Gelar Lomba Kreasi Nasi Goreng, RS Sumber Kasih Ingin Edukasi Makanan Sehat

Cirebon,- Setelah menggelar kegiatan olahraga, Rumah Sakit Sumber Kasih kembali menggelar kegiatan bersama mitra. Kali ini, RS Sumber Kasih menggelar lomba kreasi nasi goreng.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman parkir RS Sumber Kasih, Jalan Kapten Damsur, Kota Cirebon, Sabtu (4/12/2021). Setiap tim lomba kreasi nasi goreng diikuti dua orang peserta.

Perwakilan Management RS Sumber Kasih Cirebon, Markhamatul Aeni, M.Farm, mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen terhadap mitra yakni RS Sumber Kasih sebagai rumah keluarga dan sahabat keluarga.

BACA YUK:  Pemerintah Izinkan Lepas Masker, Ini 3 Tips dari Qoala Agar Tetap Terproteksi dari COVID-19

“Kegiatan lomba kreasi nasi goreng merupakan bentuk komitmen kita (RS Sumber Kasih) menjadi rumah keluarga dan sahabat keluarga. Kita juga ingin rumah sakit tidak menjadi suatu yang menyeramkan,” ujar Aeni kepada About Cirebon, Sabtu (4/12/2021).

RS Sumber Kasih beberapa pekan lalu pernah membuat kegiatan lomba olahraga yakni senam Maumere untuk menambah imun. Untuk makanannya, kali ini membuat lomba kreasi nasi goreng.

“Kenapa diambil tema nasi goreng, karena nasi goreng merupakan makanan khas Indonesia yang mudah dibuat. Sehingga, ini juga untuk mengedukasi membuat makanan sehat,” ungkapnya.

BACA YUK:  158 Jemaah Haji Asal Kota Cirebon dan 4 Jemaah Kabupaten Cirebon Diberangkatkan

Pada lomba kreasi nasi goreng, RS Sumber Kasih menggandeng chef profesional dari Bentani Hotel yang juga pemilik Toa Baja. Untuk peserta, kata Aeni, merupakan para mitra RS Sumber Kasih.

“Pesertanya berasal dari mitra-mitra RS Sumber Kasih, mulai dari ibu-ibu kader, perangkat desa, klinik bidan. Ini benar-benar mitra kasih,” tandasnya.

Sementara itu, Juri lomba kreasi nasi goreng, Yansen Martin yang juga Chef Bentani Hotel dan owner Toa Baja Kitchen & Resto mengatakan penilaian dalam lomba ini dilihat dari kebersihan, rasa dan sehat.

BACA YUK:  Peringati HAN 2022, RSIA Cahaya Bunda Hadirkan Karakter Super Hero dan Story Telling

“Karena nasi goreng itu lebih merakyat dan semua orang bisa masak, maka kita menilai dari kebersihan, cita rasa makanannya, dan juga dilihat dari bahan-bahan yang digunakan,” ujarnya.

“Saya pastikan penilaian dari lomba kreasi nasi goreng ini menggunakan bahan yang sehat, kebersihan dan cinta saat memasak,” tandasnya. (A212)

(Dilihat: 96 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.