Sabtu, 17 April 2021

Fanny Naftalena Sosok Multitalenta yang Pandai Mengatur Waktu

Populer

Di Depan Toko Karomah Anak, Para Pedagang Kecil itu Berjuang Melawan Pandemi⁣⁣

⁣Cirebon,- Jam hampir menunjukkan pukul 10.00 pagi, laki-laki separuh baya itu tampak bergegas mendorong gerobak Es Cendol Bandung menuju...

Alun-Alun Kejaksan Cirebon Baru Soft Opening, ini Fasilitasnya

Cirebon,- Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon dan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan, Senin (12/4/2021). Soft launching tersebut...

Selama Dua Minggu, Naik BRT Trans Cirebon Gratis

Cirebon,- Bus Rapid Transit (BRT) Trans Cirebon resmi diluncurkan bersamaan dengan Soft Opening Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (12/4/2021). Selama...

Pendaftaran BLT BPUM Kota Cirebon Mulai Dibuka, Ini Syaratnya

Cirebon,- Pendaftaran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi UMKM dibuka Rabu (14/4/202) kemarin. Pendaftaran...

Konsisten dan Semangat Jalani Usaha akan Membuahkan Hasil⁣

Cirebon,- Menjadi pengusaha adalah jalan yang ditempuh oleh pasangan Mila Wijayanti dan Syahrizal Rizal. Keduanya memiliki berbagai usaha, mulai...

Cirebon,- Dibesarkan oleh ibu yang single parent, menjadikan sang anak Fani Mutyaning Purwandari terbiasa produktif sejak tahun 2002 lalu. Saat itu dia baru kelas 2 SMP di Magelang, Jawa Tengah.

Berkat kemandirian dan kerja kerasnya, ia kini terbiasa dengan kegiatan yang beragam. Mulai jadi pekerja kantoran di salah satu Bank di Cirebon, menjadi Master of Ceremony (MC), ibu dengan 2 orang anak, mengurus suami, Make Up Artis (MUA), dan juga membuat konten youtube.

“Jadi dulu pas SMP, saya memanfaatkan waktu luang dengan membuka jasa pengetikkan skripsi, tugas akhir, dan sebagainya. Dan pas SMA freelance sebagai penyiar radio,” ungkap wanita yang dikenal dengan nama showbiz, Fanny Naftalena ini kepada About Cirebon, beberapa waktu lalu.

Loading...

Sedangkan di masa kuliah di Yogyakarta, Fanny juga bekerja sebagai penyanyi dan foto model. Dia mengaku, menjadi perempuan mandiri adalah salah satu edukasi dari ibunya yang ditanamkan sejak dia kecil.

Kemudian, saat dinyatakan lulus kuliah dia memutuskan untuk menikah namun tetap diperbolehkan bekerja dan juga berkarya. Sampai akhirnya hijrah dan menetap di Cirebon, lalu menjadi seorang Bankir di salah satu perusahaan perbankan (BUMD).

“Berbekal dengan skill yang pernah dimiliki dalam dunia entertainment membuat saya lebih mudah bergaul dan beradaptasi. Saya juga sering melakukan brainstorming dengan orang lain dan selalu berusaha menjadi orang yang open minded lalu muncullah ide-ide untuk berkarya,” ungkap wanita kelahiran 30 Maret itu.

BACA YUK:  GH Kopi Cirebon Tawarkan Menu Sehat dan Konsultasi Gizi

Ketertarikan dalam seni dia tuangkan untuk bermake-up. Fanny tertarik untuk mempelajari lebih dalam dunia makeup melalui Youtube dan mengikuti short course lalu menguatkan keberanian untuk mempromosikan diri melalui sosial media, hingga akhirnya sebagai profesi tambahan baginya.

BACA YUK:  AKMI Suaka Bahari Cirebon Raih Akreditasi Baik Sekali

Tak berhenti di situ saja, keterampilan berbicara dan pengalaman menjadi seorang penyiar membuat Fanny seringkali dipercaya membawakan acara di kantor tempatnya bekerja. Lalu bergabung dengan komunitas public speaker/MC dan secara berkala mengikuti kelas public speaking.

“Dengan memanfaatkan relationship dan media sosial, saya mulai mempromosikan diri sebagai Master of Ceremony secara komersial, seperti acara wedding, engagement, birthday, dan lainnya,” papar wanita yang hobi travelling tersebut.

Sadar akan perkembangan sosial media yang begitu kuat, Fanny juga berpikir ingin memiliki Pasive Income dari Youtube. Meskipun demikian, Fanny lebih fokus pada manfaat apa yang bisa Fanny berikan kepada orang lain dan mungkin hal ini yang memudahkan Fanny untuk dapat monetesasi dan resmi bergabung dalam Youtube Partner Program hanya dalam waktu 5 bulan saja.

Sementara itu, manfaat yang dirasakan oleh penonton youtube membuat mereka tertarik lebih dalam untuk sharing dengan Fanny dan begitu banyak request agar Fanny dapat membuka kelas khusus. Selain itu Relationship Fanny juga seringkali mengundang untuk menjadi pemateri atau sharing kepada para karyawannya.

