Sabtu, 18 September 2021

FSPMI Cirebon Raya Gelar Aksi Unjuk Rasa , ini Tuntutannya

Populer

Fenomena Ribuan Burung Pipit Mati di Bali, Terjadi Juga di Cirebon

Cirebon,- Setelah beberapa hari lalu terjadi di Pulau Bali, fenomena burung mati mendadak terjadi di Kota Cirebon. Ribuan Burung...

Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cirebon Disurvei PT Pertamina Hulu Energi

Cirebon,- Kabupaten Cirebon dijadikan sebagai lokasi penelitian pencitraan lapisan dan struktur melalui survei kebumian dimensi vibroseis sub vulkanik Jawa...

Pemerintah Izinkan Bioskop di PPKM Level 3 dan Level 2 Dibuka, Tapi Ada Syaratnya

Jakarta,- Pemerintah akhirnya mengizinkan bioskop beroperasi di Jawa dan Bali. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator PPKM Jawa dan Bali Luhut...

Sample Burung Pipit Mati Mendadak di Balaikota Cirebon akan Dites dengan Metode PCR

Cirebon,- Tim medis veteriner dari Lab Kesehatan Masyarakat Veteriner Provinsi dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota...

Kota Cirebon Siapkan Jalur Khusus Sepeda, Dishub Segera Uji Coba

Cirebon,- Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai menyiapkan uji coba pemberlakuan jalur khusus sepeda di...

Cirebon,- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya melakukan aksi unjuk rasa di depan Balaikota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (2/11/2020).

Aksi unjuk rasa tersebut menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja dan meminta kenaikan serta menetapkan upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, dan UMSK).

Sekjen FSPMI Cirebon Raya, Moh. Machbub mengatakan disahkannya UU Omnibus Law oleh DPR pada 5 Oktober 2020 dan sudah dikirimkan ke Presiden Indonesia jelas telah melukai hati kaum buruh.

Loading...

“Ternyata penolakan UU Omnibus Law yang selama ini dilakukan kaum buruh, mahasiswa dan berbagai element masyarakat, nyatanya tidak membuat hati anggota DPR terbuka dan tergugah atas jeritan nasib buruh,” ujar Machbub.

BACA YUK:  Satreskrim Polres Cirebon Kota Ringkus Pelaku Modus Ganjal ATM

Menurut Machbub, kaum buruh pun dibuat syok ketika beredarnya Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja nomor: M/11/HK.04/X/2020 tentang penetapan upah minimun tahun 2021.

Dalam surat edaran tersebut menjelaskan bahwa upah tahun 2021 tidak ada kenaikan, artinya tambah Machbub, upah tahun 2021 sama dengan tahun 2020

“Tidak adanya kenaikan upah yang notabene menjadi urat nadi kaum buruh, jelas akan memperburuk kondisi kaum buruh dan menurunkan daya beli masyarakat yang mayoritas adalah kaum buruh,” ungkapnya.

Machbuh menjelaskan, aksi unjuk rasa dilakukan serentak di 24 Provinsi dan terpusat di MK, DPR RI, serta Istana Presiden oleh kawan-kawan serikat buruh/serikat pekerja KSPI-FSPMI dan buruh Indonesa lainnya.

Dalam aksi ini, kata Machbuh, ada tiga poin yaitu meminta surat kepada Walikota, Bupati, DPRD Kota dan Kabupaten Cirebon yang berisi:
1. Meminta Presiden mengeluarkan Perpu untuk mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.
2. Meminta pimpinan DPR-RI mengeluarkan legislatif Review yang membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
3. Meminta Menteri Tenaga Kerja dan Gubernur se-Indonesia untuk menaikan dan menetapkan upah minimun tahun 2021 (UMP, UMK, dan UMSK).

BACA YUK:  Kantor Perwakilan BI Cirebon, Pamerkan Produk UMKM Cirebon di Kanada

Sementara itu, aksi unjuk rasa tersebut langsung ditemui oleh Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis. Pihaknya akan meneruskan perjuangan kaum buruh kepada pemerintahan yang lebih tinggi.

“Upaya kami adalah memastikan perjuangan kaum buruh ke pemerintah yang lebih tinggi. Saya juga akan mengekspose kepada media massa bahwa perjuangan kaum buruh telah disampaikan,” ujar Azis.

Menurut Azis, sejak beberapa hari ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon terkait permintaan kaum buruh.

Oleh karena itu, kata Azis, akan kami terus kepada pemerintah yang lebih tinggi, baik di provinsi maupun pusat. Saya atau kami bersedia bersama rekan rekan yang tergabung di DPRD untuk meneruskan pesan.

“Kami sudah siapkan draft suratnya. Untuk kami teruskan lebih tinggi,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

RajaBackLink.com

Latest News

Pemkab Cirebon Targetkan Bebas Sampah di 2024

Cirebon,- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus berupaya untuk melakukan penanganan terkait sampah. Bahkan, Pemkab Cirebon menargetkan tahun 2024 wilayah Kabupaten...

Gandeng Punakawan, Sosialisasikan Pentingnya Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Cirebon,- Satpol PP Jawa Barat bersama Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes). Caranya dengan melibatkan tokoh pewayangan...

Wanita Cantik Asal Cirebon Ini Memiliki Segudang Prestasi Biliar

Cirebon,- Cantik dan pintar bermain biliar, itulah gambaran yang cocok bagi Nony Krystianti Andilah. Wanita berkulit putih asal Cirebon ini memiliki segudang prestasi di...

Grand Opening Meetime Rasain Cabang Ketiga di Majasem

Cirebon,- Meetime Rasain Cirebon membuka cabang ketiganya di Jalan Perjuangan – Majasem No. A2 Kota Cirebon (tepatnya di depan halaman Sempoa SIP) pada Jum’at,...

More Articles Like This