Gamelan Sekaten Dibunyikan di Keraton Kasepuhan Saat Idul Adha

CIREBON, 15 Oktober 2013 ; – Gamelan Sekaten yang tersimpan di Keraton Kasepuhan saat Hari Raya Idul Adha dibunyikan mulai jam 08.00 – 12.00 di Pengada di area Keraton Kasepuhan. Gamelan sekaten ini dibunyikan hanya 2x dalam setahun yaitu saat Idul Fitri dan Idul Adha.

 

Tradisi Idul Adha di Keraton Kasepuhan dimulai saat Cis tongkat Sunan Gunung Jati dikeluarkan dari Keraton Kasepuhan Jam 06.00 untuk digunakan saat khotbah di Langgar Agung.

 

“Sultan Sepuh XIV beserta keluarga Sholat Idul Adha di Langgar Agung Keraton dan dilanjutkan Sholat Ied di Masjid Agung Sang Cipta Rasa,” ujar Thamrin, Juru Bicara Keraton Kasepuhan.

BACA YUK:  Inilah Hasil Kajian Penelitian dan Pengembangan Pariwisata Berbasis Kawasan di Kabupaten Cirebon

 

Selepas Sholat Ied, Sultan Kasepuhan kemudian menyaksikan tabuhan gamelan sekaten di Pengada Keraton karena Siti Inggil sedang dipugar. Setelah itu, dilakukan pemotongan hewan kurban di halaman belakang Keraton Kasepuhan.

 

Setiap Idul Adha, Sultan Sepuh juga melakukan hajat nasi masakan dan lauk pauk untuk dibagikan ke kaum Langgar Agung, Masjid Agung, Komplek Gunung Jati, para wargi , abdi dalem dan masyarakat Magersari.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *