Etika Netizen Membentuk Kreativitas

  ETIKA NETIZEN MEMBENTUK KREATIFITAS

 Oleh : @bakhrulamal

Beberapa tahun terakhir ini masyarakat Indonesia memiliki suatu kebiasaan baru dan seolah menjadi gaya hidup yang biasa kita kenal dalam bahasa sehari-hari dengan sebutan Online. Mereka yang biasa menggunakan media internet untuk melakukan aktifitas dalam kelompok sosial di sebut dengan Netizen. Netizen sendiri adalah sekumpulan atau penduduk dunia maya yang memiliki keterlibatan aktif dalam komunitas online dan biasa menggunakan internet di rumah, di kantor maupun sekolah untuk kegiatan sosial.

Pengaruh serta persaingan global yang semakin menggila membuat fenomena online tidak salah jika kita jadikan sebagai suatu kebutuhan hidup. Dari mulai sekedar mencari informasi dan berita hingga melakukan aktifitas sosial universal seperti menggunakan Facebook, twitter serta forum lainya dapat di lakukan dengan cara Online. Penyajianya yang tidak terlalu sulit dan bisa di bilang sangatlah mudah memang membuat begitu banyak orang tertarik dan mendadak menjadi Netizen.

Bagitu banyaknya pilihan dalam melakukan aktifitas online memang menjadi salah satu daya tarik mengapa online saat ini begitu digemari. Selain mencari berita dan melakukan kegiatan sosial para Netizen juga di berikan kebebasan dalam mengekspresikan atau menunjukan bakatnya agar lebih di kenal oleh khalayak luas. Karena tidak sedikit pula Superstar yang mengawali kariernya memanfaatkan media internet ini, kita ambil contoh artis muda terkenal di dunia saat ini Justin Bieber.

Begitu seringnya saya melakukan aktifitas dalam dunia maya membuat saya sedikit tahu dan mengenal bahwa sesungguhnya tidak sedikit pula potensi anak muda kita yang tidak kalah hebatnya dan memiliki potensi superstar seperti Justin Bieber. Kita ambil contoh Udin seorang pemuda lombok yang namanya melambung lewat hits singlenya yang begitu kreatif Udin Sadunia. Sama seperti Bieber, Udin pun terkenal melalui media Youtube. Dan tentunya masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu disini.

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

Akan tetapi kemudahan yang di tawarkan ini tidak selamanya serta merta di ikuti oleh kegiatan yang positif pula. Begitu mudahnya akses internet ini juga terkadang membuat seseorang sedikit mengabaikan etika dan cenderung lupa akan pentingnya apresiasi terhadap karya orang lain. Oleh karena itu saya membagi Netizen menjadi tiga bagian yaitu Netizen Aktif , Netizen Positif dan Netizen Negatif sebagai Netizenology.

A.Netizen Aktif

Netizen aktif adalah mereka yang menggunakan media internet tidak hanya sekedar browsing tetapi mereka juga berkarya. Mereka begitu kreatif dan cenderung menyukai hal-hal baru dalam dunia internet. Selain itu mereka juga pandai memanfaatkan kemajuan tekhnologi untuk mempromosikan dirinya atau bahkan orang lain.

Kemudahan yang tersedia dengan cara menggunakan internet ini mereka gunakan dengan sebaik mungin. Seperti misalnya mereka suka menulis, mereka publish tulisan itu melalui media Blog, wordpress dll. Dan mereka yang memiliki kelebihan sebagai seorang penghibur mereka menyebarkan keahlianya melalui youtube, reverbration dan banyak pilihan lainya. Adapula yang memanfaatkan media internet ini untuk mengembangkan usahanya. Melalui bisnis online dengan sistem kirim transfers sejenis Online Shop yang tentunya legal.

Kreatifitas mencipta yang mereka gabungkan dengan media internet ini menunjukan rasa tanggung jawab. Dimana mereka mencoba untuk tidak menjadi plagiat dengan rasa percaya diri yang tinggi. Kreatifitas yang mereka lakukan ini menunjukan rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai seorang Netizen.

 

B.Netizen Pasif

Mereka yang menggunakan media internet sewaktu-waktu dan sekedar menghilangkan rasa jenuh di tengah kesibukan sehari-hari dengan memanfaatkan jejaring sosial adalah Netizen Pasif. Netizen Pasif  biasanya menggunakan internet hanya sekedar ingin terlihat “eksis” melalui jejaring sosial seperti facebook, twitter, skype, ym dan jejaring sosial lainya. Mereka memanfaatkan media internet ini guna berkomunikasi dengan sahabat-sahabat dekat bahkan kawan di luar negeri dengan media chating ataupun webcam. Biasanya mereka juga memanfaatkan jejaring sosial ini untuk mengekspresikan suasana hati dan kondisi sekitarnya dengan menuliskanya di status atau personal message.

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

C.Netizen Negatif

Selain Netizen Aktif dan Pasif adapula Netizen Negatif, Netizen Negatif adalah mereka yang memanfaatkan kecanggihan internet untuk sebuah tindakan yang merugikan baik untuk dirinya maupun orang lain. Seperti Cyber Crime, Pornografi dan masalah-masalah klaim yang seolah di sepelekan akhir-akhir ini.

1.Cyber Crime

Contoh sederhananya adalah aksi penipuan online seperti menjual berbagai macam barang dengan harga murah tetapi pada saat di bayarkan teryata barang yang di pesan tidak kunjung datang. Mereka Aktif dan rela berjam-jam menghabiskan waktu di depan komputer guna mengawasi korbanya. Dan yang perlu di perhatikan adalah Cyber Crime ini mulai marak di Indonesia karena mereka melihat perekonomian bangsa kita yang tidak stabil.

2.Pornografi

Selain cyber crime adapula hal lain yang masuk kategori Netizen Negatif yaitu penggemar setia situs porno. Mereka sangat aktif bahkan merelakan waktunya hanya demi satu buah judul video porno dengan kualitas baik dan berdurasi lama yang kira-kira bisa memakan waktu tiga jam untuk mendownloadnya. Mereka bahkan berani mengabaikan peraturan pemerintah yang sudah berusaha menutup situs porno demi memuaskan hasrat dengan melihat gambar manusia tanpa busana.

3.Klaim

Yang paling sering kita lihat dan mungkin kitapun melakukan adalah kasus klaim seperti memanfaatkan media internet untuk sekedar mencari tugas dengan cara mengcopynya lalu di jadikan tugasnya. Tidak berfikir bahwa itu adalah karya orang yang seharusnya  mereka hargai tetapi mereka klaim menjadi karyanya dengan sebutan tugas. Ini adalah sebuah gambaran lunturnya rasa tanggung jawab dalam ber internet. Kasus klaim yang sering kita lihat lagi adalah mereka yang sengaja memposting tulisan tanpa izin dengan tidak mencantumkan siapa pemilik karya asli tersebut. Keterbatasan waktu adalah alasan paling tepat, karena dengan hanya mengcopy lalu mempastekan tulisan orang lain tidak memerlukan waktu yang lama serta energy  berfikir yang ekstra..

BACA YUK:  Solusi Islam Menghentikan Kaum Pelangi

PENUTUP

Dari pembagian Netizen ini tentunya kita dapat memberikan kredit point tersendiri bagi Netizen Aktif , Pasif dan Negatif. Sekaligus membuktikan bahwa dalam dunia internet itu ternyata tidak melulu mengahdirkan sesuatu yang positif tetapi ada pula hal-hal negative yang tentunya memberikan dampak masing-masing bagi individunya. Etika dalam bernetizen ini perlu kita tingkatkan kembali, karena dengan tanggung jawab dan pemanfaatan internet yang mempunyai etika akan mampu menumbuhkan rasa kreatifitas.

Dalam harapan saya suatu saat nanti Indonesian Young Netizen dapat membuat satu jejaring sosial sejenis facebook tetapi di khusukan bagi penduduk Indonesia seperti apa yang dilakukan China dengan Renren dan SNS nya. Dimana dalam jejaring sosial khusus Indonesia itu kita tidak hanya sekedar bertegur sapa tetapi juga dapat berkompetisi dan menunjukan kreatifitas. Ide  jejaring sosial yang khusus ini saya harapkan agar nantinya kita lebih mudah untuk mengontrol dan menilai sendiri kreatifitas bangsa kita terutama kaula mudanya.

Dan yang terpenting jejaring sosial itu dapat kita gunakan sebagai ajang berkompetisi dari menulis hingga hiburan yang qualified bagi pemuda kreatif Indonesia. Maju terus Indonesia, tunjukan Indonesia ini negara yang kreatif dan nilai lebih dari manusia yang kreatif adalah  mampu untuk bertanggung jawab. 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *