Es Tape Bapak Mur yang Legendaris, Sejak 1980

Cirebon,- Es Tape. Mendengar kata itu saja sudah bisa membayangkan bagaimana rasa dan kesegarannya. Salah satu Es Tape yang familiar di Cirebon yakni di Jalan KS Tubun (pertigaan dekat Rel Kereta Api Jl. Kartini) yang dinamai Es Tape Bapak Mur.

Rupanya, Es Tape Bapak Mur ini sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Artinya sudah hampir 40 tahun Es Tape tersebut tetap menjaga kualitas rasa. Pada awal mulanya, Es Tape tersebut dikelola oleh Pak Murani yang saat ini dijalani oleh anaknya, Sueni dan suaminya, Maman.

“Dulu, dari jamannya 5 perak sekarang sudah Rp 2000 per porsi. Tapi rasa dan bahannya masih sama, gak beda-beda,” terang Maman kepada About Cirebon.

BACA YUK:  Hospital Cash Plan Sequis Berkolaborasi dengan Pasar Polis di Platform Shopee

Maman menceritakan bahwa dulu Es Tape Bapak Mur ini menggunakan sepeda. Pangkalannya tetap di tempat itu, bahkan mereka tidak membuka cabang dimanapun. Kemudian pernah diganti pakai sepeda motor, dan saat ini memakai motor roda tiga sejak lebih dari setahun belakangan ini.

Hilir mudik orang-orang jajan. Harganya yang murah dan kesegaran Es Tape tersebut bisa membuat suasana panasnya Cirebon terobati. Terkadang ada beberapa pelanggan yang hanya duduk di motornya sebentar, tak sampai 5 menit sudah habis diminum. Banyak juga yang minta dibungkus, untuk dibawa pulang.

BACA YUK:  Kudriah, Hafizah dari STIQ Al-Multazam yang Moncer Terbitkan 8 Buku

Dalam sehari, sebanyak 400 sampai 500 porsi terjual dengan menggunakan tape bakung sebanyak 25 kilogram/hari. Buka sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB seakan tak pernah berhenti melayani pelanggan. Apalagi saat jam terik sekitar jam 11.00 sampai 13.00 WIB, pelanggan rela antri untuk mendapatkan Es Tape Bapak Mur.

“Bahannya ini pakai Tape khas Bakung, buatan ibu saya langsung, dan air nya manis pakai gula batu semua,” ungkap Maman.

Sepasang suami istri ini nampak kompak melayani pelanggan. Sueni yang bertugas mewadahi es tape, dan sang suami yang memberikan gelas kepada konsumen atau menalikan es tape yang dibungkus. Dengan cekatan dan terampil, pengunjung tidak perlu mengantri terlalu lama.

BACA YUK:  Hima DKV UCIC Gelar Sharing Session Cara Penulisan Naskah Film Pendek

Terpopuler

Mereka juga menjual tape khas bakung yang sudah di bungkus kardus. Jadi selain membeli esnya, bisa juga membeli tapenya, untuk konsumsi pribadi maupun oleh-oleh. (AC560)

(Dilihat: 118 pengunjung)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.