Minggu, 25 Agustus 2019

Dukung Program Pemerintah, ACE Korwil Cirebon Selenggarakan Sertifikasi Operator Genset

Populer

Serunya Kebersamaan Warga RW 03 Widarasari di Peringatan HUT RI

Cirebon,- Peringatan Kemerdekaan RI yang ke-74 diperingati oleh berbagai lapisan masyarakat. Hal tersebut juga dilakukan sebagai agenda rutin setiap...

Hari Kemerdekaan ke-74, Daop 3 Cirebon Bagikan 1945 Air Minum Kemasan dan Pesta Diskon Untuk Penumpang Argo Cheribon

Cirebon,- Sejalan dengan komitmen KAI untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh stakeholder yang ada, PT KAI Daop 3...

Seluruh Karyawan Cirebon Power Melaksanakan Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI

Cirebon,- Karyawan dan pekerja di lingkungan pembangkit Cirebon Power turut melaksanakan upacara HUT Ke-74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2019). Upacara...

Pererat Silaturahmi, CSB Mall Gelar Touring Bersama Tenant

Cirebon,- Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, CSB Mall menggelar touring bersama tenant-tenant CSB Mall, Senin (19/8/2019).Kegiatan touring motor tersebut...

Menikmati Perjalanan Cirebon Menuju Solo

Cirebon,- Kota Surakarta, juga disebut Solo, adalah wilayah otonom dengan status kota yang berada di bawah Provinsi Jawa Tengah,...

Cirebon,- Asosiasi Chief Engineer (ACE) Korwil Cirebon menyelenggarakan kegiatan sertifikasi profesi operator genset, yang berlangsung di Aston Cirebon Hotel & Convention Center sejak 29 Januari hingga 1 Februai 2019.

Sardoyo, Ketua ACE Korwil Cirebon mengatakan kegiatan sertifikasi ini merupakan gelombang kedua, yang sebelumnya telah dilakukan pada bulan November tahun 2018.

“Gelombang pertama diikuti 25 peserta, dan kali ini gelombang kedua diikuti 20 peserta dari wilayah III Cirebon,” ujarnya kepada About Cirebon, Rabu (30/1/2019).

1. Tujuan Sertifikasi

Menurut Sardoyo, dilakukan sertifikasi operator genset tersebut guna mendukung program pemerintah, karena setiap genset harus mempunyai operator yang bersertifikat.

“Karena, sertifikasi itu adalah bagian dari keselamatan ketenagakerjaan,” terangnya.

2. Materi yang Diberikan

Sejak dimulai pada 29 Januari hingga 1 Februari 2019, peserta sertifikasi tersebut diberi tiga materi, yaitu uji kompetisi tertulis, uji Kompetisi lisan, dan terakhir praktek.

“Uji kompetisi ini agar peserta dapat menjalankan dengan benar genset tersebut,” kata Sardoyo.

Selain itu, Kimto, Wakil Ketua ACE Korwil Cirebon menambahkan, uji kompetisi harus dilakukan, karena setiap teknisi yang bekerja mengoperasikan mesin pembangkit atau genset harus punya sertifikasi.

“Karena, kalau tidak punya sertifikasi akan berakibat fatal. Jadi, mereka harus tahu teori dan praktek secara benar,” terang Kimto.

Lanjut Kimto, yang terjadi sekarang, teknisi yang ada hanya bisa mengoperasikan tanpa tahu teorinya.

3. Keuntungan Sertifikasi

Pekerja operarot genset, kata Kimto, kalau dibekali denga teori yang benar akan menghasilkan pekerja yang bagus dan memberi keuntungan bagi perusahaan.

“Perusahaan akan diuntungkan, seperti mesin terawat dengan baik, kemudian suplay listrik yang dikeluarkan oleh pembangkit lebih bagus lagi,” kata Kimto.

Kemudian, keuntungan bagi teknisinya sendiri, lanjut Kimto, mereka mempunyai skil lebih bagus lagi dan memiliki nilai jual sebagai teknisi.

“Selama ini kan orang memandang teknisi itu sebelah mata, cuma tukang kotor-kotoran dan begelut dengan oli. Tapi sekarang tidak, mereka punya skil dalam hal administrasi juga,” ungkpanya.

Kimto mencontohkan, teknisi yang punya skil dalam hal adminstrasi yaitu pemeliharaan genset ada yang daily, weekly, mountly, bahkan hingga tahunan itu harus ada.

“Seperti pengecekan air, pengecekan oli, kemudian pengantian filter dan lain-lain harus ada,” bebernya.

Dengan begitu, kata Kimto, dengan sertifikasi ini mempengaruhi juga kepada perusahaan, genset terawat dengan baik, lebih bagus, dan lebih tahan lama.

“Otomatis, cost perusahaan juga akan berkurang. Nah itu, yang kita kedepankan harus diadakan sertifikasi ini,” jelas Kimto.

