Selasa, 25 Januari 2022

FSPMI Cirebon Raya Gelar Aksi Unjuk Rasa , ini Tuntutannya

Populer

Bakso Rusuk Joss Sajikan Menu Fenomenal dan Tempat yang Nyaman

Cirebon,- Kamu pecinta bakso? Jangan ngaku pecinta bakso kalau kamu belum coba bakso yang unik, viral dan fenomenal ini,...

Ramaikan Wisata Kuliner, Kedai 1818 Buka Cabang Baru di Sinapeul Majalengka

Cirebon,- Setelah sukses membuka cabang di berbagai daerah, Crab 1818 kini membuka kembali di Majalengka, Sabtu (22/1/2022). Lokasinya berada...

Deteksi Dini Semakin Krusial Cegah Progresivitas Glaukoma, Faktor Anatomis Turut Berpengaruh Memicu Glaukoma Primer Sudut Tertutup Kronis

Jakarta,– Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma berpotensi memberi impak yang lebih fatal: kebutaan permanen. Peningkatan tekanan...

Kerja Sama dengan Kodim 0620/Cirebon, Aston Cirebon Jalani Vaksin Booster COVID-19

Cirebon,- Aston Cirebon Hotel & Convention Center menggelar vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk seluruh karyawan, Sabtu (22/1/2022)....

Mulai Tahun 2023 Tenaga Honorer Dihapus, ini Kata Sekda Kota Cirebon

Cirebon,- Pemerintah pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menghapus tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang....

Cirebon,- Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cirebon Raya melakukan aksi unjuk rasa di depan Balaikota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (2/11/2020).

Aksi unjuk rasa tersebut menolak Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja dan meminta kenaikan serta menetapkan upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, dan UMSK).

Sekjen FSPMI Cirebon Raya, Moh. Machbub mengatakan disahkannya UU Omnibus Law oleh DPR pada 5 Oktober 2020 dan sudah dikirimkan ke Presiden Indonesia jelas telah melukai hati kaum buruh.

Loading...

“Ternyata penolakan UU Omnibus Law yang selama ini dilakukan kaum buruh, mahasiswa dan berbagai element masyarakat, nyatanya tidak membuat hati anggota DPR terbuka dan tergugah atas jeritan nasib buruh,” ujar Machbub.

BACA YUK:  Banyak Penanaman Pohon, Indeks Kualitas Udara di Kota Cirebon Meningkat

Menurut Machbub, kaum buruh pun dibuat syok ketika beredarnya Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja nomor: M/11/HK.04/X/2020 tentang penetapan upah minimun tahun 2021.

Dalam surat edaran tersebut menjelaskan bahwa upah tahun 2021 tidak ada kenaikan, artinya tambah Machbub, upah tahun 2021 sama dengan tahun 2020

“Tidak adanya kenaikan upah yang notabene menjadi urat nadi kaum buruh, jelas akan memperburuk kondisi kaum buruh dan menurunkan daya beli masyarakat yang mayoritas adalah kaum buruh,” ungkapnya.

Machbuh menjelaskan, aksi unjuk rasa dilakukan serentak di 24 Provinsi dan terpusat di MK, DPR RI, serta Istana Presiden oleh kawan-kawan serikat buruh/serikat pekerja KSPI-FSPMI dan buruh Indonesa lainnya.

Dalam aksi ini, kata Machbuh, ada tiga poin yaitu meminta surat kepada Walikota, Bupati, DPRD Kota dan Kabupaten Cirebon yang berisi:
1. Meminta Presiden mengeluarkan Perpu untuk mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.
2. Meminta pimpinan DPR-RI mengeluarkan legislatif Review yang membatalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
3. Meminta Menteri Tenaga Kerja dan Gubernur se-Indonesia untuk menaikan dan menetapkan upah minimun tahun 2021 (UMP, UMK, dan UMSK).

BACA YUK:  Perkuat Ekonomi Digital Indonesia, Telkomsel Bentuk PT Telkomsel Ekosistem Digital

Sementara itu, aksi unjuk rasa tersebut langsung ditemui oleh Wali Kota Cirebon, Drs. Nashrudin Azis. Pihaknya akan meneruskan perjuangan kaum buruh kepada pemerintahan yang lebih tinggi.

“Upaya kami adalah memastikan perjuangan kaum buruh ke pemerintah yang lebih tinggi. Saya juga akan mengekspose kepada media massa bahwa perjuangan kaum buruh telah disampaikan,” ujar Azis.

Menurut Azis, sejak beberapa hari ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cirebon terkait permintaan kaum buruh.

Oleh karena itu, kata Azis, akan kami terus kepada pemerintah yang lebih tinggi, baik di provinsi maupun pusat. Saya atau kami bersedia bersama rekan rekan yang tergabung di DPRD untuk meneruskan pesan.

“Kami sudah siapkan draft suratnya. Untuk kami teruskan lebih tinggi,” pungkasnya. (AC212)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Mulai Besok Pagi, Tol Cisumdawu Seksi I Terapkan Tarif Gratis Selama Dua Minggu

Bandung,- Tol Cisumdawu dibuka mulai besok, Selasa (25/01/22) pukul 06.00 untuk seksi I sepanjang 11,45 kilometer yang menghubungkan antara...

Kolaborasi dengan Rumah Zakat, Kelurahan Kesenden Hadirkan Program Green House dan Baperkam Mart

Cirebon,- Kelurahan Kesenden dan Rumah Zakat Kota Cirebon meluncurkan dua program di RW 04, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (24/1/2022). Dua program...

Peduli Banjir Waled, DPC PKB Kabupaten Cirebon Dirikan Posko

Cirebon,- Banjir yang menggenang di wilayah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon beberapa hari lalu menyita banyak perhatian masyarakat, tak terkecuali dari elemen pengurus Partai Kebangkitan...

Jaga Mimpi Pebasket Putri, GoBasket dan GMC Nyalakan Lagi Api Kompetisi

Cirebon,- Harapan menghidupkan kembali kompetisi basket putri di Indonesia belum pupus. GoBasket.id dan Generasi Muda Cirebon (GMC) berkolaborasi agar asa itu tetap menyala. Berbekal semangat...

More Articles Like This