“Berkat youtube dan keterampilan tersebut membuat saya menemukan profesi baru yaitu menjadi seorang trainer,” singkatnya.

Namun, semakin banyak aktivitas semakin berhadapan dengan risiko. Apalagi Fanny selalu ingin mencari peluang-peluang baru dan keluar dari zona nyamannya.

Meskipun Fanny seringkali fokus pada kontek suka dibandingkan duka dalam menjalani banyak profesinya, kepada About Cirebon dia menceritakan tentang sedikit duka saat menjalani berbagai profesinya.

“Kesulitan dan ketidaknyamanan itu selalu terjadi saat kita memulai. Misal untuk pertama kalinya melakukan sesuatu, terbersit ah gak mudah kayanya. Dan rasanya itu mirip ketika kita mau menaiki wahana flying fox. Ada deg-degannya, takut risiko jatuh atau gagal, antara mau lanjut atau mundur aja deh. Dan itulah kesulitan terberat ketika kita ingin memulainya,” bebernya.

BACA YUK:  UGJ Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Sedangkan saat pertama kali menjadi MUA, Fanny sempat merasakan sehari semalam tidak bisa tidur dan harus berangkat bekerja jam 3 pagi, adalah hal yang berat. Tapi tetap dia jalani, karena yakin dan mampu.

Sama halnya saat bertugas sebagai MC pertama kali sangat menguras emosi. Melawan rasa takut, mengatasi grogi agar tetap memberikan yang terbaik untuk audience, itu bukan hal mudah waktu itu.

BACA YUK:  Menikmati Kudapan Dimsum Syabil Weru yang Lezat⁣ ⁣

“Tapi semakin banyak berlatih, dan meningkatkan kualitas diri maka semua ketakutan semakin mudah diatasi,” yakinnya.

Sampai kemudian, dia dijuluki sebagai wanita multitalenta, yang bisa membagi waktu dengan segudang kegiatan dan rutinitasnya. Karena dia percaya selagi ada kemauan, keberanian, dan juga dukungan orang sekitar, adalah kunci keberhasilan.

“Cara pertama yang bisa dimulai untuk menetapkan sesuatu adalah yang kita sukai atau kita gemari, lalu bangkitkan kemauan tersebut untuk belajar dan keberanian untuk memulai. Nah ke dua point ini bersumber dari internal,” jelasnya.

Berikutnya adalah dukungan eksternal yang juga sangat penting, untuk menciptakan sebuah lingkungan yang mendukung. Mulai dari temukan anggota keluarga yang mendukung, menentukan teman yang memberi dampak positif, dan bergaul dengan orang-orang yang dapat membantu meningkatkan kualitas diri.

“Setelah tiga point tadi selanjutnya hanyalah PD atau percaya diri dengan apa yang kita jalani, fokus pada pencapaian diri kita, bukan membandingkan dengan pencapaian orang lain,” tegasnya.

Fanny juga memiliki harapan dan keinginan besar untuk hidupnya kelak. Diantaranya yaitu ingin menjadi penulis buku, menjadi influencer, memiliki Wedding Organizer (WO) atau Event Organizer (EO), memiliki panti asuhan, dan ingin pula memiliki sekolah Islam terpadu terbaik di Indonesia. (AC560)

Loading...
- Advertisement -

Latest News

Tingkatkan Kemampuan Gamer Indonesia, Telkomsel Kembali Gelar Dunia Games League 2021

Jakarta,- Untuk meningkatkan kemampuan para Gamer Indonesia, Telkomsel kembali menggelar Dunia Games League (DGL) 2021. Kompetisi tersebut akan dibuka...

Hargai Perjuangan Difabel, Polresta Cirebon Berikan Sim D Gratis

Cirebon,- Ada suasana yang sedikit berbeda di Polresta Cirebon ketika Sat Lantas Polresta Cirebon melakukan pengujian SIM D kepada peserta uji SIM dari komunitas...

STF Muhammadiyah Cirebon Pilihan Cerdas Generasi Muda Meraih Presatasi

Cirebon,- Sekolah Tinggi Farmasi (STF) Muhammadiyah Cirebon yang berlokasi di Jalan Cideng Indah No. 3 Kertawinangun, Kabupaten Cirebon merupakan transformasi berkemajuan dari Akademi Farmasi...

Dari Pengalaman Pribadi, Rapper Cirebon Andi Lowgan Luncurkan Single Perdana

Cirebon,- Semua orang pasti pernah merasakan marah, kesal, bahkan sakit hati, bila kepercayaan dan kebaikan kita dikhianati oleh teman sendiri. Namun, banyak cara orang...

Daop 3 Cirebon Serahkan Barang Temuan Kepada Kepolisian

Cirebon,- PT. KAI Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon menyerahkan 14 barang berharga milik penumpang KA yang tertinggal kepada Unit Reskrim Polres Cirebon Kota, Kamis...

More Articles Like This