4. Diikuti berbagai perusahaan

Sesuai dengan perarturan pemerintah, semua perusahaan yang menggunakan pembangkit mulai dari yang kecil hingga besar, harus memiliki operator genset yang bersertifikasi.

Kimto menambahkan, peserta yang mengikuti sertifikasi tersebut berasal dari berbagai perusahaan, seperti perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, pabrik-pabrik, hingga SPBU di wilayah III Cirebon.

“Pokoknya, semua perusahaan yang bisnis menggunakan pembangkit itu harus dan wajib ikut sertifikasi profesi,” ujar Kimto.

Sertifikasi profesi, tidak hanya dilakukan di Cirebon saja, tapi di luar kota saat ini sudah dilakukan sertifikasi untuk semua profesi yang berkaitan dengan ketenagalistrikan.

Kebetulan, kata Kimto, ACE Korwil Cirebon ditunjuk oleh Dirjen Kelistrikan, bekerja sama dengan Eleska Hakit selaku partner dari Direjen Kelistrikan, untuk membantu mengadakan sertifikasi profesi.

5. Manfaat Gabung bersama ACE

ACE Korwil Cirebon yang sudah berdiri selama tiga tahun ini, ingin membantu atau memfasilitasi para perusahaan-perusahaan, agar lebih murah biayanya untuk melakukan sertifikasi.

“Kalau tidak kolektif seperti ini, sertifikasi akan memakan biaya yang cukup mahal, hampir puluhan juta,” timpal Sukana, selaku Penasehat ACE Korwil Cirebon.

Pihaknya, ingin mengembangkan ACE Korwil Cirebon dan berharap perusahaan yang ada di wilayah III Cirebon mau bergabung bersama dengan ACE Korwil Cirebon.

“Manfaat bergabung bersama ACE besar sekali, bisa share ilmu, bisa pinjam-pinjam keperluan genset bila memang memerlukan. Jadi manfaatnya besar sekali,” katanya.

“Sampai saat ini, sudah ada 100 perusahaan yang tergabung dalam ACE Korwil Cirebon,” imbuhnya.

6. Syarat Pendaftaran Sertifikasi

Selain itu, Solichin, salah satu penguji yang juga Manager Wilayah Timur PT. Eleska Hakit menjelaskan sesuai Undang-undang Nomor 30 tahun 2009, semua operator yang berhubungan dengan ketenagalistrikan wajib mendapatkan sertifikat.

“Oleh karena itu, saya diminta oleh ACE Korwil Cirebon untuk menghimpun yang memang punya keinginan untuk mendapatkan sertifikat,” ujarnya.

PT. Eleska Hakit merupakan salah satu lembaga sertifikasi yang mendapatkan akreditasi resmi dari Kementrian ESDM.

Lanjut Solichin, persyaratan untuk pendaftaran harus ada pengalaman, namun mengenai pendidikan tidak dipersyaratkan. Terutama, orang-orang yang berkecimpung yang mengoperasikan genset.

“Itulah yang wajib, karena sudah punya pengalaman dan sebagainya, kita tinggal memberikan pengukur kompetisi standar dari Kementrian ESDM,” terangnya.

“Dari situlah, kami mengukurnya. Apabila ukuranya sudah oke, kita berikan sertifikatnya. Jadi, sertifikatnya dari kami, tapi didaftarkan terlebih dahulu ke Dirjen Ketenagalistrikan untuk diberik nomor register,” tandasnya. (AC212)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Turnamen Ping-pong Nge-Mall CSB Cup Diikuti Peserta dari Seluruh Indonesia

Cirebon,- Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Cirebon bekerja sama dengan CSB Mall kembali menggelar Turnamen Disdik Cup...

Gali Potensi Hasil Hutan, West Java Forest Festival 2019 Kembali Digelar di Cirebon

Cirebon,- Dalam rangka peningkatan wawasan masyarakat tentang pentingnya fungsi hutan, produk hasil hutan unggulan, meningkatkan nilai tambah produk hasil hutan, serta pemanfaatan hasil hutan...

Hari Jadi Cirebon ke-650, Daop 3 Cirebon Berikan Diskon 10 Persen Untuk Pengguna KA Argo Cheribon, Ini Syaratnya

Cirebon,- Turut memeriahkan Hari Jadi Cirebon ke-650, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Oprasional (Daop) 3 Cirebon memberikan diskon 10 persen untuk pengguna KA...

Mudahkan Pelanggan JNE, Pembayaran Transaksi Bisa Dengan OVO

Jakarta,- OVO platform pembayaran, rewards, dan layanan keuangan digital terdepan di Indonesia, mengumumkan kerja sama dengan JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres dan logistik...

Ribuan Jamaah Padati Kuliah Umum dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Abdul Somad di UGJ

Cirebon,- Ribuan jamaah memadati acara Kuliah Umum dan Tabligh Akbar bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) di halaman parkir Kampus I Universitas Gunung Jati (UGJ),...

More Articles Like This