin (25/10/2021). Pandemi Covid-19...

Tingkatkan Kesadaran Hukum, Tim Unpad di Trusmi Manfaatkan QR Code sebagai Motif Batik

Cirebon,- Transformasi digital pada era industri 4.0 yang tengah terjadi membuat manusia harus melakukan adaptasi atau penyesuaian kehidupan dalam berbagai bidang dengan pemanfaatan Teknologi...

More Articles Like This