Festival Teater Cirebon ke-5 Usung Tema Jejak Arifin C. Noer

0
23

Cirebon,- Festival Teater Cirebon adalah festival dengan seni pertunjukan teater sebagai materi utamanya, yang digelar setiap tahun sejak tahun 2015 di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang, Komplek Perkantoran Bima, Cirebon.

Masih di tempat yang sama, Festival Teater Cirebon ke-5 (FTC5) diselenggarakan sejak tanggal 25-29 April 2019 dengan mengusung tema “Jejak Arifin C. Noer.”

Aston Hotel

1. Tentang Arifin C. Noer

Ade Fatuallah Hisyam, selaku Ketua Pelaksana FTC5 mengatakan bahwa (Alm) Arifin C. Noer adalah tokoh teater dan film papan atas Indonesia yang lahir dan menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja di Cirebon, sebelum kemudian pindah ke Solo pada masa SMA.

Para pengamat menilai bahwa karya dan kesenimanan Arifin penuh semangat kerakyatan, mengangkat kehidupan rakyat kecil yang miskin dan terpinggirkan, namun secara kuat menggali nilai-nilai prinsipil manusia dan kehidupan.

Teja Berlian
Teja Berlian 2
Teja Berlian 3

Di samping itu, intensitas berkesenian Arifin yang sangat kuat bersama Teater Ketjil yang didirikannya dinilai telah menancapkan gaya tersendiri dan khas, sehingga ketokohan dan keilmuannya menjadi bahan kajian dan pembelajaran.

“Cirebon memang patut berbangga akan eksistensi Arifin. Meskipun tidak selama hidupnya tinggal di kota kelahirannya, namun para pengamat menyatakan bahwa semangat kecirebonan Arifin sangat kuat mewarnai karya-karyanya,” ujar Ade saat ditemui About Cirebon, Minggu (28/4/2019).

2. Sebagi Pembelajaran

Dengan mengusung tema ketokohan Arifin C. Noer, pihaknya berharap daya hidup berseni-budaya yang ditumbuhsuburkan almarhum bisa diserap sebagai pembelajaran dan pendidikan.

Secara khusus, kata Ade, mendengungkan nama besar Arifin C. Noer di Festival Teater Cirebon adalah kebanggaan sekaligus harapan akan kehidupan Cirebon sebagai kota seni, budaya, dan sejarah yang kuat.

“Selain tentu saja penghormatan mendalam bagi seseorang yang telah mengabdikan dirinya secara nyata bagi kehidupan,” terangnya.

3. 11 Pertunjukan

Yang berbeda dari Festival Theater Cirebon tahun-tahun sebelumnya, kata Ade, Festival Teater Cirebon 5 menampilkan agenda utama berupa pertunjukan teater, bincang budaya, wisata budaya, serta anugerah budaya. 

“Ada 11 pertunjukan teater dengan lakon karya Arifin C. Noer serta adaptasi dan rekonstruksi lakon karya Arifin C. Noer,” jelasnya.

“Pertunjukan teater ini disuguhkan oleh kelompok-kelompok teater dari Kota Cirebon dan beberapa daerah di Indonesia,” tambahnya.

Dari 11 pertunjukan ini, lanjut Ade ada dari Banten, Tasik, Cirebon Kota dan Kabupaten, Indramayu, Bogor, hingga dari Lombok.

Tujuannya dari setiap Festival, kata Ade, untuk membuat ruang apresiasi dan ekspresi teman-teman di Cirebon serta untuk pesertan dari luar Cirebon.

“Ini juga sebagai ajang silaturahmi untuk saling kenal antara kelompok-kelompok teater Cirebon dan luar Cirebon juga,” ungkapnya.

4. Susur Arifin C. Noer

Pada agenda bincang budaya yang dinamakan Ngopi Sor-e Baujan (ngopi dibawah pohon baujan) yang dilaksanakan pada Minggu 28 April 2019 menghadirkan pemantik perbincangan ialah Embie C. Noer (adik Alm Arifin C. Noer), Jajang C. Noer (istri alm Arifin C. Noer), Tatang Ramadhan Bauqie (Penata artistik dan Grafis Teater Kecil), Nano Riantiarno (Surtadara Teater Koma), dan Ratna Riantiarno (Manajer Teater Koma).

Salah satu kegiatan pembeda festival kali ini dari tahun-tahun sebelumnya adalah Susur Arifin C. Noer, yakni perjalanan wisata budaya bagi peserta festival dan tamu undangan ke tempat-tempat yang akrab dengan kehidupan Arifin di Cirebon.

Ade berharap penyelenggaraan Festival Teater Cirebon tahun 2019 ini menjadi salah satu tonggak yang menandai peningkatan kebersamaan para pegiat seni budaya Cirebon, khususnya seni teater, dalam berkolaborasi menciptakan moment-moment estetis yang bermanfaat di Cirebon.

“Dari bergabungnya komunitas-komunitas teater Cirebon di dalam kepanitiaan Festival Teater Cirebon kali ini semakin meyakinkan bahwa Festival Teater Cirebon berpotensi untuk menjadi milik Cirebon dalam pengertian yang sesungguhnya,” tandasnya. (AC212)