Selasa, 26 Januari 2021

FSPMI Cirebon Raya Gelar Aksi Unjuk Rasa , ini Tuntutannya

Populer

Obyek Wisata Baru Tenjo Layar Kuningan Segera Dibuka⁣⁣

⁣Kuningan, - Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Tenjo Layar merupakan salah satu obyek wisata baru di Kuningan...

Sensasi Makan Durian Montong Petik Langsung dari Pohon di Kopi Montong

Cirebon,- Berada di ketinggian 150 meter di atas permukaan laut (MDPL), agrowisata durian Kopi Montong yang berlokasi di Sindang...

Agrowisata dan Edukasi Griya Hidroponik Tawarkan Konsep Petik Sendiri⁣

Cirebon,- Griya Hidroponik Cirebon yang berada di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kedawung, Kabupaten Cirebon menjual segala macam produk sayuran...

Program Jelajah Rasa, Kandang Ayam Hadirkan Menu Korean Taste⁣⁣⁣

⁣⁣Cirebon,- Kandang Ayam Resto yang yang berlokasi di Jalan Sudarsono No. 281A, Kota Cirebon, pada Januari 2021 menghadirkan program...

Saung Kopi Gowes Hadir di Jalur Favorit Bersepeda, ini Konsepnya⁣

Cirebon,- Berada di jalur favorit bersepeda dengan view pesawahan dan berlatar gunung Ciremai, Sakowes (Saung Kopi Gowes) hadir untuk...

Cirebon,- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya melakukan aksi unjuk rasa di depan Balaikota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (2/11/2020).

Aksi unjuk rasa tersebut menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja dan meminta kenaikan serta menetapkan upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, dan UMSK).

Sekjen FSPMI Cirebon Raya, Moh. Machbub mengatakan disahkannya UU Omnibus Law oleh DPR pada 5 Oktober 2020 dan sudah dikirimkan ke Presiden Indonesia jelas telah melukai hati kaum buruh.

Loading...

“Ternyata penolakan UU Omnibus Law yang selama ini dilakukan kaum buruh, mahasiswa dan berbagai element masyarakat, nyatanya tidak membuat hati anggota DPR terbuka dan tergugah atas jeritan nasib buruh,” ujar Machbub.

BACA YUK:  Telkomsel dan Zenius Gelar Kompetisi 'Ilmupedia Berani Jawab' untuk Tingkat SMA dan Sederajat

Menurut Machbub, kaum buruh pun dibuat syok ketika beredarnya Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja nomor: M/11/HK.04/X/2020 tentang penetapan upah minimun tahun 2021.

Dalam surat edaran tersebut menjelaskan bahwa upah tahun 2021 tidak ada kenaikan, artinya tambah Machbub, upah tahun 2021 sama dengan tahun 2020

“Tidak adanya kenaikan upah yang notabene menjadi urat nadi kaum buruh, jelas akan memperburuk kondisi kaum buruh dan menurunkan daya beli masyarakat yang mayoritas adalah kaum buruh,” ungkapnya.

Machbuh menjelaskan, aksi unjuk rasa dilakukan serentak di 24 Provinsi dan terpusat di MK, DPR RI, serta Istana Presiden oleh kawan-kawan serikat buruh/serikat pekerja KSPI-FSPMI dan buruh Indonesa lainnya.

Dalam aksi ini, kata Machbuh, ada tiga poin yaitu meminta surat kepada Walikota, Bupati, DPRD Kota dan Kabupaten Cirebon yang berisi:
1. Meminta Presiden mengeluarkan Perpu untuk mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.
2. Meminta pimpinan DPR-RI mengeluarkan legislatif Review yang membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
3. Meminta Menteri Tenaga Kerja dan Gubernur se-Indonesia untuk menaikan dan menetapkan upah minimun tahun 2021 (UMP, UMK, dan UMSK).

BACA YUK:  15 Januari 2021, Nakes di Kota Cirebon Mulai Divaksin

Sementara itu, aksi unjuk rasa tersebut langsung ditemui oleh Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis. Pihaknya akan meneruskan perjuangan kaum buruh kepada pemerintahan yang lebih tinggi.

“Upaya kami adalah memastikan perjuangan kaum buruh ke pemerintah yang lebih tinggi. Saya juga akan mengekspose kepada media massa bahwa perjuangan kaum buruh telah disampaikan,” ujar Azis.

Menurut Azis, sejak beberapa hari ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon terkait permintaan kaum buruh.

Oleh karena itu, kata Azis, akan kami terus kepada pemerintah yang lebih tinggi, baik di provinsi maupun pusat. Saya atau kami bersedia bersama rekan rekan yang tergabung di DPRD untuk meneruskan pesan.

“Kami sudah siapkan draft suratnya. Untuk kami teruskan lebih tinggi,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Ruang Isolasi Mandiri di The Radiant Hotel Cirebon Sudah Terisi 9 Pasien

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon telah menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di The Radiant Hotel Cirebon. Namun,...

PPKM di Kabupaten Cirebon Diperpanjang Hingga 8 Februari 2021

Cirebon,- Pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) di Kabupaten Cirebon berakhir hari ini 25 Januari 2021. Namun, Bupati Cirebon Drs. H. Imron akan memperpanjang...

ACT Cabang Cirebon Kirim Bantuan Untuk Sulbar dan Kalsel

Cirebon,- Aksi Cepat Tanggap (ACT) cabang Cirebon melepas bantuan dari Cirebon untuk korban terdampak bencana di Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin...

Maryam Qonita, Wanita dari Kuningan yang Pernah Mewakili Indonesia di Forum PBB⁣

Kuningan,- Tidak pernah terbayangkan oleh Maryam Qonita bisa menempuh pendidikan beasiswa S2 hingga ke New York University di Amerika Serikat. Dengan kesederhanaan yang dimiliki,...

More Articles Like This